Kamis, 2009 Juli 16

Cheese Cream Brownies



Penasaran dengan rasanya, aku putuskan untuk bereksperimen dengan resep brownies panggang keju dari situs ini. Dari resep aslinya, adonan coklat aku kalikan dua (karena aku pake loyang 30 x 30 cm, aslinya loyang kotak 23 cm), sementara adonan keju krim tetap sesuai resep.

Cara membuat bropang ini cukup unik dan "merepotkan". Pertama, bagian dalam loyang HARUS dilapisi dengan aluminium foil, tidak boleh diskip atau diganti dengan kertas roti. Hal ini dikarenakan bropang ini memiliki tekstur yang agak lengket menyerupai melted brownies sementara bagian atasnya berupa krim lembut sehingga untuk mengeluarkan bropang ini dari loyang tidak bisa dengan cara dibalik, harus diangkat bersama dengan aluminium foilnya. Kedua, adonan bropang ini cenderung lengket bahkan setelah dimasukkan ke kulkas selama beberapa saat. Selalu siapkan serbet bersih yang dilembabkan di samping Anda ketika melakukan pemotongan kue. Adonan yang melekat di pisau akan merusak penampilan bropang yang akan disajikan. Ketiga, coklat harus benar2 coklat yang bermutu baik dan pahit, jangan disubstitusi dengan DCC yang mengandung gula. Jika "membangkang", bropang yang dihasilkan akan memiliki citarasa yang sangat manis.

Buat yang ingin mencoba, silakan lihat situs asli untuk versi bahasa Inggrisnya. Di bawah ini adalah versiku yang sudah disesuaikan untuk loyang besar. Maklum bakulan hehe. (st)


CHEESE CREAM BROWNIES
Original recipe: joyofbaking.com
Modified by: Shirley T



Bahan-bahan:
- Bahan A (Lapisan Coklat)

1 cup (226 gram) Butter
8 ounces (227 gram) Coklat pahit (tanpa pemanis), cincang kasar
2½ cup (500 gram) Gula pasir butiran halus
2 sdt Ekstrak vanili
4 butir Telur ayam ukuran besar
1 cup (140 gram) Tepung terigu serba guna
1/2 sdt Garam

- Bahan B (Lapisan Keju)

8 ounces (227 gram) Cream cheese, biarkan pada suhu ruangan
1/3 cup (65 gram) Gula pasir
1 sdt Ekstrak vanili
1 buah Telur ayam ukuran besar

Cara membuat:

1) Lapisi semua sisi bagian dalam loyang ukuran 30 x 30 x 3 cm dengan aluminium foil. Tidak usah disemir dengan mentega / tepung.

2) Panaskan oven pada suhu 160 °C, siapkan rak tengah untuk tempat memanggang.

3) Dalam mangkuk stainless steel (tahan panas), lelehkan mentega dan coklat cincang di atas wadah berisi air hangat suhu 40 °C (jika tidak memiliki termometer, tanda air mencapai suhu 40 °C adalah munculnya gelembung di dasar wadah berisi air, belum sampai bergejolak / timbul banyak uap air). Jangan mencairkan mentega + coklat di atas air mendidih atau api yang menyala karena warna coklat akan menjadi jelek, tidak kilap. Aduk-aduk hingga cair benar, angkat.

4) Masukkan gula pasir halus dan ekstrak vanili, aduk hingga rata.

5) Masukkan satu telur, aduk rata dengan sendok kayu. Masukkan telur satu per satu sampai telur habis. Pastikan adonan rata benar.

6) Masukkan garam dan terigu sedikit demi sedikit, aduk rata dengan sendok kayu (bisa juga dengan hand mixer kecepatan 1, tapi jangan dinyalakan terus menerus supaya adonan tidak mengembang menjadi bolu). Aduk hingga adonan menjadi rata, halus tidak bergerindil, kilap dan tidak menempel di sisi2 baskom kocok (kurang lebih 1-2 menit). Sisihkan ½ cup untuk dicampur belakangan. Tuang adonan coklat ke dalam loyang dan ratakan hingga ke sudut2nya menggunakan spatula.

