Pas potong rambut beberapa minggu yang lalu, si hairdresser bertanya apakah aku bisa membuat kue. Selanjutnya ia bertanya apakah aku bisa membuatkan kue ultah kejutan untuk sang istri. Rupanya sang istri berulang tahun pada hari yang sama denganku cuma beda tahun saja.
Happy birthday ya. Semoga selalu rukun dan romantis.
Paiton, 27 Mei 2011
Friday, May 27, 2011
Thursday, May 26, 2011
Cheddar Cheese Cake for Mrs Accountant
Cake ini adalah buah tangan kami untuk seorang teman keluarga yang berprofesi sebagai akuntan. Dengar-dengar beliau senang dengan citarasa keju. Mudah-mudahan cocok dengan cheddar cheese cake dari Dapur Solia.
Bagiku pribadi hal lain yang membuat cake ini makin istimewa karena Naomi menjadi fotografernya. Meskipun sedang lesu karena serangan pilek tetapi Naomi menjadi bersemangat ketika ditawari untuk mendokumentasikan cake ini. Cukup oke kan? Dengan sedikit post-processing, hasil akhirnya tidak menunjukkan kalau foto ini dijepret oleh anak umur 6 tahun :)
So, please enjoy!
Paiton, 26 Mei 2011
Bagiku pribadi hal lain yang membuat cake ini makin istimewa karena Naomi menjadi fotografernya. Meskipun sedang lesu karena serangan pilek tetapi Naomi menjadi bersemangat ketika ditawari untuk mendokumentasikan cake ini. Cukup oke kan? Dengan sedikit post-processing, hasil akhirnya tidak menunjukkan kalau foto ini dijepret oleh anak umur 6 tahun :)
So, please enjoy!
Paiton, 26 Mei 2011
Sunday, May 22, 2011
Mewarnai Kulit Telur Rebus
Di masa kanak-kanakku di sebuah kota di Kalimantan Selatan, aku sering melihat telur-telur rebus yang diwarnai. Selalu dengan warna merah jambon menyala. Telur-telur rebus berwarna indah ini biasanya disisipkan di hantaran makanan ketika seorang bayi telah berumur 1 bulan atau sebagai bagian dari perayaan ulang tahun.

Bagaimana cara mewarnai telur sehingga menghasilkan warna yang rata dan bagus? Lihat rangkumannya di bawah ini. (st)
MEWARNAI KULIT TELUR REBUS
:: Disarikan oleh Shirley ::

Bahan-bahan yang diperlukan:
Telur sejumlah kebutuhan
Air untuk merebus dan merendam
Sedikit garam
Sedikit cuka (opsional) -- untuk dicampur ke air rebusan telur
Pewarna makanan sesuai selera
Cuka 1/2 botol -- untuk dicampurkan ke air rendaman sebelum telur diwarnai
Cara Membuat:
1) Rebus telur dengan air biasa. Anda bisa menggunakan telur ayam atau telur puyuh. Pastikan semua telur terendam air.
2) Untuk mengurangi banyaknya telor yang pecah, Anda bisa:
(a) menambahkan sedikit garam,
(b) menambahkan sedikit cuka,
(c) menggunakan api sedang -- bukan api besar.
Masak telur selama 10 hingga 12 menit.
Catatan: beberapa tips di internet menyarankan untuk merebus sampai air mendidih, menurunkan api hingga kecil selama 1 menit, lalu mematikan api dan membiarkan telur berada dalam air panas selama 10 menit. Terserah metode mana yang akan Anda pilih.
3) Setelah telur matang, angkat dan masukkan ke satu baskom yang sudah diisi dengan air dan cuka agak banyak. Pastikan seluruh bagian telur terendam.
4) Angkat telur yang sudah direndam dalam cuka. Tiriskan seperlunya lalu masukkan ke baskom lain yang sudah diisi air dan pewarna makanan. Pastikan seluruh bagian telur terendam. Biarkan selama beberapa menit sambil dibolak balik jika perlu.
Catatan: berdasarkan pengalaman warna merah dan hijau mudah melekat pada kulit telur. Warna-warna lain seperti jingga, ungu, biru, kuning dan lainnya relatif lebih sulit melekat. Solusinya: rendam lebih lama.
5) Angkat telur yang sudah diwarnai, tiriskan di atas rak kawat atau saringan. Jangan menggunakan baskom yang memungkinkan air menggenang di dasarnya karena ini akan menyebabkan telur (utamanya yang menempel ke dasar baskom) berwarna belang. Jangan dilap. Angin-anginkan hingga kering benar.
6) Siap untuk dikemas.
Paiton, 22 Mei 2011

