Showing posts with label Cookies. Show all posts
Showing posts with label Cookies. Show all posts

Saturday, November 29, 2014

Sofia the First Cookies - Hasil Ngelatbar Bareng NCC Surabaya 23 Nov 2014

Disclaimer / Aturan Pemesanan
Dapur Solia menerima pesanan decorated cookies (kukis hias) untuk ulang tahun dan lain-lain. Silakan menghubungi kami di nomor Whatsapp 0811354270. Mohon diingat karena produk ini membutuhkan ketelitian dan persiapan yang cukup panjang, waktu pemesanan paling lambat adalah 14 hari dari waktu pengiriman. Untuk kukis hias, kami tidak menerima order dadakan.

---oOo---

Sofia the First Cookies

Kukis dengan tema Sofia the First. Hasil ikutan latbar NCC Surabaya tanggal 23 November 2014 bareng Riva, Ika Susana dan teman2 NCC yang lain. Cakep-cakep banget ya.

Meski sebelumnya sudah pernah terima pesanan kukis, baru kali ini aku berani menggambar kukis wajah. Ternyata tidak sesulit yang aku kira, thanks to Rida for sharing the technique. Salah satu tips yang menurutku penting adalah: "Perhatikan detail contoh kukis sebelum Anda mewarnai. Jangan lupa point-point penting dalam gambar. Jika diperlukan siapkan contoh gambar agar bisa meniru gambar dengan baik." Siap, Bu!

Dalam beberapa hal, menurutku prinsip dekor kukis ini mirip dengan membuat gambar untuk buttercream transfer: buat outline untuk memudahkan, ketika mengisi (filling) sebaiknya ujung piping agak mengambang (tidak sampai menyentuh kukis) dan jangan terlalu banyak menarik garis-garis yang panjang supaya permukaan bisa mulus dan rata. Sisanya adalah mengolah kreativitas dan kesabaran.

Sofia the First Cookies

Selain diajari membuat kukisnya, tim pemateri juga menunjukkan bagaimana caranya mengemas produk secara rapi dan menarik. Keren pokoknya.

Sofia the First Cookies

Naomi ikut menemaniku di latbar itu. Di tengah2 acara dia berbisik boleh enggak ikutan menghias. Memang Naomi ini sejak kecil menunjukkan minat yang besar soal kerajinan tangan dan mampu duduk diam dalam waktu yang lama asal diberi aktivitas yang mengasyikkan. Ketika aku izinkan, dia membuat beberapa kukis, salah satunya kukis puri / castle berikut ini.

Sofia the First Cookies

Pretty neat, right :)  I am proud of you, Girl xoxo

Nah, sebagai penutup dari posting kali ini, aku kasih tebakan ya. Dari tiga kukis di bawah ini, ada satu yang dihias oleh Naomi. Dua yang lain adalah bikin bu gurunya dan satu lagi bikinanku. Yang manakah yang buatan Naomi, nomor 1, 2 atau 3? Silakan jawab di komen di bawah, yaaaa. Iseng-iseng nggak berhadiah, hihi.

Sofia the First Cookies

Buat Bunitia (Suzan, Mia, Juli, Diyah, Ika, Riva) dan semua teman2 yang sudah ikut meramaikan acara latbar, terima kasih banyak ya. Sampai ketemu di latbar berikutnya.

Paiton, 29 November 2014

Friday, August 16, 2013

Kue Kering Lebaran

Tahun lalu ketika meluncurkan produk kue kering, aku menamainya dengan Kurington, alias Kue Kering Buatan Paiton. Tadinya sih mau dikasih nama Kukerton, tapi setelah ditimbang-timbang nama Kurington sepertinya lebih komersial, lebih bernuansa Harry Potter hehe.

Jika Solia lebih sering diasosiasikan dnegan kue tart dan rerotian, maka Kurington memang dikhususkan untuk produk kue kering. Menamai produk dengan nama berbeda bukan praktek yang aneh di dunia pemasaran. Penamaan yang berbeda memungkinkan pemasar menerapkan strategi penjualan yang berbeda.