7) Di wadah terpisah, kocok cheese cream (dengan hand mixer saja) yang sudah mencapai suhu ruangan hingga krim menjadi lembut dan mudah disatukan dengan bahan lain (tidak perlu sampai mengembang).

8) Masukkan gula, ekstrak vanili dan telur ke dalam adonan krim keju, kocok hingga tercampur rata (halus dan creamy).

9) Tuang adonan krim keju ini ke atas adonan brownies coklat, ratakan dengan spatula.

10) Untuk hiasan, ambil adonan coklat yang tadi disisihkan (½ cup) dengan sendok makan, tuang ke atas lapisan keju, kacaukan sedikit --jangan diaduk terlalu kuat-- hingga membentuk pola (bisa juga dimasukkan ke piping bag yang ujungnya dilubangi kecil, spuit ke atas adonan, bentuk polanya dengan tusuk gigi bersih).

11) Panggang selama 35 menit (aslinya 25 menit, di sini ditambahi karena lapisan coklatnya 2 kali resep aslinya). Lakukan tes tusuk. Ciri adonan yang sudah matang adalah sisi2nya mulai berubah warna, aluminium foilnya lepas dari sisi loyang. Bagian atas tidak perlu sampai coklat.

12) Dinginkan bersama2 dengan loyangnya. Setelah dingin, masukkan ke kulkas selama 2-3 jam. Jika sudah mengeras, keluarkan dari kulkas. Keluarkan brownies dari loyang dengan cara mengangkat aluminium foilnya. Potong2 sesuai selera (gunakan lap lembab untuk membersihkan pisau jika adonan menempel).

13) Hasil jadi: 25-30 potong.


Paiton, 17 Juli 2009


Sabtu, 2009 Juli 11

Birthday Cake to A Friend in Besuki


Cake ini dipesan oleh Fifi khusus untuk sahabat di masa kuliahnya yang tinggal di Besuki.

Modelnya sederhana sesuai dengan keinginan sang pemesan, cukup dihias dengan bunga2an. Berhubung kok kelihatan agak sepi bakul kuenya berinisiatif menambahkan ladybug dengan warna merah dan hitam yang mencolok.

Pengiriman dilakukan di Sabtu siang yang super panas. Untuk hiasannya cukup kokoh sehingga sampai ke tujuan dalam keadaan utuh dan selamat. Yang menerima agak terbengong-bengong, dikira pengiriman dari bakery di Surabaya. Hehehe, bakul kuenya dekat-dekat sini aja kok Bu, cuman di sekitaran Paiton.

Sepulang dari mengantar kue, bakulnya langsung tertidur pulas karena sisa begadang semalaman.

Semoga berkenan dan dapat mengeratkan kembali tali silaturahmi ya.


Paiton, 4 Juli 2009

Selasa, 2009 Juli 07

Lumpia Basah Isi Rebung ala Semarang

Dulu sewaktu pelanggan minta dibuatkan lumpia, aku sempat menolak dengan alasan susah mencari rebungnya. Ketika pelanggan yang sama meminta dibuatkan lumpia di kesempatan yang berbeda, masak mau ditolak lagi. OK deh, aku buatkan.

Mencari resep lumpia yang bisa diandalkan terus terang bikin deg-degan. Referensinya sedikit, keakuratan juga masih diragukan. Soalnya kalo ternyata nggak enak, stok rebungnya minim so harus nyari rebungnya lagi di tempat yang jauhhh. Di pasar tradisional dekat rumah bambu muda ini tidak selalu ada, jadi kalau mau beli harus pesan ke pasar di Probolinggo yang jaraknya 45 km. Tiba-tiba aku ingat Hanna, teman NCCer Surabaya yang koleksi buku masakannya rapi dan lengkap banget. Pasti dia tahu resep lumpia yang enak, lha wong Semarang asli jeh.