Bagaimana cara mewarnai telur sehingga menghasilkan warna yang rata dan bagus? Lihat rangkumannya di bawah ini. (st)
MEWARNAI KULIT TELUR REBUS
:: Disarikan oleh Shirley ::

Bahan-bahan yang diperlukan:
Telur sejumlah kebutuhan
Air untuk merebus dan merendam
Sedikit garam
Sedikit cuka (opsional) -- untuk dicampur ke air rebusan telur
Pewarna makanan sesuai selera
Cuka 1/2 botol -- untuk dicampurkan ke air rendaman sebelum telur diwarnai
Cara Membuat:
1) Rebus telur dengan air biasa. Anda bisa menggunakan telur ayam atau telur puyuh. Pastikan semua telur terendam air.
2) Untuk mengurangi banyaknya telor yang pecah, Anda bisa:
(a) menambahkan sedikit garam,
(b) menambahkan sedikit cuka,
(c) menggunakan api sedang -- bukan api besar.
Masak telur selama 10 hingga 12 menit.
Catatan: beberapa tips di internet menyarankan untuk merebus sampai air mendidih, menurunkan api hingga kecil selama 1 menit, lalu mematikan api dan membiarkan telur berada dalam air panas selama 10 menit. Terserah metode mana yang akan Anda pilih.
3) Setelah telur matang, angkat dan masukkan ke satu baskom yang sudah diisi dengan air dan cuka agak banyak. Pastikan seluruh bagian telur terendam.
4) Angkat telur yang sudah direndam dalam cuka. Tiriskan seperlunya lalu masukkan ke baskom lain yang sudah diisi air dan pewarna makanan. Pastikan seluruh bagian telur terendam. Biarkan selama beberapa menit sambil dibolak balik jika perlu.
Catatan: berdasarkan pengalaman warna merah dan hijau mudah melekat pada kulit telur. Warna-warna lain seperti jingga, ungu, biru, kuning dan lainnya relatif lebih sulit melekat. Solusinya: rendam lebih lama.
5) Angkat telur yang sudah diwarnai, tiriskan di atas rak kawat atau saringan. Jangan menggunakan baskom yang memungkinkan air menggenang di dasarnya karena ini akan menyebabkan telur (utamanya yang menempel ke dasar baskom) berwarna belang. Jangan dilap. Angin-anginkan hingga kering benar.
6) Siap untuk dikemas.
Paiton, 22 Mei 2011
Easter Chocolate Lolly (with Edible Image)
Saat perayaan paskah di pertengahan bulan Mei 2011, aku membuat cokelat lolly ini untuk dibagikan kepada para muda-mudi. Sambutannya baik sekali.

Dibuat dari cokelat putih yang lezat dengan gambar2 bertemakan perayaan Paskah (aku sendiri tidak yakin mengapa kelinci dan telur menjadi primadona pada masa Paskah).

Cokelat lolly ini dengan mudah bisa dimodifikasi untuk isian goodie bag acara ultah dan lain sebagainya. (st)
Paiton, 22 Mei 2011

Dibuat dari cokelat putih yang lezat dengan gambar2 bertemakan perayaan Paskah (aku sendiri tidak yakin mengapa kelinci dan telur menjadi primadona pada masa Paskah).

Cokelat lolly ini dengan mudah bisa dimodifikasi untuk isian goodie bag acara ultah dan lain sebagainya. (st)
Paiton, 22 Mei 2011
Saturday, May 21, 2011
Brownies Kukus Coklat
Ini salah satu alternatif souvenir yang bisa dinikmati oleh penerimanya: brownies kukus coklat yang dikemas cantik. Dibuat dari coklat premium yang lezat dan tanpa bahan pengawet.

Jika diinginkan, Anda bisa memberikan pesan spesial di atasnya.

Untuk pemesanan dalam jumlah partai, dapatkan harga khusus.

Paiton, 21 Mei 2011

Jika diinginkan, Anda bisa memberikan pesan spesial di atasnya.

Untuk pemesanan dalam jumlah partai, dapatkan harga khusus.

