Rabu, November 11, 2009

Aneka Resep Buttercream

Wah, seperti mendapatkan rezeki nomplok ketika para master baking bersedia berbagi resep buttercream mereka. Maklum, seenak apa pun kuenya kalo BC nya eneg pasti cita rasanya jadi rusak.

Di bawah ini adalah beberapa resep BC yang aku daptkan. Terima kasih buat mb Ani, mb Nenis, Yuli Kue Rumahan, Uni Dewi Anwar, Vivi Liong dan semua yang sudah berbagi. Catatan: jika ada resep yang oke lagi, posting ini akan aku edit. (st)

================

(1) Resep Buttercream ala Ani Lizzarni

Bahan:

250gr Mentega putih tawar
Catatan: kalo mau lebih enak ganti ½ mentega putih australi dengan Hollman Softcream
125ml susu kental manis
3sdm air garam
catatan: didapat dari 1 sdt yang dilarutkan di 1 cangkir air, aduk rata, lalu ambil 3 sdm
100gr gula pasir direbus dengan air garam
1sdm pasta vanili (Red Bell)

Cara membuat:
- Gula dicampur air garam, dimasak diatas api kecil hingga gula benar2 larut. Selagi panas segera campurkan dengan susu, jangan tunggu dingin. Kalo tunggu dingin gula akan menggumpal lagi.
- Setelah gula dan susu tercampur rata, boleh ditunggu dingin dulu baru masukkan mentega putihnya dan kocok sampe mengembang.
- Kalo mau ditambahkan Hollman softcream, kocok dulu campuran diatas, setelah tercampur baru holman dimasukkan terakhir.

Sumber:
Ani Lizzarni (via milis NCC)
http://lizzarni.multiply.com
http://kueratu.blogspot.com
http://ratu165.multiply.com

================

(2) Buttercream Icing ala Hollman

Bahan:

1000 gr Hollman Soft Cream
1000 gr mentega putih
750 gr gula buttercream/susu kental manis
50 susu bubuk full cream
50 cc rhum butter cream Toffieco (optional)

Cara Membuat:
1. Kocok semua bahan menjadi satu kecuali susu bubuk fullcream, kurang lebih 15 menit.
2. Masukkan susu bubuk full cream sambil diayak, kocok kembali kurang lebih 10 menit sampai mengembang dan halus.
3. Buttercream siap dipakai.

Note:
Hollman Soft Cream akan mengembang volumenya menjadi dua kali lipat setelah dikocok.

Sumber: kemasan Hollman Soft Cream

================

(3) ButtercreamLembut dan Tidak Eneg ala Nenis

Rasa Vanilla
1000 gr Mentega putih
250 gr Hollman softcream
350 ml Simple syrup / gula cair siap beli di TBK
1 kaleng Susu kental manis cap Enak
Vanilla cair secukupnya
Rasa Keju
Vanilla cair diganti dengan 100 gr cream cheese

Cara Membuat: 1) Kocok mentega putih hingga lembut
2) Masukan gula cair, kocok lagi
3) Masukan softcream nya, lalu susu, kocok hingga mengembang dan lembut
4) Terakhir masukan vanilla (atau keju), kocok lagi.
5) Siap digunakan.

Catatan: BC ini cukup kokoh untuk dijadikan mawar BC.


Selasa, November 10, 2009

There's Always Room for Delicious Klappertaart



One hundred and ten cups of klappertaart, consist nothing but delicacy.



Hmmmm .....

For recipe, see here.

Senin, November 02, 2009

Blackberry Cake

Sudah lama berharap bisa membuat Blackberry Cake. Pas bos ada yang dimutasi keluar negeri, kuputuskan untuk membuat ini sebagai farewell cake.


Edible image dipesan di Mbak Vita, dengan pelayanan yang sangat memuaskan :))



Semoga semakin banyak kesempatan untuk membuat cake 3 dimensi semacam ini.

Paiton, 2 Oktober 2009

Minggu, November 01, 2009

White Forest - And I Love You So

Sudah lama ingin bikin white forest. Akhirnya kesempatan itu datang juga ketika si kastamer menulis: 'minta yang romantis'. Ouww, bakul kuenya senang banget.