Ternyata betul. Malahan ini salah satu produk andalan beliau. Ibu yang baik hati ini memberi bocoran resep lengkap dengan tips dan triknya. Berkat semua sharing ilmu itu, proses pembuatan berjalan dengan lancar. Misalnya tentang cara bagaimana menghilangkan bau pesing pada rebung. Ternyata nggak rumit kok sodara2, cukup gunakan tawas, rebus, bilas. Hasilnya, rebung yang masih memiliki aroma khas rebung minus bau pesingnya. Hebat yaa!

Karena Hanna biasa pakai adonan kulit jadi dari Toko Chiko, untuk kulitnya aku browsing lagi dan nemu resep dari blognya Astri Nugraha. Atli, pamit mengutip resep kulit lumpia dan saos tauco manisnya ya. Kulit lumpia ala Astri ini warnanya lebih kuning dibanding kulit yang dijual di pasar/ toko dan lebih lama empuknya.

Ada kecelakaan kecil waktu menaruh adonan isi, ujung2 rebung yang masih tajam bikin beberapa kulit jadi sobek, padahal adonan isi sudah didinginkan benar sesuai dengan pesan Hanna. Akhirnya adonan rebung dirajang lagi supaya potongannya lebih kecil-kecil. Beres deh, selamat semua sampai lipatan lumpia yang terakhir.

Bagaimana hasil akhirnya? Yuhui, endang gulindang alias enak pol! Ada beberapa buah yang digoreng juga, ternyata sama enaknya dengan yang lumpia basah. Rasa udang dan ebinya berpadu dengan rebung yang enak kres-kres, dimakan dengan saos coklat dan ceplusan lombok, mmmmh. Ini sambil ngetik ngiler sendiri sampe keyboard jadi basah hehe.

Dengan seizin yang empunya, aku sharing resep lumpia basahnya di bawah ini. (st)


LUMPIA BASAH
Original recipe by Hanna Keluarga Cinta
Modified by Shirley Dapur Solia




Bahan-bahan:

Bahan Kulit:

220 gram Tepung terigu protein rendah
120 gram Tepung beras
200 gram Telur utuh (kurang lebih 4 butir, memanfaatkan sisa stok putih telur juga bisa)
700 ml Air
150 ml Minyak goreng
1 sdt Garam
1 sdt Kaldu ayam bubuk

Bahan Isi:

1 kg Rebung, rajang halus / cincang kasar, rebus dengan tawas, bilas, rebus dengan air bersih 2 kali sampai bau pesingnya hilang, tiriskan
5 buah Bawang putih, cincang
3 buah Telur ayam utuh, beri garam sedikit, jadikan scrambled egg
100 gram Dada ayam, rebus, cincang halus
200 gram Udang utuh, bersihkan, potong tiap ekor menjadi 2-3 bagian
25-30 gram Ebi, rendam dengan air panas, ules halus
4 sdm Kecap manis
2 sdt Garam (atau sesuai selera)
2 sdm Gula pasir (atas sesuai selera)
1 sdt Merica (atau sesuai selera)
1-2 sdm Saos tiram
4 sdm Minyak goreng
Air sedikit

Bahan Saos:

* Versi I menggunakan gula merah cair saja


Gula merah
Air
Bawang putih cincang
Garam
Maizena

* Versi II menggunakan tauco

1 sdm Minyak goreng
5 siung Bawang putih, haluskan
10 sdm Tauco manis, haluskan
2 sdm Saos tomat
2 sdt Gula pasir
1/2 sdt Merica bubuk
1/2 sdt Garam
250 ml Air
2 sdm Maizena, larutkan dengan 4 sdm air

Lain-lain:
Lombok rawit
Bawang daun yang kecil batangnya, bersihkan


Cara Membuat:
Kulit:
1) Campur terigu, tepung beras dan telur hingga agak rata. Masukkan air, garam, kaldu bubuk, minyak goreng, aduk sampai tercampur dan halus. Saring jika ada grindilan yang tidak diinginkan.
2) Panaskan wajan dadar teflon ukuran 20cm, masukkan 1 sendok sayur adonan, buat menjadi dadar yang tipis.