Untuk tahun ini, Dapur Solia membuat beberapa kue kering klasik seperti lidah kucing (rasa original dan moka), kaastengel, nastar (rasa original dan keju), sagu keju, putri salju, dan semprit (rasa original dan coklat). Sebagian dari produk tersebut sempat aku foto dan tunjukkan di bawah ini.

Assorted Cookies

Untuk para kastamer, terima kasih atas orderannya. Semoga berkenan dan semoga kue kering kami berhasil memeriahkan suasana hari raya Anda bersama orang-orang  terkasih.

Paiton, 16 Agustus 2013
*chaos in Egypt

Wednesday, August 14, 2013

Buket Kukis Hias (Decorated Cookies Bouquet)

Senangnya punya kastamer yang selalu menantang untuk maju dan mencoba sesuatu yang baru. Dari tahun lalu sebetulnya kastamer yang ini sudah menanyakan apakah Dapur Solia bikin kukis hias seperti kukis emoticon dll. Karena memang tahun lalu orderan banyak dan selesainya mepet hari raya, baru tahun ini bisa ngulik-ngulik kukis hias.

Buket Kukis Hias

Yang dipesan ada 2 tema: aneka satwa dan taman.

Buket Kukis Hias

Sebetulnya sih pemilihan tema ini disesuaikan dengan koleksi cutternya yang bikin hehe. Sebagian besar pakai cutternya Wilton. Yang bentuk anjing itu itu pakai cutter dari seri Vacation Girl in Paris. Ada juga yang pakai cutter oleh-oleh rekan blogger dari Timur Tengah.

Buket Kukis Hias

Buket Kukis Hias
 
Bikin kukis ini memulainya yang ribet, belum lagi persiapan packagingnya. Nah, kalau sudah duduk dan mulai dekor baru deh terasa asyiknya. Karena itu buat yang berminat pesan kukis hias, minimal harus sudah konfirmasi 3 minggu sebelumnya ya.

Buat Mbak Dewi makasih karena sudah menjadi pelanggan setia Dapur Solia.Tahun depan mau kok dikasih tantangan lagi :D

Buat semua teman-teman, Dapur Solia mengucapkan "Selamat Idul Fitri 1434 H, mohon maaf lahir dan batin. Kalau ada salah kata dan perbuatan, mohon diberikan maaf."

Buket Kukis Hias

Paiton, 14 Agustus 2013


Tuesday, July 16, 2013

Nastar

Salah satu dagangan Dapur Solia.

Nastar

Bikinnya ribet sih, ah yang penting rasanya enak *nyengir

Nastar

Paiton, 16 Juli 2013

Sunday, June 2, 2013

Qiana Birthday with Vacation Girl Cake & Decorated Cookies

Senang sekali menerima orderan dari Qiana dan Mamanya. Pestanya bertema "Vacation Girl / Barbie in Paris" dan seluruh pernak-permik pestanya mencerminkan tema ini. Dapur Solia diberi kesempatan untuk menyediakan cakenya .....

Vacation Girl in Paris: The Cake

.... dan juga decorated cookies-nya.
Vacation Girl in Paris: Decorated Cookies

Pesta yang meriah.
Qiana First Birthday

Selamat ulang tahun yang pertama, Qiana sayang.

Paiton, 2 Juni 2013

Saturday, September 1, 2012

Parcel Lebaran 2012

Parcel kue kering pada Lebaran kemarin. Dikirim untuk kolega kerja dalam rangka Lebaran 1433 H.

