Showing posts with label Alat. Show all posts
Showing posts with label Alat. Show all posts

Saturday, May 14, 2011

Art Knives

Ketika kita sering mengerjakan dekor dengan fondant, maka penggunaan alat2 yang tepat akan mempersingkat waktu. Karya yang dihasilkan pun bisa lebih seragam dan memiliki presisi yang baik. Alat yang kufoto di bawah ini namanya art knife (jamak: art knives). Sebenarnya ini bukan eksklusif alat untuk membentuk rolled fondant karena ia justru banyak dipergunakan untuk scrapbooking. Ujungnya yang meruncing tajam memungkinkan kita melakukan manuver pada sudut yang sempit, seperti ketika melubangi bagian atas dari aksara "A". Fitur inilah yang membedakan art knife dari silet biasa. Selain itu pegangannya pisaunya juga mantap.
Art Knives
Harga art knife bermacam-macam bergantung pada bahan yang digunakan dan jumlah variasi bilah pisaunya. Art knifeku kubeli dari Gramedia Malang. Harganya berkisar Rp 150rb-an. Ada juga yang harganya berkisar Rp 50-60rb-an. Menurutku yang harganya di bawah Rp 100rb pun sudah memadai karena fondant bertekstur lunak dan tidak membutuhkan banyak tenaga untuk membentuknya.

Dari berbagai bilah pisau yang disediakan, yang paling sering dipakai hanya yang ujungnya meruncing (di foto di bawah = bilah yang terpasang di bodynya).
Art Knives
Semoga foto dan penjelasannya bermanfaat.

Paiton, 14 Mei 2011

Wednesday, January 5, 2011

Spuit Suntik

Foto ini aku posting untuk Mbah Hanifah yang menanyakan bentuk spuit yang bisa dipakai untuk "menyuntikkan" mayo ke dalam risoles.

Semoga bermanfaat ya Mbak.

Paiton, 6 Januari 2010

Sunday, October 10, 2010

Spuit Rumput

Ketika merencanakan BDCK yang ini, aku mempertimbangkan untuk menggunakan spuit Wilton no. 233 untuk membuat hiasan rumputnya.
Aku beberapa kali menggunakan spuit ini dan memang hasilnya cantik. Namun bukan berarti tidak ada kesulitan; jika ada butiran gula halus / garam / susu bubuk yang tidak hancur pada proses mixing, bisa dipastikan butiran2 itu akan menyumbat lubang2 spuitnya. Spuit ini cocok digunakan untuk resep buttercream tertentu yang teksturnya lembut dan halus seperti es krim. Bekerjanya pun harus cepat, karena jika plastik segitiganya terkena panas terlalu lama, BC yang didalamnya akan menjadi lunak sehingga hiasan rumput yang dihasilkan belakangan tidak akan "setegas" hiasan yang dibuat di awal. Note: mungkin kuncinya adalah dengan membagi2 BC dalam jumlah yang sedikit ke dalam beberapa piping bag kecil ya, supaya BC-nya tidak sempat meleleh.


Teman yang memesan BDCK di atas menunjukkan contoh gambar contoh yang dia inginkan: sebuah BDCK bertema Winnie the Pooh di atas rumput. Ketika aku perhatikan, hiasan rumput yang digunakan bukanlah hasil dari spuit no. 233 namun tetap menimbulkan kesan bukit rumput yang hijau. Seingatku, ada satu salah spuit "pasar"-ku (kubeli seharga Rp 5.000 -- 1 pak berisi macam2 spuit) yang menghasilkan tekstur yang mirip.

Sesampai di rumah, aku bongkar2 tool box-ku. Nah ini dia ketemu.

Satu kali pencet akan menghasilkan 3 batang rumput. Hasilnya jika dilihat dari dekat seperti ini.