Paiton, 21 Mei 2011
Black Forest with Pistachio
Ini kreasi Dapur Solia yang terbaru. Idenya karena pemesan menginginkan black forest yang bernuansa hijau seperti creative black forest yang ini.

Aksen hijau didapat dari coklat warna hijau, pita hijau, dan ........ kacang pistachio!


Berhubung dadakan, cake ini baru bisa diantar pukul 8 malam. Semoga bisa menggembirakan yang sedang ultah ya.
Paiton, 21 Mei 2011

Aksen hijau didapat dari coklat warna hijau, pita hijau, dan ........ kacang pistachio!


Berhubung dadakan, cake ini baru bisa diantar pukul 8 malam. Semoga bisa menggembirakan yang sedang ultah ya.
Paiton, 21 Mei 2011
Wednesday, May 18, 2011
Cutie Bear Cake
Yang ultah sang mama, tetapi beliau ingin membuatnya istimewa dengan membubuhkan foto sang buah hati tercinta. Edible image dipesan jauhhh dari Jakarta Selatan (makasih ya Bunbun Ina), thanks to JNE bisa nyampe di Paiton tepat waktu.

Base cake dari cotton cake vanilla, full cover fondant, figurine beruang imutnya niru mainannya Naomi (nggak mirip2 amat sih). Aksen bunga tempel dibuat dengan menggunakan cetakan Wilton yang sudah lama ketlisut dan barusan ketemu lagi.


Aku selalu bingung menempatkan lilin, makanya kali ini aku tempatkan di samping2 saja, beralaskan fondant berbentuk kotak dan dihiasi bunga-bunga kecil.

To Mrs T, happy Birthday ya.
Paiton, 13 Mei 2011

Base cake dari cotton cake vanilla, full cover fondant, figurine beruang imutnya niru mainannya Naomi (nggak mirip2 amat sih). Aksen bunga tempel dibuat dengan menggunakan cetakan Wilton yang sudah lama ketlisut dan barusan ketemu lagi.


Aku selalu bingung menempatkan lilin, makanya kali ini aku tempatkan di samping2 saja, beralaskan fondant berbentuk kotak dan dihiasi bunga-bunga kecil.