Paket Kue Kering Lebaran

Pak Henri, Bu Dyah Puspita, terima kasih untuk orderannya. (st)

Paiton, 1 September 2012


Thursday, November 18, 2010

KBB # 20: Bangket Imlek (a.k.a. Chinese New Year Kuih Bangkit)


Seumur-umur aku nggak pernah tahu, makan apalagi bikin kuih bangkit (atau lebih sering disebut bangket di milis NCC). Makanya waktu Riana Ambarsari menyerukan ajakan Bangket Week terus terang jadi keder juga. Berhubung ini juga merupakan tantangan dari Klub Berani Baking, berarti sudah ada dua alasan mengapa proyek bikin bangket ini harus dijalankan. OK deh, just do it.

Nah, sekarang masalah resep. Setelah 20 hari Bangket Week berjalan, sudah banyaaaaak banget yang laporan bangket susu, bangket kacang dan bangket jahe. Singkat cerita aku pengen sesuatu yang lain nih. Setelah browsing, aku putuskan untuk mencoba resep bangket jadul dari situs Citrus and Candy. Kalau di situs itu, dikatakan bahwa kuih bangkit adalah kue kering tradisional yang biasa tersedia saat Imlek di Malaysia dan Singapura. Kukis ini banyak dirindukan oleh orang China-Malaysia yang merantau ke Amerika & Eropa karena sulit diperoleh di perantauan.

Dari resep aslinya, tepung tapioka (kanji) aku ganti dengan sagu. Step by step aku ikuti dengan teliti kecuali step untuk menyangrai tepung selama 1¼ jam. Soalnya dengan disangrai selama 30 menit aja pandannya sudah jadi kering sekali dan berubah warna jadi putih (entah karena klorofilnya rontok atau mengering atau ketutupan warna putihnya tepung). Step lain yang tidak aku ikuti adalah membiarkan tepung selama 2 hari (udah nggak sabar, pengen cepat tahu hasilnya gimana).

Ditilik dari adonan dan hasil panggangan, kayaknya semua sudah benar. Adonan gampang dipulung, nggak kemepyar. Sudah ada retak2nya dikit. Waktu panas-panas dites Naomi kelihatannya juga enak banget. Pas aku yang nyicipin, hmmmmm ... kok kurang lumer ya. Harus digoyang2 sedikit dengan lidah supaya hancur. Manis dan gurihnya sudah cukup pas. Hubby ngasih komentar kalau yang di Medan biasanya mudah lumer dan ada sensasi kelapa parut kering saat digigit. Hmmm, berarti masih perlu disempurnakan lagi. Mungkin tepungnya tetap pake kanji aja ya, nggak diganti sagu.

All in all, my first experience making these cookies was not as sensational as I thought. Perhaps I should try Nadrah Shahab and Daniar's recipes first before I make up my mind whether these cookies are my kind of cookies. (st)

KUIH BANGKIT
:: Sumber: Citrus and Candy, dimodifikasi oleh Shirley ::

Bahan2:
550 gram  Tepung tapioka, disangrai-- aku ganti dengan sagu
(setelah disangrai ambil 420 gram untuk adonan, sisanya untuk menaburi cetakan supaya nggak lengket)
8 lembar  Daun pandan, potong jadi 3 bagian
2 buah  Kuning telor (kalo ditimbang sekitar 40 gram)
170 gram  Gula halus
140 - 160 ml  Santan (disesuaikan kekeringan tepung)
1/8 sdt  Garam
Pewarna merah & tusuk gigi untuk menghias

Cara Membuat:
1) Sangrai tepung bersama dengan potongan2 daun pandan dalam wajan selama 75 menit menggunakan api kecil, hingga tepung menjadi sangat ringan, tepung sedikit menguning dan daun pandan menjadi crispy. Dinginkan.


2) Alasi loyang pendek dengan kertas roti atau silpat. Panaskan oven di suhu 160 °C.
3) Kocok kuning telor hingga mengembang, masukkan gula halus dan tambahkan 70-80 ml santan. Kocok hingga rata.


4) Ayak tepung ke atas baskom bersih. Masukkan adonan telor & gula halus.

5) Secara bertahap, masukkan sisa santan, aduk dengan tangan sampai adonan menjadi homogen dan cukup kokoh untuk dicetak, tidak terlalu kering ataupun terlalu basah.