 Lumayan ok kan :)



Jadi jika belum punya spuit rumput, coba tengok koleksi spuit pasar Anda, siapa tahu dia sudah lama tergolek di kotak dan berteriak2: "pick me, pick me!"  :))

Paiton, 10 Oktober 2010

Saturday, February 28, 2009

Thanks God for Our New Gas Oven

Update per 27 Desember 2010
Pagi ini tiba2 aku menerima telpon dari Bima Boga. Rupanya ketika buka2 internet, ada yang sampai ke posting ini. Ceritanya si bapak dari Bima Boga (Bandung) ini ingin menjelaskan mengapa termometer oven tidak menunjukkan angka nol ketika oven dalam keadaan mati. Hal ini dikarenakan Bima Boga menggunakan air raksa yang sensitif terhadap suhu di luar oven (suhu ruangan). Hasilnya tentu lebih akurat.
Terus terang aku surprise ketika menerima telpon ini, karena oven kubeli di tahun 2009 dan sejauh ini sudah melayani pekerjaanku dengan baik. Terima kasih banyak untuk Pak Budianto yang sudah menyempatkan diri memberi penjelasan.
Bagi yang berkeinginan membeli oven Bima Boga atau sekedar mencari klarifikasi, bisa menghubungi Pak Budianti di HP 081 322 77 8786 atau 081 283 88096. (st)

Bersyukur................

Itulah perasaan kami berdua ketika oven gas baru kami sampai di rumah. Inilah oven kami yang ketiga, setelah menjalani fase memakai oven listrik dan oven tangkring. Kedua oven yang pertama sudah pernah menghasilkan duit, semoga yang ketiga ini juga membawa rezeki yang makin gede :))

Sejauh ini oven gas inilah yang paling mengesankan. Pertama karena kami harus menabung cukup lama untuk bisa membelinya (yang menjual tidak memberikan fasilitas kredit, harus tunai). Kedua karena dengan oven gas ini kami makin dekat lagi dengan impian kami menjadi bakul kue rumahan yang lebih profesional. It is time for better cakes, bigger cakes, more variety and innovation. Jadi ingat waktu belanja loyang gitar, nyampe rumah baru sadar kalau otangku kekecilan alias loyang gitarnya nggak muat!


Memang ini bukan oven yang terbaik apalagi termahal di dunia. Pembuatnya adalah produsen dalam negeri, bukan impor dari Cina atau Itali. Masih butuh waktu untuk mengetahui perilaku oven ini sampai bisa menghasilkan kue-kue yang sesuai dengan keinginan hati. Still .... it is one step closer.

Waktu membeli, cek atas bawah kiri kanan. Termostat kok nggak menunjukkan angka nol? Lho, kan suhu udara sekitar 27 °C, kata yang jual. Betul juga sih, tapi tetap ragu karena termometer oven tangkring tetap menunjukkan angka nol saat tidak digunakan. Cek selang regulator, baru tahu kalo pake selang yang bercabang dua karena untuk menghidupkan api atas dan api bawah.



Pertama kali beli, oven harus dipanaskan selama 30 menit (tanpa isi) untuk menghilangkan bau cat. Sempat terkejut waktu melihat ada percikan-percikan kecil. Ohh, rupanya itu sisa-sisa cat yang terbakar. Baunya cukup menyengat. Untung sirkulasi udara di daerah oven cukup baik. Ini foto partner tersayang waktu kutak katik oven untuk yang pertama kalinya. Sementara belum punya juru oven khusus, beliaulah andalan Dapur Solia hehe.




Cara penggunaan oven gas Bima Boga adalah sebagai berikut (dikutip dari manual):

1) Buka kran gas api bawah dengan posisi kran gas dibuka ½ sehingg api menyala kecil/ sedang pada pemakaian pertama selama 30 menit.

2) Jika posisi kran gas dibuka ½ menit masih belum menyala, buka sedikit demi sedikit sampai api menyala sedang.

3) Tujuan oven gas dibakar dengan api sedang pada pemakaian pertama untuk menghilangkan bau cat oven, selanjutnya pemakaian api dapat disesuaikan dengan panas yang dibutuhkan.

4) Api atas hanya digunakan untuk pembuatan lapis legit dan kue yang membutuhkan api atas.

5) Pemakaian panas oven: Jika kita memerlukan panas udara di oven sebesar 150 derajat, start pertama api harus mencapai di atas 150 derajat. Lalu kecilkan api sekecil mungkin agar suhu di dalam oven stabil di 150 derajat, jika api turun kembali dari 150 derajat, besarkan kran sedikit demi sedikit sampai suhu stabil.

