Tuesday, April 22, 2014

Cheddar Cheese Cake for Ghania

Cake keju lezat dengan topping jeruk mandarin. Untuk ultah gadis kecil bernama Ghania.

Cheddar Cheese Cake for Ghania

Happy birthday, Baby Ghania :)

Paiton, 22 April 2014

Tuesday, April 15, 2014

Soccer & Tapak Suci Cupcakes for Mikail's Birthday

Kerjaan minggu lalu. Orderan dari Denmark untuk sang ponakan di Probolinggo.

Cupcake Set for Mikail

Temanya sepak bola dan bela diri tapak suci.
Cupcake Set for Mikail

Yang ultah sekarang berusia 10 tahun. Cepat sekali anak2 menjadi besar ya *masgul
Cupcake Set for Mikail 

Happy birthday, Mikail. Buat Tante dan Mamanya, thanks for the order ya, Say.

Paiton, 15 April 2014

Monday, April 7, 2014

Capucino Cupcake Set

Cupcake ultah untuk ekspat nih ceritanya. Makanya pakai warna bendera negara Jerman. Dan karena yang ultah suka ngopi, makanya salah satu cupcakenya disulap jadi cupcake. Cool, uh?

Capucino Cupcake

Bagi yang suka bola pasti sudah hapal kombinasi warna hitam merah kuning ini kan.

Germany Colors Cupcake

Cerita sedikit untuk pembuatan cupcake bentuk cangkir kopi / capucino ini. Bikinnya dicicil selama 2 hari supaya  cupnya benar2 kering (pas orderan ini hujan lagi sering turun). Warna hijau yang kupilih ternyata memberi kesan "berat", tapi sekali dikuaskan nggak bisa lagi dibatalkan. Ok, move on aja. Untuk motif di atas cup, aku pilih mewarnai dengan Nutella supaya kesannya lebih 'creamy'.

Capucino Cupcake 

"Alles Gute zum Geburtstag!"

Paiton, 6 April 2014

Monday, March 31, 2014

Bustier Cupcake Set

Pesanan dari salah satu kastamer favorit :D

Bustier Cupcakes
Beauty comes in different colors and different shapes. Agree?
Biasanya kotak cupcake standar saja, pakai mika dan pita. Berhubung temanya bustier / lingerie, pitanya dijahit bentuk renda2. Judulnya ini bakul kue niat banget hihi. Cute ya :))

The Lace

Thanks for the order, Sweetie.

Paiton, 31 Maret 2014

Saturday, March 15, 2014

Rawon Daging (with recipe)

Rawon

Orang mengira kalau bisa bikin cake, pasti pintar masak. Tidak selalu benar, sodara2. Karena walaupun punya orang tua yang pernah bisnis katering, kepintaran memasakku hanya dua tingkat lebih tinggi dari menggoreng tempe dan bikin ayam masak kecap *menangispilu. Kalau ditanya mengapa, aku agak bingung menjawabnya. Mungkin justru karena sejak lahir aku selalu bersama orang yang jago memasak, maka aku tidak pernah benar2 berusaha untuk mencoba memproduksi makanan dari awal hingga akhir.

Semasa SD, tugasku antara lain menguliti kacang tanah yang sudah direndam air panas, mengupas dan membersihkan udang, kadang merajang bawang merah / putih / prei, mengiris dadu kentang dan wortel, membulat-bulati adonan bakso udang (mudah tapi enak), mengocok telur, membalur dengan tepung roti, menggoreng, mengaron nasi (waktu itu belum zamannya magic com), mengukus beras aron untuk bikin nasi, kadang bikin mi rebus, menghangatkan lauk, cuci peralatan masak dan berbagai pekerjaan pendukung memasak. Karena itu meskipun terbiasa pegang pisau dan berada di dalam dapur, yang kukuasai sebatas pekerjaan helper saja.