6) Beri sedikit tepung pada cetakan (bisa menggunakan kuas), ambil segumpal adonan, masukkan ke dalam cetakan dengan diberi tekanan secukupnya saja (jika terlalu padat, kukis akan menjadi keras, lengket dan susah dikeluarkan dari cetakan). Dengan bantuan sebuah pisau, buang kelebihan adonan. Ketukkan cetakan ke atas loyang sehingga adonan terlepas. Rapikan. Ulangi sampai semua adonan habis.

Catatan: jika takut adonan menjadi terlalu kering, tutupi dengan serbet bersih yang sudah dilembabkan dengan sedikit air.

8) Panggang selama ± 25 menit (bergantung ketebalan kukis). Dinginkan di rak kawat. Setelah dingin, beri sedikit pewarna merah untuk hiasan.  Simpan dalam toples yang tertutup rapat.




Catatan dari penulis resepnya (diterjemahkan bebas):
1) Jika tidak punya cetakan khusus untuk bangket, gilas adonan setebal 1 hingga 1,5 cm lalu cetak dengan cookies cutter. Semakin tebal, waktu panggang semakin lama.
2) Sisakan sedikit santan dan tambahkan ketika adonan menjadi kering (saya menyisakan 10 ml untuk batch yang terakhir, selain juga dengan menutupkan serbet lembab di atas adonan).
3) Jangan mengurangi waktu sangrai supaya rasa "mentah" dari tepung benar2 hilang (oops, me bad!)
4) Beda oven beda perilaku. Gauli oven Anda. Tes kukis dengan menggigitnya. Kalo belum matang, lanjutkan memanggang sebentar, lalu cek lagi. Bagian dalamnya harus matang benar tanpa ada bagian yang masih empuk (adonan yang belum matang).


Update per 19 November 2010:
Ahhh, ternyata laporanku diterima oleh para host KBB # 20 yang ceria. Di bawah ini tanda lulusnya. Terima kasih banyak yaaaa.


Paiton, 18 November 2010

Monday, September 6, 2010

Kukis Batik

Kukis batik pertama kali diperkenalkan oleh mba Peni Respati, home baker sekaligus seniman yang kukagumi. Ide dasarnya sebetulnya sederhana, yaitu butter cookies dengan rasa coklat yang dihias menggunakan royal icing warna coklat / tanah yang ditorehkan sedemikian rupa sehingga menghasilkan nuansa batik.

Kukis ini kubuat di injury time, yaitu kurang seminggu dari Hari Idul Fitri. Kastamernya teman2 kantor plus seorang nona yang direferensikan oleh Endang Paloepiningrum (trims yo Nyah).

Tidak mudah menggambar di kue yang luasannya cuma 3 x 3 cm. Ketika aku berambisi membuat motif parang rusak misalnya, hampir mustahil untuk memindahkan motif yang panjang aslinya hampir 15 cm itu (konon motif parang rusak yang asli batik tulis dibuat hanya dengan satu tarikan nafas supaya hasilnya indah). Walhasil yang aku lakukan sebetulnya adalah membuat fragmen2  dari sebuah batik yang utuh.Setiap fragmen hanya kubuat sekitar 25 keping dan semuanya dilukis satu per satu di atas kukis.


Terima kasih untuk Mbak Peni dan Citra Kusuma yang sudah menularkan  semangat membuat kukis batik ini.




Untuk teman2 yang merayakan, selamat hari raya ya.

Paiton, 6 September 2010

Friday, February 26, 2010

Butter Cookies

Sewaktu kopdar tanggal 21 Feb 2010 yang lalu, beberapa teman penasaran dengan kukis yang kubawa karena warnanya yang kuning cantik dan teksturnya yang kokoh. Nuraeni bahkan langsung ditodong oleh sang putri tercinta untuk membuat kukis lagi, supaya bisa dibagikan ke teman-temannya.