6) Khusus pemakaian api di atas, jika menggunakan api atas, tutup oven harus dibuka/ angkat.

Catatan: aku berusaha selalu menyalin manual alat-alat yang aku beli di blog, berjaga-jaga jika suatu hari kertasnya hilang, aku masih bisa buka-buka lagi di internet. Untung yang dibeli bukan mesin cuci atau elektronik yang manualnya berhalaman-halaman itu :))


Paiton, 28 Februari 2009

Friday, February 27, 2009

Springform Pan

Namanya keren: springform pan. Kalau diindonesiakan menjadi loyang bongkar pasang, disingkat bongpas. Untuk yang belum pernah melihat, begini bentuknya.

Loyang bongpas ini bermanfaat utamanya sebagai loyang untuk jenis cake yang sulit dibalik, misalnya triple chocolate cheese cake. Lihat engsel yang berada di sisi samping? Engsel itu bisa dibuka sehingga pinggiran loyang menjadi longgar dan diameter loyang membesar. Saat engsel dibuka, dasar loyang akan terlepas dari dudukannya. Selanjutnya mudah saja, tarik kertas roti atau mika alas berikut cake di atasnya, pindahkan ke tatakan cake bulat. Selesai.



Paiton, 27 Februari 2009

Friday, February 13, 2009

Termometer Oven

Sebagai pengguna oven tangkring, susah juga menengarai suhu oven yang pas sesuai resep karena memang oven jenis ini tidak dilengkapi termometer. Setelah menimbang-nimbang agak lama, akhirnya kuputuskan untuk membeli alat yang satu ini.

Berdasarkan tipe yang tersedia di TBK yang aku datangi, kusimpulkan ada dua jenis termometer: yang berbentuk jarum dan yang memiliki cantolan sekaligus tempat duduk (mirip jam beker atau plakat) . Yang berbentuk jarum harus dipatri secara permanen ke oven, artinya oven harus dilubangi, termometer dipasang lalu disolder. Aku membeli tipe yang kedua karena kelihatannya lebih praktis, tinggal letakkan di dalam oven saja. Berikut spesifikasinya.

Merek: Rowoco (A Wilton Industries Co, made in China)
Temperature range: 100 to 600 °F, 50 to 300 °C in 25° increments
Two-way hanger & stand
Rentang harga: Rp 125 sampai 135 ribu



Tips Penggunaan
(diterjemahkan bebas dari kemasan)
Temperatur oven dapat bervariasi dari bagian paling atas ke bagian paling bawah. Letakkan termometer sedekat mungkin dengan loyang untuk mendapatkan pembacaan yang akurat. Untuk hasil terbaik, berikan ruang sebesar 2 inci (sama dengan ± 5cm) antara loyang dan dinding oven.

Perhatian
Karena self-cleaning oven membutuhkan temperatur yang sangat tinggi untuk operasi pembersihannya, selalu keluarkan termometer oven terlebih dahulu.

Perawatan dan Pembersihan
Jangan pernah gunakan termometer ini pada perubahan suhu yang sangat ekstrim. Basuh dengan tangan, jangan celupkan di air. Bersihkan noda membandel dari permukaan dengan sabut wol logam yang halus.

Evaluasi
Setelah mencoba menggunakannya, menurutku penggunaan oven termometer ini tidak praktis juga. Salah satu alasannya adalah oven tangkring umumnya memiliki ruang terbatas sehingga penempatan termometer ini menghalangi kita ketika memasukkan loyang adonan. Cara mengakalinya, masukkan loyang berisi termometer pada saat pemanasan pertama oven. Setelah stabil pada suhu yang diinginkan, perhatikan besar api kompor yang menghasilkan suhu tersebut dan gunakan itu sebagai pedoman. Keluarkan termometer, tukar tempatnya dengan loyang adonan. Tambahkan waktu panggang 5 menit untuk mengganti panas yang terbuang saat pintu oven dibuka.

Paiton, 13 Februari 2009
* Happy Birthday, Li'l Bro
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...