Dekornya pake coklat kruwel yang dulu diajarkan oleh Widya Hidayat. Mengeroknya harus pada temperatur yang pas (biasanya setelah pembungkus coklat baru dibuka atau setelah didiamkan sesaat di ruang ber-AC, jika lama dipegang coklat akan meleleh dan melekat di alat pengeroknya).

Supaya tidak terlalu pucat, diberi tulisan dan bunga warna pink. Coba bunga mawarnya lebih gede ya, pasti romantis abiss.


Semoga Anda berdua rukun-rukun selalu ya.

Paiton, 1 November 2009

Sabtu, Oktober 24, 2009

Dekorasi dengan Teknik Sablon

Salah satu teknik yang populer dalam menghias cake dengan buttercream adalah dengan teknik sablon. Teknik sablon itu menggambar langsung di atas cake dengan bantuan potongan2 gambar.



Berminat? Ikuti petunjuknya di bawah ini.

1) Cari gambar yang akan kita tiru, lalu cetak dua kali. Gambar A: untuk dipotong, Gambar B: untuk panduan.

2) Gambar A dipotong2 seperti puzzle (biasanya saya potongin sedikit2, kalo langsung semua suka lupa pasangan dan tempatnya di mana). Diletakkan di atas cake, lalu kita garisi sekelilingnya dengan tusuk gigi atau tusuk sate bersih. Begitu seterusnya sampai terbentuk gambar lengkap. Lalu mulai kita warnai dengan spuit bintang (untuk bidang yang besar) atau piping bag yang ujungnya dilubangi kecil untuk bidang2 yang sempit dan memiliki sudut. Gunakan Gambar B untuk mengecek bentuk dan warna.

3) Setelah bidang yang kita sablon selesai, lanjutkan dengan membuat border untuk tepi cake dan hiasan lain yang diperlukan (trimit, potongan coklat atau buah, dll).

4) Tips:
  • Supaya polesan BC tidak mudah terangkat karena lengket ke kertas, masukkan dulu cake yang sudah dipoles ke dalam kulkas barang 30 menit supaya mengeras.
  • Jika bagian atas sudah selesai, campurkan semua sisa BC yang senada (misal: kuning muda, kuning tua dan oranye) menjadi satu, aduk rata, lalu pake untuk border. Dengan begitu tidak banyak BC yang terbuang.
  • Jika sulit menghasilkan garis yang tipis, buatkan saja dulu bordernya sesuai dengan lubang piping bag. Lalu poleskan BC yang sewarna dengan bagian isi sehingga menumpuki kelebihan BC hitam yang tidak diinginkan.
5) Kelebihan dari teknik ini antara lain:
- gambar yang kita tiru bisa proporsional & mendekati aslinya karena dikopi bagian demi bagian
- kita bisa bebas bermain warna dan komposisi. Misalnya gambar kuning di gambar Naruto ini, saya memakai 4 gradasi warna kuning: kuning lemon untuk rambut, kuning diberi tetesan orange/ jingga untuk gradasi rambut & jaket, kuning ditetesi warna salem untuk mendapatkan warna kulit, kuning + salem + hitam/abu2 untuk mendapatkan bayangan muka.

6) Kekurangan dari teknik ini:
- pengerjaannya cukup lama sehingga labor cost jadi tinggi
- labor cost tinggi = harga jual lebih mahal

7) Beda dengan teknik Buttercream Transfer

Teknik sablon berbeda dengan BC transfer. BC transfer menggunakan bantuan selembar plastik dan lemari pendingin untuk menghasilkan gambar yang akan ditempelkan ke cake. Karena ada proses membalik gambar, otomatis bidang yang digunakan tidak bisa besar, maksimal sebesar kertas A4 yang muat di lemari pendingin. BC transfer menghasilkan gambar yang datar, tidak memiliki tekstur sementara teknik sablon memiliki tekstur seperti pada lukisan cat minyak.

Bu Fat mengajari saya teknik ini di dalam sebuah mobil dalam perjalanan dari airport Juanda ke rumah Hanna - dlm rangka saat kursus perdana di Surabaya bulan Januari 2009. Memberi contohnya dengan telapak tangan dan jari telunjuk saja. Dasar manjur, meskipun Bu Fat tidak menghadirkan cake dan BC yang sesungguhnya, beliau bisa menjelaskan dengan sangat jelas. Makasih ya Bu.