Isi:
3) Tumis bawang putih dan merica dengan sedikit minyak hingga harum.
4) Masukkan ebi, udang dan ayam cincang, masak hingga berubah warna.
5) Masukkan rebung.
6) Bumbui dengan kecap, garam, gula. Masukkan air (sedikit saja, ± 1/2 cup, supaya tidak gosong dan lengket ke wajan dan membantu bumbu meresap).
7) Masukkan scrambled egg
8) Tambahkan saos tiram (sengaja saos tiram dimasukkan belakangan karena jika kena minyak goreng terlalu lama akan ada aroma sangit)
9) Aduk rata, tutupi dengan tutup wajan / panci, biarkan. Sesekali buka tutupnya dan aduk2. Tes cicip. Biarkan sampai air habis dan bumbunya meresap, matikan kompor.
10) Dinginkan sebelum dipakai (jika dipakaikan dalam keadaan panas, kulit lumpia akan pecah/ robek)

Saos:
Versi I:
11) Hancurkan gula merah, beri sedikit air hingga gula mencair. Saring.
12) Jerang lagi gula merah cair, masukkan cincangan bawang putih, bubuhi garam sampai asinnya pas sesuai selera
13) Kentalkan dengan maizena.

Versi II:
- Panaskan minyak, tumis bawang putih sampai harum, masukkan tauco, saos tomat, gula pasir, merica, garam sampai mendidih. Masukkan larutan maizena, aduk hingga mengental

Penyelesaian:
14) Masukkan 2-3 sdm adonan isi, lipat kulit lumpia seperti amplop (dari pengalaman, paling bagus lipat sisi kiri dan kanannya, lalu gulung)
15) Hidangkan dengan cabe rawit, saos coklat dan bawang daun yang sudah dibersihkan
16) Jika memungkinkan, simpan sisa lumpia yang belum dimakan di wadah yang agak berhawa supaya tidak keringatan (misal di besek)

Catatan (revised on 8 Jul 2009):
Satu kilo rebung bisa menghasilkan 25-28 buah lumpia ukuran besar (adonan isi = 2 sdm munjung), atau 35 buah lumpia ukuran mini. Jika akan dijual, timbang adonan isi terlebih dahulu untuk menentukan berapa berat adonan isi yang diinginkan. Jika kurang dari kebutuhan, tambahkan scrambled egg.

Sumber ide:
1) Resep Keluarga Cinta
2) Resep Keluarga Nugraha


Paiton, 7 Juli 2009
Shirley
Email: dapur.solia@gmail.com
YM: shirleythe_24may1975
Google Talk: shirley.theresia
Phone: 0811354270

* only hours from the election day

Jumat, 2009 Juni 19

Sosis Solo

Pertama dengar istilah sosis solo dari milis. Sempat mikir, kayak apa sih tampangnya. Lalu sewaktu menjaga hubby sewaktu sakit, aku mencoba nasi pecel di pecel di depan RS. Eh, ada susu kedelai dan sosis solo hangat. Enak ya ternyata!

Resep di bawah ini dipopulerkan oleh Pak Sahak Pribadi, seorang praktisi kuliner di Jakarta. Belum pernah bertemu langsung, cuman pernah bertukar email sewaktu menanyakan tips membuat kulit amris yang oke. Konon resep ini sudah banyak menjadi andalan NCCer, khususnya mereka yang membuka cafe atau menerima pesanan penganan kecil.

Sosis solo ini pengerjaannya menyerupai risoles hanya saja kulitnya tidak dibalur dengan tepung panir, cukup kocokan telur saja. Untuk membuat kulit sosis yang cukup tipis, pastikan adonannya tidak terlalu kental (tambahkan santan cair sedikit2 -- tiap 2 sdm -- jika adonan terlalu kental). Kulit yang tebal akan menyulitkan kita dalam proses pelipatan karena mudah robek.