To Mrs T, happy Birthday ya.
Paiton, 13 Mei 2011
Cheddar Cheese Cake
Cantik sekali bukan? Rasanya pun luar biasa enak. Diamkan semalam di dalam kulkas untuk mengeluarkan rasa manis-gurih yang maksimal dari keju cheddarnya.
Diorder oleh pelanggan untuk suguhan tamu VVIP-nya. Terima kasih ya.
Paiton, 13 Mei 2011
Diorder oleh pelanggan untuk suguhan tamu VVIP-nya. Terima kasih ya.
Paiton, 13 Mei 2011
Super Nutty Brownies
Hmmm .... brownies panggang yang satu ini memang bikin merem melek. Isiannya kacang tanah, kenari, mente, almond slice dan pistachio (that's right! that-heavenly-greeny-special-treat-nut). I skipped the hazelnut simply because there was no more space for it in the pan!
Love it, love it!
Paiton, 13 Mei 2011
Saturday, May 14, 2011
Art Knives
Ketika kita sering mengerjakan dekor dengan fondant, maka penggunaan alat2 yang tepat akan mempersingkat waktu. Karya yang dihasilkan pun bisa lebih seragam dan memiliki presisi yang baik. Alat yang kufoto di bawah ini namanya art knife (jamak: art knives). Sebenarnya ini bukan eksklusif alat untuk membentuk rolled fondant karena ia justru banyak dipergunakan untuk scrapbooking. Ujungnya yang meruncing tajam memungkinkan kita melakukan manuver pada sudut yang sempit, seperti ketika melubangi bagian atas dari aksara "A". Fitur inilah yang membedakan art knife dari silet biasa. Selain itu pegangannya pisaunya juga mantap.
Harga art knife bermacam-macam bergantung pada bahan yang digunakan dan jumlah variasi bilah pisaunya. Art knifeku kubeli dari Gramedia Malang. Harganya berkisar Rp 150rb-an. Ada juga yang harganya berkisar Rp 50-60rb-an. Menurutku yang harganya di bawah Rp 100rb pun sudah memadai karena fondant bertekstur lunak dan tidak membutuhkan banyak tenaga untuk membentuknya.
Dari berbagai bilah pisau yang disediakan, yang paling sering dipakai hanya yang ujungnya meruncing (di foto di bawah = bilah yang terpasang di bodynya).
Semoga foto dan penjelasannya bermanfaat.
Paiton, 14 Mei 2011
Harga art knife bermacam-macam bergantung pada bahan yang digunakan dan jumlah variasi bilah pisaunya. Art knifeku kubeli dari Gramedia Malang. Harganya berkisar Rp 150rb-an. Ada juga yang harganya berkisar Rp 50-60rb-an. Menurutku yang harganya di bawah Rp 100rb pun sudah memadai karena fondant bertekstur lunak dan tidak membutuhkan banyak tenaga untuk membentuknya.
Dari berbagai bilah pisau yang disediakan, yang paling sering dipakai hanya yang ujungnya meruncing (di foto di bawah = bilah yang terpasang di bodynya).
Semoga foto dan penjelasannya bermanfaat.
Paiton, 14 Mei 2011
Monday, May 9, 2011
Princess Belle Cake for Karima
Menurutku, untuk menggambarkan putri Disney yang cantik secara proporsional, ada 2 teknik yang cocok dan akurat. Pertama dengan menggunakan edible image, kedua dengan menggunakan BC transfer. Aku memilih teknik yang kedua untuk orderan kali ini. Base cake dari brownies kukus coklat yang nyoklat banget.
Terus terang aku mengerjakan order ini dengan sedikit resah dan gelisah. Pasalnya spuit andalanku raib tak tentu tempatnya. Walhasil aku hanya mengandalkan piping bag yang dipotong sedikit ujungnya untuk mengerjakan BC transfer ini. Mudah2an hasilnya sesuai dengan harapan yang ultah.
Happy birtday, Karima.
Paiton, 9 Mei 2011
Terus terang aku mengerjakan order ini dengan sedikit resah dan gelisah. Pasalnya spuit andalanku raib tak tentu tempatnya. Walhasil aku hanya mengandalkan piping bag yang dipotong sedikit ujungnya untuk mengerjakan BC transfer ini. Mudah2an hasilnya sesuai dengan harapan yang ultah.
Happy birtday, Karima.
Paiton, 9 Mei 2011
Marble Cake for Ms E.H.
Di sela-sela pelatihan kantor aku berkenalan dengan manajer pelatihan dari pihak penyedia. Setelah ngobrol ngalor ngidul, tahulah dia kalau aku adalah bakul kue rumahan. Tiba-tiba dia bilang, "Mbak, aku pesan marble cake ya. Untuk bekal pas pulang ke Jakarta. Berangkatnya jam 6 pagi nih."
Setelah malamnya tidur cepat karena kondisi tubuh tidak fit, pukul dua malam aku terbangun. Rupanya alam bawah sadarku mengingatkan kalau ada orderan yang belum dikerjakan. OK, siap beraksi. Proses pengerjaan berjalan cepat, yang lama adalah acara menimbang bahan dan mengecek FB-nya hahaha. Pukul setengah 6 pagi, marble cake yang fresh dan lezat sudah sampai di tangan pemesannya untuk dinikmati sebagai sarapan pagi.
Marble cake buatanku sedikit naik dan meletus di bagian tengah. Ini memang sering terjadi jika kita memanggang menggunakan loyang tinggi (7 sampai 8 cm). Salah satu alternatif solusinya bisa dengan menggunakan loyang tulban. Dengan cara itu panas oven bisa penetrasi ke tengah adonan dan adonan bisa matang secara merata serta naik bersamaan. Cara lain adalah dengan menggunakan loyang yang lebih pendek (4 sampai 5 cm).

Untukku karena aku memang mengharapkan cake yang tinggi, permukaan yang naik itu kuatasi dengan meletakkan loyang kosong yang diberi beban berat (paling enak pake uleg2 batu) selama beberapa waktu di permukaan kue. Hasilnya, permukaan yang tidak rata bisa kembali cantik.
Resep di bawah ini adalah untuk 2 loyang loaf (sama dengan 20-22 potong). Kalau untuk dimakan sendiri, cukup buat 1/2 resep saja. Resep asli diambil dari simple marmer cakenya NCC, dengan modifikasi minor saja olehku. (st)
MARBLE CAKE
:: Inspired by Fatmah Bahalwan, Modified by Shirley ::