Paiton, 24 Oktober 2009

Jumat, Oktober 23, 2009

Naruto Cake for Fahri's 9th Birthday

Coba lihat gambar di bawah ini. Apakah ini sebuah lukisan?



Tettt, jawaban Anda salah! Hehe, kayak kuis aja. Ini adalah sebuah cake ulang tahun.


Cake ini dipesan oleh salah seorang tetangga. Paling demen deh ngerjakan orderan dari tetangga, soalnya pengiriman cuma makan waktu 5 menit hehe. Nggak pake stress kena guncangan kendaraan atau lubang di jalan.

Cerita sedikit soal pembuatan cake ini. Order dikonfirmasi Jumat siang, untuk dikirim hari Sabtu pukul 7 pagi. Kastamer minta hiasan Naruto. Huah, mefeett waktunya. Telpon hubby, untungnya mau bantuin untuk belanja kekurangan bahan yang tidak ada di rumah: buttercream dan topper. Pas pulang kerja, semua bahan sudah lengkap. Wah, makasih ya Sayang :).

Pas nyari-nyari ide, ketemulah dengan beberapa cake yang menarik di internet. Basic ideanya antara dua ini: wajah Naruto digambar dengan buttercream, atau layer cake ditutup fondant dan diberi topper Naruto. Dua-duanya aku kurang sreg. Cake dua dimensi tidak cukup eye catching untuk dipajang di depan ruangan yang banyak orang. Cake tiga dimensi bakal cantik, tapi aku cuman punya satu topper, nanti cakenya kosong dong. Bikin figurine udah nggak cukup waktu. Sempat mikir, andai punya edible printer udah aku kasih standing edible image yang cantik. Akhirnya aku memutuskan untuk mengiris sebagian dari ujung cake bagian depan, ditata seolah-olah undak2an atau bukit mini. Bidang yang besar digambar dengan teknik sablon, sementara topper dipajang di depan.



Evaluasi: komposisi warna sudah membaik dibanding proyek-proyek sebelumnya tapi border belum sip. Saking asyiknya free hand, waktu diajak mengikuti pola kok tangan ini nggak bisa rapi ya. Untuk pola border, aku mencoba motif baru dengan spuit 48 yang biasa dipakai untuk bikin keranjang, niru dari blog Kitchen Craft. Kok nggak mirip ya, hehe (lha Uni Dewi kok dilawan).



Setelah dikirim dan diperiksa, si bapak berkomentar: mbak, bisa diperbaiki sedikit ya. Ada apa, Pak? Anu, namanya Fahri. Gludaks! Karena malas buka sms, aku jadi salah menulis nama anak yang ultah. Untung bisa dikoreksi dengan cepat. Tapi udah nggak sempat foto ulang, jadi foto2 yang tercantum di sini masih menggunakan nama yang salah.




Ok untuk Fahri, selamat ulang tahun ke-9 ya. Semoga menjadi anak yang sehat, pandai, taat beribadah dan patuh pada guru dan orangtua. Pesan sponsor: semoga senang dengan cakenya :)))



Paiton, 24 Oktober 2009

Note: jika berminat memesan cake semacam ini, silakan hubungi Shirley di dapur.solia@gmail.com atau 0811354270.

Kamis, Oktober 15, 2009

Rendang Daging Perdana



Rendang adalah masakan resmi hari raya untuk kakak iparku yang di Jakarta (abang iparku adalah pria Minang so wajar sekali kalo rendang bikinan kakak top banget) dan ibu mertua di Pematang Siantar (di kampung beliau, rendang dimasak dengan santan yang diperas dari buah pohon kelapa milik sendiri, dimasak di atas tungku kayu bakar). Jika makan di warung padang, ketimbang disiram kuah santan aku lebih suka nasi dibubuhi bumbu rendang plus sambel ijo, sayur nangka dan rebusan daun singkong. Hmmm.... rendang memang top!