Resep berikut sudah dicoba dan menuai pujian dari penikmatnya. Isi akhir pekan Anda dengan membuat sosis solo ini. Masukkan sosis solo yang belum digoreng ke dalam freezer, sebagai cadangan jika sewaktu2 ada tamu datang bertandang, tahan hingga satu minggu. (st)


SOSIS SOLO
:: Recipe by Sahak Pribadi ::




Bahan-bahan:
Bahan Kulit:

300 gram Tepung terigu protein rendah
4 butir Telur utuh
30 gram Margarin, cairkan
1 sdm Gula
400 cc Santan cair (kurang lebih, penggunaan sesuai kekentalan adonan)

Bahan Isi:
300 gram Ayam giling
2 buah Bawang merah, haluskan
1 buah Bawang putih, haluskan
½ sdt Merica
2 sdm Gula pasir
1 sdt Garam
2 buah Chicken powder / Maggi blok
1 sdm Margarin (untuk menumis)
100 cc Santan cair

Bahan untuk Penyelesaian:
2 butir Telur, kocok lepas (bisa juga memanfaatkan sisa putih telur)
Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat:
- Isi
1) Tumis bawang putih hingga harum, cemplungkan bawah merah, lalu masukkan ayam.
2) Bumbui dengan merica, garam, gula, chicken powder, dan santan hingga matang dan mengering.

- Kulit

3) Campur telur, tepung, garam, gula, aduk hingg rata
4) Masukkan santan cair sampai diaduk hingga halus (jika perlu, saring untuk menghilangkan gerindilan)
5) Tuang mentega cair, lalu aduk hingga licin
6) Dadar (lihat tips di bawah)

- Penyelesaian
7) Ambil selembar dadar, isi dengan adonan isi sebanyak 1 sdm, lalu gulung (jika dikerjakan dalam keadaan kulit masih hangat, kita tidak memerlukan putih telur untuk "mengelem")
8) Simpan dalam kulkas selama 1 jam
9) Celup dalam kocokan telur
10) Goreng hingga matang.
Hasil: 25 buah


Tips: - Gunakan wajan dadar teflon diameter 12 cm untuk menghasilkan sosis solo yang kecil. Gunakan wajan dengan diameter yang lebih besar (16cm) jika ingin menghasilkan sosis solo seukuran risoles. - Selalu panaskan wajan terlebih dahulu, baru tuang adonan. Jika panasnya cukup, maka adonan tersebut akan langsung mengulit. Jika terlalu panas, angkat dulu dari api sambil tetap diputar2 supaya adonan memenuhi seluruh dasar wajan baru kembalikan ke atas kompor untuk mematangkan. - Gunakan sendok sayur yang sama untuk menghasilkan kulit dengan lebar yang konsisten. Sosis kecil = 3/4 sendok, sosis besar = 1 sendok penuh.

Paiton, 20 Juni 2009

Minggu, 2009 Juni 14

Fruit Cake



Sudah beberapa hari aku dibuat nggak enak tidur. Gara-garanya ada pesanan untuk fruit cake dan aku belum menemukan resep yang pas dengan kebutuhan. Resep fruit cake yang banyak beredar umumnya bersumber dari Christmas fruit cake yang mengandung alkohol. Beberapa hari aku mengutak-atik resep fruit cake dari situs favoritku, namun tidak menemukan solusi yang pas (terlebih lagi jenis fruit cake karya Nigel Slater/ Stephanie Jaworski ini harus "diperam" dulu dalam kulkas selama beberapa waktu sambil sesekali disiram dengan brandy).

Sampai akhirnya aku menemukan kertas kursus NCC, dan di samping resep butter cake ada tulisanku sendiri: + 100-200 gram buah kering. Jrengggg! Ya ampun kok bisa lupa ya. Pound cake kan bisa dengan mudah dimodifikasi menjadi fruit cake. Jadi pengen niru gayanya Hanna Keluarga Cinta: eureka! *kedua tangan dikepalkan ke atas

Buka kulkas dan peti bahan, aku berhasil mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat fruit cake hasil imajinasiku. Mulailah proses pengocokan. Waktu memasukkan telur, suami sempat komentar: kok encer ya. Duh, jadi deg-degan. Apa karena ada parutan kulit jeruknya? Kalo gagal gimana ya, habis belanja dulu dong sebab persediaan yang ada pasnya untuk satu resep saja. Nekad aja deh, coba aja dulu.