Bahan-bahan:
150 gram Mentega / butter (aku pake Orchid)
150 gram Margarin
190 gram Gula pasir
6 butir Telur utuh
2 butir Kuning telur
300 gram Tepung terigu protein rendah
2 sdt Baking powder
2 sdt Coklat bubuk
Cara Membuat:
1) Campur terigu dan baking powder. Aduk rata dan sisihkan.
2) Kocok butter dan margarin hingga lembut. Masukkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil tetap dikocok sampai adonan berwarna pucat, tercampur rata dan mengembang.
3) Dalam kondisi mikser tetap menyala, masukkan telur satu per satu.
4) Matikan mikser. Masukkan terigu dengan cara diayak sedikit demi sedikit (sekali masuk, cemplungkan 1/4 dari total jumlah terigu). Mikser dengan kecepatan M atau speed 1 yang dinyala-hidupkan beberapa kali.
5) Sisihkan 4 sendok makan adonan di mangkuk, aduk bersama dengan coklat bubuk.
6) Tuang adonan ke dalam dua loyang loaf ukuran 20 x 10 x 8 cm (boleh juga dengan ukuran 22 x 10 cm).
7) Sendokkan adonan coklat ke bagian atas adonan. Kacau sedikit ke atas & ke bawah untuk menghasilkan pola marble. Bisa juga menggunakan tusuk sate atau sumpit yang digerakkan memutar searah / berlawanan jarum jam.
8) Panggang dengan suhu 180 °C selama 40 menit. Tes tusuk untuk memastikan bagian dalam adonan sudah matang seluruhnya.
9) Potong2 dan hidangkan.
Tips & Trick:
- Untuk memudahkan gula bercampur dengan mentega, gula bisa diblender dulu.
- Ketika mengocok mentega dan gula, seringkali mentega terlempar ke dinding baskom atau tersangkut di whisker. Kembalikan mentega ke dasar baskom dengan menggunakan spatula.
- Hasil kocokan buttercake tidak akan setinggi sponge cake. Kocok secukupnya sampai mengembang tetapi jangan sampai overmix (yaitu kondisi di mana padatan dan cairan mentega terpisah)
- Ketika mengocok terigu, jangan terus menerus dan jangan menggunakan kecepatan tinggi. Jika dilanggar, dijamin cake Anda akan keras atau bahkan bantat.
- Setelah dites tusuk dan tidak ada adonan yang menempel, pindahkan loyang ke rak atas dan panggang lagi selama 5 menit. Ini untuk memastikan permukaan cake tidak basah dan mudah lepas.
Setelah malamnya tidur cepat karena kondisi tubuh tidak fit, pukul dua malam aku terbangun. Rupanya alam bawah sadarku mengingatkan kalau ada orderan yang belum dikerjakan. OK, siap beraksi. Proses pengerjaan berjalan cepat, yang lama adalah acara menimbang bahan dan mengecek FB-nya hahaha. Pukul setengah 6 pagi, marble cake yang fresh dan lezat sudah sampai di tangan pemesannya untuk dinikmati sebagai sarapan pagi.
Marble cake buatanku sedikit naik dan meletus di bagian tengah. Ini memang sering terjadi jika kita memanggang menggunakan loyang tinggi (7 sampai 8 cm). Salah satu alternatif solusinya bisa dengan menggunakan loyang tulban. Dengan cara itu panas oven bisa penetrasi ke tengah adonan dan adonan bisa matang secara merata serta naik bersamaan. Cara lain adalah dengan menggunakan loyang yang lebih pendek (4 sampai 5 cm).

Untukku karena aku memang mengharapkan cake yang tinggi, permukaan yang naik itu kuatasi dengan meletakkan loyang kosong yang diberi beban berat (paling enak pake uleg2 batu) selama beberapa waktu di permukaan kue. Hasilnya, permukaan yang tidak rata bisa kembali cantik.
Resep di bawah ini adalah untuk 2 loyang loaf (sama dengan 20-22 potong). Kalau untuk dimakan sendiri, cukup buat 1/2 resep saja. Resep asli diambil dari simple marmer cakenya NCC, dengan modifikasi minor saja olehku. (st)
MARBLE CAKE
:: Inspired by Fatmah Bahalwan, Modified by Shirley ::