Sewaktu SMP aku mengikuti pelajaran tata boga dan mengalami kejadian yang memalukan. Aku tidak bisa membedakan mpon2 alias bumbu dapur! Bayangkan, anaknya ibu katering nggak bisa membedakan bumbu! Apa bedanya butiran merica dan ketumbar, lengkuas dan jahe, kunci dan kencur, aku nggak tahu. Kalau kunyit mudah, karena warnanya kuning. Kalau jahe asal segar masih bisa dicium aromanya yang khas, tapi kalau sudah kering baunya jadi samar dan membingungkan. Untung sekarang ketrampilan dasar itu sudah kukuasai. Kalau enggak malu sama suami dan anak :p

Bawang Merah Bawang Putih 

Bagaimana dengan sekarang? Lumayanlah (kalau nggak pede, buka aja catatan resep). Ndilalah aku ini kok beruntung selalu dapat asisten2 yang jago masak. Pulang kantor di meja sudah ada lauk matang tersedia (asisten rumah bekerja setengah hari, pukul 3 sore sudah pulang). Bukan hanya ketrampilan memasaknya yang aku hargai tapi juga database resep yang ada di ingatannya. Beberapa masakan yang tadinya aku tidak tahu, jadi tahu. Beberapa tanaman yang sering kami gunakan seperti daun jeruk, sereh, pandan, cabe kini tersedia di belakang rumah. Membaca resep dan menggunakan timbangan digital juga mahir. Benar2 memudahkan.

Resep yang akan aku share ini adalah resep dari salah satu asistenku. Mudah-mudahan cocok dengan selera Anda. (st)

RAWON
:: Sumber: Suningsih Dapur Solia 

Bahan2:
500 gram  Daging rawon
1500 ml Air untuk merebus
100 ml Air panas untuk merendam kluwek
Opsional:
1 buah Labu siam (manisa), belah dua, gosok2 untuk mengurangi getahnya, cuci bersih, kupas dan potong dadu agak besar

Bumbu halus:
8 buah (= 50 gr)  Bawang merah, kupas dan rajang kasar (boleh ditambah sesuai selera)
4 buah  (= 20 gr)  Bawang putih, kupas dan rajang kasar
1 buah Cabe merah besar, buang bijinya, rajang kasar
2 buah Kluwek, pecahkan kulitnya, ambil isinya
*jika jelek / putih / berjamur jangan dipakai, ganti dengan yang bagus

Kluwek
2 batang  Sereh, dikupas, ambil bagian bawahnya yang berwarna putih, geprek
3 lembar  Daun jeruk
1 cm (= 5 gr) Kunyit, pilih yang tua, bersihkan kulitnya
1 cm (= 5 gr) Jahe, bersihkan kulitnya
4 butir (= 12 gr) Kemiri yang sudah digoreng
1 sdm (= 5 gr)  Ketumbar butiran
Sejumput jinten (1/8 sdt atau kurang)
3/4 - 1 sdm Garam (atau sesuai selera)

5 sdm  Minyak goreng untuk menumis

Opsional:
Kaldu bubuk (Masako atau Royco, jika suka)
Bawang goreng untuk taburan
Bumbu Rawon
Bumbu-bumbu siap diulek

Cara Membuat:
1) Cuci daging (biarkan utuh), masukkan ke panci presto, beri air 1500 ml. Tutup panci presto, pasang  katup pengamannya, rebus selama 15-20 menit supaya setengah empuk. Jika sudah, matikan api, biarkan sampai uapnya habis (tidak mendesis), buka panci prestonya, sisihkan.
2) Rendam isi kluwek di air panas, biarkan.
3) Siapkan bumbu halus, ulek hingga lembut (tidak termasuk sereh dan daun jeruk). Beri sedikit garam kasar supaya menguleknya lebih mudah / tidak licin. Tiriskan kluwek (air rendamannya jangan dibuang), ulek bersama bumbu halus, ratakan dengan spatula.

Bumbu Halus
Bumbu halus dan kluwek yang telah diulek
4) Tiriskan daging rebus, potong dadunya. Simpan kaldunya.
5) Panaskan minyak goreng di wajan, tumis bumbu halus, masukkan sereh dan daun jeruk, aduk2 supaya tidak gosong. Pastikan supaya bumbu matang agar tidak terasa mentah. Setelah matang, masukkan air rendaman kluwek. Aduk-aduk, sisihkan.

Rawon
Tumis semua bumbu halus
6) Panaskan air kaldu, masukkan bumbu halus, masukkan daging yang telah dipotong kotak2. Beri garam. Menjelang mendidih, masukkan labu siam yang sudah dipotong kotak2.
7) Cicipi kuah rawon, sesuaikan rasanya (tambahkan garam dan kaldu bubuk, jika suka), biarkan mendidih selama beberapa saat supaya bumbu lebih merasuk dan kuahnya agak berkurang. Matikan api.
8) Siap dihidangkan. Beri pelengkap kecambah pendek, krupuk, telur asin, dan sambal terasi sesuai selera.

Rawon
Sambal Terasi
Sambal terasi

Paiton, 15 Maret 2014

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...