Selama pengovenan, ruangan menjadi harum oleh aroma jeruk. Segar. Setelah cake jadi, tadinya aku nggak berminat untuk mencoba. Penyebabnya, aku kurang suka dengan citarasa kismis. Namun melihat suami mengunyah-ngunyah, kok sepertinya enak ya. Aku iris separuh dan kulahap. Ya amplopp, bener enak! Manisnya gula palem, segarnya jeruk keprok dan gurihnya kacang ternyata cocok. Jadi semangat deh jualannya hehe.

So, untuk teman-teman semua aku persembahankan: fruit cake ala Dapur Solia. Give it a try :))


FRUIT CAKE
:: Modified by Shirley ::



Bahan-bahan:

8 butir Kuning telur
6 butir Putih telur
250 gram Margarin
50 gram Gula pasir
200 gram Gula palem
250 gram Tepung terigu protein sedang

Untuk isian:

1 sdm Parutan kulit jeruk (aku pakai 1 buah jeruk sunkist)
1 bungkus kecil Sukade (isi 4 warna: hijau, kuning, merah, jingga)
100 gram Kismis, rendam dalam air hangat, setelah lunak tiriskan dan potong kecil-kecil, lalu taburi / aduk dengan sedikit terigu
40 gram Kacang tanah, oven selama 10 menit, cincang
20 gram Almond (remukannya saja tidak apa-apa, yang utuh dipakai untuk brownies :) )
1 kaleng kecil Jeruk kupas (aku pake merek Wilmond), ambil separuhnya untuk isian, sisakan separuhnya lagi untuk topping

Cara Membuat:

1) Siapkan loyang satuan kecil/ loyang muffin, letakkan paper case di atasnya.
2) Nyalakan oven, set di suhu 180 °C.
3) Kocok margarin, gula putih dan gula palem hingga tercampur rata.
4) Masukkan telur satu per satau, kocok lagi hingga menjadi adonan yang homogen. Matikan mixer.
5) Ayak terigu ke dalam adonan, aduk balik dengan spatula.
6) Masukkan 2/3 kacang tanah dan almond ke dalam adonan (sisakan sedikit saja untuk topping), aduk balik.
7) Tuangkan adonan ke dalam loyang satuan / loyang muffin.
8) Taburi masing-masing dengan kismis, sukade, sisa kacang, dan satu buah jeruk
9) Panggang selama ± 40-45 menit pada suhu 180 °C
10) Keluarkan, dinginkan. Saat menghidangkan, letakkan 1 buah jeruk di atasnya untuk pemanis.
Hasil jadi: 23-24 buah

Catatan:
- bahan isian boleh dimodifikasi dengan buah-buahan kering & kacang2an lain sesuai selera. Sebagai patokan, jumlah bahan isian kurang lebih 200 gram
- supaya kismis tidak ambles ke dasar adonan, aduk terlebih dahulu dengan sedikit terigu (± 2 sdm).

Paiton, 14 Juni 2009

Sabtu, 2009 Juni 13

Kroket Kentang

Demi mengembangkan usaha, aku memutuskan untuk lebih menekuni bisnis makanan kecil. Sebelumnya sempat terbayang kerepotan yang harus dijalani jika dibandingkan dengan membuat cake besar. Setelah dijalani, ternyata oke saja kok. Malah keluarga ikutan senang karena mereka juga mendapat "jatah preman" hehe.

Resep berikut ini kuambil apa adanya dari web NCC, tanpa modifikasi. Sengaja aku timbang dengan timbangan digital untuk meyakinkan bentuk yang seragam. Hasilnya kroket yang gede, mantap dan enak banget.

Sesuai resep NCC, selain kentang aku juga menambahkan tepung kentang (mashed potato). Fungsinya untuk memastikan adonan melekat dengan sempurna dan tidak pecah saat digoreng.