Kukis yang kupakai adalah dari bukunya Peni Respati yang berjudul "Kue Kering Hias". Aku menyukai kukis ini karena teksturnya yang kokoh. Berikut cuplikan resepnya. Silakan mencoba dan bersenang-senang! (st)

BUTTER COOKIES
:: Recipe by Peni Respati ::




Bahan:

750 gram Tepung terigu protein rendah
300 gram Mentega atau margarin (atau campuran keduanya, 1:1)
150 gram Gula halus kualitas baik
1 butir Telur
1 butir Kuning telur
1 sdm Tepung maizena
1 sdm Susu bubuk fullcream

Cara membuat:

1) Kocok mentega / margarin bersama gula halus hingga tercampur rata
2) Masukkan telur, aduk dengan spatula
3) Masukkan tepung maizena dan susu bubuk, aduk perlahan dengan spatula
4) Masukkan terigu sedikit demi sedikit, aduk dengan spatula hingga adonan kalis
5) Cetak dengan cookie cutter sesuai selera
6) Letakkan kukis mentah di atas loyang datar yang sudah dialasi kertas roti atau parchment paper
7) Panggang suhu 150 °C hingga matang, kurang lebih 20 menit
8) Dinginkan di atas rak kawat
9) Siap untuk dihias baik dengan royal icing maupun fondant

Tips:

- saat mengocok mentega dan gula, gunakan hand mixer dengan kecepatan 1, asal tercampur rata saja. Kita tidak memerlukan adonan yang mengembang untuk kukis.
- gunakan spatula untuk mengaduk, hindari pengadukan dengan tangan. Tubuh kita melepaskan panas yang menyebabkan mentega dalam adonan mencair.
- masukkan terigu secara bertahap, sambil dikira-kira tingkat kekerasan adonan. Jika terigu kurang, adonan akan lengket dan melebar saat dipanggang. Sebaliknya jika terigu terlalu banyak, adonan akan retak saat dipanggang. Gunakan terigu secukupnya, jika sudah pas sisa terigu tidak usah dimasukkan.


ROYAL ICING
:: Recipe by Peni Respati ::

Bahan:

250 gram Gula halus kualitas baik
60 gram Putih telur (kurleb = 2 butir telur)
1 sdt Cuka masak (biasanya langsung aku ganti dengan air jeruk nipis)
Pewarna makanan secukupnya sesuai selera
Air jeruk (dari lemon atau nipis, bila diperlukan untuk mengencerkan RI)

Cara membuat:

1) Pastikan gula halus tidak menggumpal. Bila perlu, blender dan ayak terlebih dahulu. Lalu kocok gula halus dan putih telur hingga kental
2) Tambahkan cuka masak / air jeruk, kocok lagi hingga kental dan kaku (catatan: kocok hingga kaku sekali untuk menghasilkan RI yang kental, kocok secukupnya untuk menghasilkan RI yang encer tanpa perlu penambahan air jeruk)
3) Bagi adonan menjadi beberapa bagian, bubuhi pewarna, masukkan ke plastik segitiga lalu ikat rapat
4) Siap untuk digunakan.

Catatan:
- menghias kukis adalah kegiatan yang membuat "ketagihan", waspadalah - waspadalah. Tidak percaya? Lihat foto di bawah ini :))








Paiton, 25 Februari 2010

Tuesday, June 2, 2009

Aneka Cookies Hias by Dapur Solia

Detretan cookies hias ini dijadikan goodie bag untuk ultahnya Naomi. Sayangnya yang sempat terfoto hanya sebagian.

Aku suka dengan yang satu ini, warnanya beraneka rupa.



Lagi kepengen melukis bunga dan sulur2an.



Cookie yang ini diminta oleh mbak Leha, sang MC. Buat kenang-kenangan katanya, karena ada nama NAOMI tertera di atasnya.



Jajaran kukies berbaris rapi menunggu pengovenan kedua.





Setelah dipacking rapi, siap untuk dibagikan.



Paiton, 2 Juni 2009
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...