Memang aku lebih suka baking daripada cooking tapi sekali-kali memasak asyik juga. Apalagi kalo yang dimasak adalah menu kesukaan keluarga. Pilihanku kali ini adalah: rendang daging.
Resep di bawah ini aku contek dari blognya Dewi Anwar (thanks ya Uni). I have complete faith pada resep2 yang disharing oleh para subo NCC karena dari pengalaman rasa tidak pernah mengecewakan.

Proses memasaknya kusengaja menggunakan cara manual tanpa alat (kecuali saat menggiling bumbu karena takut tangan jadi kepanasan kena cabe). Tanpa blender untuk membuat santan, tanpa panci presto. Kayaknya lebih afdol kalau kali pertama dibuat dengan cara manual, biar lebih "menderita" hehehe. Aku perlu waktu 1 jam hanya untuk mengukur kelapa, plus 3 jam untuk mengaduk-aduk rendang sampai santannya mengeluarkan minyak dan mengering. Benar2 labor intensive ya hehe. Wajan nggak pernah kutinggal lama-lama karena takut dagingnya jadi gosong dan lengket ke kuali.

Hasilnya: sekilo rendang daging yang enakk. Memang tidak pedas karena di bumbunya tidak aku masukkan cabe rawit. Hubby dan Naomi sibuk mencuil-cuili rendang ini tiap kali berjalan mendekat ke meja makan. Asisten yang kuminta mencicipi matanya membesar ketika mengunyah sepotong daging rendang. "Enak, Bu."

Buat yang pengen ikut mencoba, silakan lihat resepnya di bawah ini ya. (st)


RENDANG DAGING
:: Resep: Dewi Anwar ::




Bahan2:

1 kg Daging gandik tanpa lemak, potong menjadi 25-28 bagian, cuci bersih dan tiriskan
3 butir Kelapa tua, buat santan kental (2-3 kali perasan dengan air hangat kuku, kira-kira 1800 cc)

Bumbu A - dihaluskan:

20 butir Bawang merah
10 butir Bawang putih
Seibu jari (= 6cm) Jahe
1 ons Cabe merah besar giling
1 sdt Merica putih
Jika suka pedas, tambahkan beberapa buah cabe rawit

Bumbu B:

Seibu jari lengkuas (laos), digeprek
3 batang Sereh, geprek bagian putihnya
3 buah Bunga pekak (bunga lawang, bentuknya seperti bintang)
5 lembar Daun jeruk
3 lembar Daun salam
2 lembar Daun kunyit, disobek2
Paling bagus jika menggunakan bumbu-bumbu yang masih segar, belum kering

Bumbu C - pelengkap:

1 sdm Kelapa serundeng (kelapa diparut memanjang, digongseng tanpa minyak sampai coklat, giling halus sampai keluar minyaknya)
1 sdm (kira2 25 gram) Hati sapi rebus, giling halus --> wajib ada
1 sdm Air asam
2 sdt Garam (atas sesuai selera)
1 sdm Gula (atau sesuai selera)

Cara membuat:

1) Ungkep daging dengan bumbu A (beri air sedikit saja), biarkan hingga air daging keluar. Terus ungkep sampai air kering (gunakan api kecil).

2) Tuang santan, masukkan bumbu B, aduk rata. Aduk santan dengan gerakan menimba hingga mendidih, jaga supaya tidak pecah. Gerakan menimba akan mencegah santan pecah.

Catatan: ketika mulai mengungkep daging, di panci terpisah aku merebus santan dengan api yang kecil sekali. Santan terus diaduk-aduk dan dibubuhi seujung sendok teh garam. Dari pengalaman, santan mentah rawan sekali menjadi kecut. Dengan cara ini rasa santan tidak berubah dan tidak mudah pecah ketika dimasak. Setelah santan mendidih, lanjut ke langkah 2.

3) Kecilkan api, masak hingga santan mengeluarkan minyak (warnanya kuning seperti mentega leleh atau minyak goreng di masakan bali).

4) Masukkan bumbu C termasuk garam dan gula. Cicipi dan koreksi sampai rasanya pas.

5) Masak terus sambil sekali-sekali diaduk supaya tidak lengket sampai rendang berdedak dan berwarna coklat (kira-kira 1 jam untuk 1 kg daging).

Selamat mencoba!

Paiton, 16 Oktober 2009