KROKET KENTANG ALA NCC
:: Recipe by Fatmah Bahalwan ::



Bahan Isi:

¼ kg Daging sapi, cincang, sangrai (tanpa minyak)
100 gram Wortel, kupas, rebus, potong halus
100 gram Buncis, buang serat2 di sampingnya, rebus, potong halus
2 sdm Bawang merah goreng
2 sdm Kecap manis
½ sdt Lada
½ sdt Vetsin
2 sdt Garam
1 sdm Gula

Cara Membuat Isi:

Tumis semua bahan dengan sedikit minyak


Bahan Kulit:


2 kg Kentang tes (bisa diperoleh di supermarket)
3 butir Kuning telur
2 sdm Mentega / butter
3 sdm Susu bubuk
250 gram Tepung kentang (bisa diperoleh di TBK)
½ sdt Chicken powder (aku pakai Maggy)
3 sdt Garam (peres saja)
½ sdt Pala
½ sdt Lada

Terigu untuk melapis
Kocokan putih telur
250 gram Tepung roti
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat Kulit:

1) Kukus kentang lalu goreng, haluskan
2) Campur dengan kuning telur, butter, susu bubuk, tepung kentang, chicken powder, garam, pala dan lada, aduk hingga rata benar. Cicipi untuk memastikan asin dan gurihnya cukup.
3) Ambil satu genggam adonan (± 35 - 45 gram), pipihkan, isi dengan bahan isi, bentuk bulat lonjong. Tips: gunakan sarung tangan plastik supaya lebih higienis dan tidak risih di tangan.
4) Gulingkan di tepung terigu, celup dengan putih telur, lalu gulingkan di tepung panir.
Tips: gunakan tangan kiri untuk mencelup ke putih telur, tangan kanan untuk memanir. Bantu dengan sendok makan untuk menyiram telur ke bulatan kroket. Dengan demikian kocokan putih telur tidak cepat kotor, tepung roti juga tidak banyak bergumpal.
5) Goreng dengan api sedang hingga kuning kecoklatan.

Hasil jadi: 36-38 potong, dengan berat per potong (adonan kentang saja, sebelum diberi isi) = 45 gram.


Tambahan tips:


- goreng kroket dalam minyak banyak sampai terendam seluruhnya. Jika bagian atasnya tidak terendam, akan terjadi perbedaan tegangan permukaan antara bagian bawah dan atas sehingga kroket akan "crack" saat dibalik.
- untuk penggorengan dalam jumlah banyak, gunakan dua buah wajan. Jika minyak pertama sudah banyak mengandung rontokan tepung, matikan api, pindahkan minyak ke wajan baru, sisakan remahan di wajan pertama lalu buang ke tempat sampah.
- jika ada kroket yang belum digoreng, letakkan dalam wadah plastik, tutupi dengan plastik cling wrap, masukkan freezer. Saat akan digunakan, biarkan (thawing) kroket hingga mencapai suhu ruangan, lalu goreng seperti biasa. Tahan hingga sekitar 1 minggu.

Paiton, 14 Juni 2009

Selasa, 2009 Juni 02

Cupcakes for Goodie Bag

Ceritanya idealis, pengen menghadirkan berbagai macam goodie bag yang edible dan cantik dilihat. Meski cuman buat 30 buah, ternyata proses pembuatannya lumayan lama loh. Mulai dari Minggu sore sampai Senin pagi, sendirian soalnya.

Meski melelahkan, bermain dengan fondant memang sangat menyenangkan. Sekalian nyobain fondant tools yang dibeli di Toko Ny Liem Bandung. Untung udah punya, kalo nggak waks ... nggak kebayang.



So ceritanya sudah siap nih untuk nerima orderan cupcakes *wink-wink. Kalo ada yang perlu terutama untuk kastamer di wilayah paiton-Probolinggo-Situbondo-Bondowoso, silakan kontak di HP 0811354270 atau email dapur.solia@gmail.com.

Say it with cupcakes!

Paiton, 2 Juni 2009
From Dapur Solia, with love ....