Bahan-bahan:
150 gram Mentega / butter (aku pake Orchid)
150 gram Margarin
190 gram Gula pasir
6 butir Telur utuh
2 butir Kuning telur
300 gram Tepung terigu protein rendah
2 sdt Baking powder
2 sdt Coklat bubuk
Cara Membuat:
1) Campur terigu dan baking powder. Aduk rata dan sisihkan.
2) Kocok butter dan margarin hingga lembut. Masukkan gula pasir sedikit demi sedikit sambil tetap dikocok sampai adonan berwarna pucat, tercampur rata dan mengembang.
![]() |
| Campuran mentega dan margarin dikocok hingga lembut |
![]() |
| Mentega/margarin yang telah dicampur dengan gula dikocok hingga mengembang ringan dan berwarna pucat |
4) Matikan mikser. Masukkan terigu dengan cara diayak sedikit demi sedikit (sekali masuk, cemplungkan 1/4 dari total jumlah terigu). Mikser dengan kecepatan M atau speed 1 yang dinyala-hidupkan beberapa kali.
5) Sisihkan 4 sendok makan adonan di mangkuk, aduk bersama dengan coklat bubuk.
6) Tuang adonan ke dalam dua loyang loaf ukuran 20 x 10 x 8 cm (boleh juga dengan ukuran 22 x 10 cm).
7) Sendokkan adonan coklat ke bagian atas adonan. Kacau sedikit ke atas & ke bawah untuk menghasilkan pola marble. Bisa juga menggunakan tusuk sate atau sumpit yang digerakkan memutar searah / berlawanan jarum jam.
8) Panggang dengan suhu 180 °C selama 40 menit. Tes tusuk untuk memastikan bagian dalam adonan sudah matang seluruhnya.
9) Potong2 dan hidangkan.
Tips & Trick:
- Untuk memudahkan gula bercampur dengan mentega, gula bisa diblender dulu.
- Ketika mengocok mentega dan gula, seringkali mentega terlempar ke dinding baskom atau tersangkut di whisker. Kembalikan mentega ke dasar baskom dengan menggunakan spatula.
- Hasil kocokan buttercake tidak akan setinggi sponge cake. Kocok secukupnya sampai mengembang tetapi jangan sampai overmix (yaitu kondisi di mana padatan dan cairan mentega terpisah)
- Ketika mengocok terigu, jangan terus menerus dan jangan menggunakan kecepatan tinggi. Jika dilanggar, dijamin cake Anda akan keras atau bahkan bantat.
- Setelah dites tusuk dan tidak ada adonan yang menempel, pindahkan loyang ke rak atas dan panggang lagi selama 5 menit. Ini untuk memastikan permukaan cake tidak basah dan mudah lepas.
Friday, May 6, 2011
Shaun the Sheep Cake for Frida's 4th Birthday

Dari dulu kastamer yang satu ini memberi kepercayaan yang besar kepada Dapur Solia untuk menentukan detil cake yang akan dibuat. Setelah berkutat dengan ide Phineas dan Ferb, akhirnya pilihan dijatuhkan ke karakter domba dalam film Shaun the Sheep. Maklum, Frida si kecil yang ultah ini memang penggemar film kartun anak2.
Base cake dibuat dari cotton cake vanilla yang sangat empuk dan cover full fondant. Bagian samping dihias sederhana saja dengan fondant yang dibentuk seperti pagar kayu. Untuk pemanis ada bunga2 kecil berwarna menyolok. Aslinya sih, kalo aku perhatikan, di film Shaun the Sheep ini nyaris tidak ada warna merah. Yang ada hitam, putih, hijau, coklat, sedikit biru. Nggak papa deh, biar agak feminin dikit ya :))

Foto yang kubuat tidak terlalu memuaskan. Karena diburu2 waktu, aku sampai tidak memperhatikan kalau cahaya dari arah kanan tidak cukup, sehingga wajah Shaun tidak terekam dengan baik. Detil mulut tidak kelihatan, tertutup oleh bayang2 *menyesal
Anyway, acara potong kuenya berjalan lancar. Menurut mama yang ultah anak2 suka sekali. "Thanks mbak .. Sangat memuaskan. Anak2 very-2 happy."
Sama2, Mbak. Untuk si kecil Friday, happy 4th birthday yaaaa.

Paiton, 6 Mei 2011
Subscribe to:
Comments (Atom)









