Saturday, February 28, 2009

Thanks God for Our New Gas Oven

Update per 27 Desember 2010
Pagi ini tiba2 aku menerima telpon dari Bima Boga. Rupanya ketika buka2 internet, ada yang sampai ke posting ini. Ceritanya si bapak dari Bima Boga (Bandung) ini ingin menjelaskan mengapa termometer oven tidak menunjukkan angka nol ketika oven dalam keadaan mati. Hal ini dikarenakan Bima Boga menggunakan air raksa yang sensitif terhadap suhu di luar oven (suhu ruangan). Hasilnya tentu lebih akurat.
Terus terang aku surprise ketika menerima telpon ini, karena oven kubeli di tahun 2009 dan sejauh ini sudah melayani pekerjaanku dengan baik. Terima kasih banyak untuk Pak Budianto yang sudah menyempatkan diri memberi penjelasan.
Bagi yang berkeinginan membeli oven Bima Boga atau sekedar mencari klarifikasi, bisa menghubungi Pak Budianti di HP 081 322 77 8786 atau 081 283 88096. (st)

Bersyukur................

Itulah perasaan kami berdua ketika oven gas baru kami sampai di rumah. Inilah oven kami yang ketiga, setelah menjalani fase memakai oven listrik dan oven tangkring. Kedua oven yang pertama sudah pernah menghasilkan duit, semoga yang ketiga ini juga membawa rezeki yang makin gede :))

Sejauh ini oven gas inilah yang paling mengesankan. Pertama karena kami harus menabung cukup lama untuk bisa membelinya (yang menjual tidak memberikan fasilitas kredit, harus tunai). Kedua karena dengan oven gas ini kami makin dekat lagi dengan impian kami menjadi bakul kue rumahan yang lebih profesional. It is time for better cakes, bigger cakes, more variety and innovation. Jadi ingat waktu belanja loyang gitar, nyampe rumah baru sadar kalau otangku kekecilan alias loyang gitarnya nggak muat!


Memang ini bukan oven yang terbaik apalagi termahal di dunia. Pembuatnya adalah produsen dalam negeri, bukan impor dari Cina atau Itali. Masih butuh waktu untuk mengetahui perilaku oven ini sampai bisa menghasilkan kue-kue yang sesuai dengan keinginan hati. Still .... it is one step closer.

Waktu membeli, cek atas bawah kiri kanan. Termostat kok nggak menunjukkan angka nol? Lho, kan suhu udara sekitar 27 °C, kata yang jual. Betul juga sih, tapi tetap ragu karena termometer oven tangkring tetap menunjukkan angka nol saat tidak digunakan. Cek selang regulator, baru tahu kalo pake selang yang bercabang dua karena untuk menghidupkan api atas dan api bawah.



Pertama kali beli, oven harus dipanaskan selama 30 menit (tanpa isi) untuk menghilangkan bau cat. Sempat terkejut waktu melihat ada percikan-percikan kecil. Ohh, rupanya itu sisa-sisa cat yang terbakar. Baunya cukup menyengat. Untung sirkulasi udara di daerah oven cukup baik. Ini foto partner tersayang waktu kutak katik oven untuk yang pertama kalinya. Sementara belum punya juru oven khusus, beliaulah andalan Dapur Solia hehe.




Cara penggunaan oven gas Bima Boga adalah sebagai berikut (dikutip dari manual):

1) Buka kran gas api bawah dengan posisi kran gas dibuka ½ sehingg api menyala kecil/ sedang pada pemakaian pertama selama 30 menit.

2) Jika posisi kran gas dibuka ½ menit masih belum menyala, buka sedikit demi sedikit sampai api menyala sedang.

3) Tujuan oven gas dibakar dengan api sedang pada pemakaian pertama untuk menghilangkan bau cat oven, selanjutnya pemakaian api dapat disesuaikan dengan panas yang dibutuhkan.

4) Api atas hanya digunakan untuk pembuatan lapis legit dan kue yang membutuhkan api atas.

5) Pemakaian panas oven: Jika kita memerlukan panas udara di oven sebesar 150 derajat, start pertama api harus mencapai di atas 150 derajat. Lalu kecilkan api sekecil mungkin agar suhu di dalam oven stabil di 150 derajat, jika api turun kembali dari 150 derajat, besarkan kran sedikit demi sedikit sampai suhu stabil.

6) Khusus pemakaian api di atas, jika menggunakan api atas, tutup oven harus dibuka/ angkat.

Catatan: aku berusaha selalu menyalin manual alat-alat yang aku beli di blog, berjaga-jaga jika suatu hari kertasnya hilang, aku masih bisa buka-buka lagi di internet. Untung yang dibeli bukan mesin cuci atau elektronik yang manualnya berhalaman-halaman itu :))


Paiton, 28 Februari 2009

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...