Saturday, February 21, 2009

Donat Kelinci

Waktu mengikuti even Donat Week NCC, beberapa kali aku memancing teman-teman milis untuk membuat kreasi donat sayuran. Menjelang injury time, belum ada juga yang laporan kreasi yang satu ini. Akhirnya aku membulatkan tekad untuk mewujudkannya sendiri. Ternyata, oh ternyata, aku kalah langkah dari Camelia, miss host yang baik hati. Lihat nih kreasinya di sini. Dia juga pakai quick melt cheese dan black pepper. Haha, kok pikiran kita sama ya Mel ...

Berhubung semua bahan sudah lengkap, tetap kulanjutkan niatku untuk membuat donat sayuran. Nama "donat kelinci" kuculik paksa dari Camelia karena aku suka banget dengan istilah ciptaan dia ini, kedengarannya komersil dan mengundang rasa ingin tahu hehe...

Resep dasarnya pakai resep donat kentang NCC. Sayurannya pakai brokoli, wortel diparut halus, dan sawi cincang. Digilingnya pakai Concerto jadi lengan nggak terlalu pegel. Warna adonannya jadi lucu, berbintik-bintik jingga dan hijau seperti adonan bakwan jagung. Di tahap ini Naomi pengen gabung terus, jadilah satu engkol kami kayuh berdua. Adonan relatif lebih basah dibandingkan dengan adonan donat kentang biasa. Solusinya apa? Tambahi tepung terigu sekitar 1-2 sendok makan sampai adonan nggak lengket lagi. Ini foto adonan setelah kalis elastis. Adonan tidak lengket di tangan dan bila ditarik, tidak mudah putus.



Satu resep jadi 14 buah donat ukuran 50 gram dan 12 buah donat ukuran 30 gram (lebih kurang, soalnya nggak pake timbangan digital). Yang ukuran kecil sengaja aku masukkan freezer, percobaan bikin donat beku untuk dimakan hari Senin pagi (buat bekal sekolah dan ke kantor). Menurut teman-teman, kalau hanya dimasukkan ke kulkas lemari bawah, proses fermentasi tetap berjalan terus.



Toppingnya bisa dikreasikan sesuai selera. Mau pake taburan gula halus, coklat meses, selai, keju, terserah deh. Donat ini cocok dipadukan baik dengan topping yang berasa manis maupun asin.

Rasanya? Semua bilang enakkkk. Naomi, bapaknya, Gary anak tetangga, aku dan 2 asisten melahap semua yang tersedia dalam waktu kurang dari 2 jam! Yang topping coklat lebih digemari dari yang keju. Usual story at my home :)

Untuk yang ingin mencoba, ini resepnya ya. Ibu-ibu nggak usah kuatir, rasa sayurannya tersamarkan sama sekali jadi tidak susah menyuruh anak untuk memakannya.

DONAT KELINCI

:: Ditulis oleh Shirley ::



Bahan-bahan:

500 gr Tepung protein tinggi (Cakra Kembar) + 25 gr untuk taburan & tambahan jika adonan lengket
50 gr Susu bubuk
11 gr Ragi instan (Fermipan)
150 gr Kentang, kukus, lumatkan sampai benar2 halus, dinginkan
100 gr Gula pasir
60 gr Mentega (Orchid, unsalted, biarkan di suhu ruangan)
½ sdt Garam
4 btr Kuning telur (uk. sedang)
100 hingga 125 ml Air dingin (penggunaan air disesuaikan dengan kebutuhan adonan)
50 gr Wortel, diparut halus, sisihkan
30 gr Brokoli, buang batangnya, cincang halus
3 lembar Sawi, cincang lembut, letakkan di mangkok bersama brokoli, kukus sebentar untuk mematangkan dan menghilangkan bau langu (aku mengukusnya bersama dengan kentang, kurang lebih 10 menit)

Cara Membuat:

1. Masukkan tepung, susu bubuk, ragi, kentang lumat, gula pasir dan kuning telur ke dalam wadah, aduk & uleni sambil masukkan air sedikit demi sedikit (jangan langsung dituang, sisakan air 50 ml untuk berjaga-jaga jika adonan terlalu kering).

2. Setelah adonan setengah kalis (sudah tercampur rata), masukkan garam dan mentega. Catatan: jangan pernah memasukkan garam dan ragi bersamaan karena ragi akan mati bila bersentuhan dengan garam. Uleni hingga kalis. Jika adonan terlalu lengket, tambahkan terigu sedikit sedikit. Jika terlalu kering, tambahkan air sedikit sedikit. Jika menggunakan Concerto, waktu mengaduk sekitar 20 menit.

3. Bulatkan adonan, letakkan di meja yang telah ditaburi sedikit terigu, tutupi dengan plastik atau serbet. Biarkan selama 10 menit.

4. Bagi-bagi menjadi adonan dengan berat 50 gram, pulung hingga berbentuk bulat. Diamkan 20 menit hingga mengembang. Asumsi: cuaca cerah dan lembab. Pada cuaca mendung atau musim dingin, peragian akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Bisa dibantu dengan melakukan proofing, caranya letakkan sebaskom air hangat di dalam tempat tertutup misal oven, letakkan loyang berisi adonan di atasnya. Awas jangan terlalu panas juga karena ragi mati pada suhu 40 °C. Proofing yang ideal terjadi pada kisaran suhu 26 hingga 28 °C dengan kelembaban 80 persen.

5. Gilas untuk membuang gas dari adonan lalu cetak sesuai selera dan lubangi tengahnya. Adonan hasil "pembolongan" tidak perlu dibulat-bulatkan lagi, langsung saja coblos tengahnya dengan jari untuk menghasilkan donat super mini atau sate donat (donat sunduk kalo istilah Paiton).


6. Goreng dengan minyak panas sedang (kalau terlalu panas matikan api sebentar). Saat menggoreng adonan tidak perlu dibalik-balik seperti menggoreng tempe ya. Biarkan saja matang satu sisi (sampai berwarna kuning) lalu balik satu kali hingga matang sisi satunya. Angkat dan tiriskan dari minyak.




7. Penyelesaian: sesuai selera masing-masing.

Untuk topping keju aku menggunakan Kraft Quick Melt parut 50 gram dan susu cair 50 ml, panaskan sebentar di microwave lalu aduk2 hingga larut, bubuhi merica hitam dan seujung sendok teh oregano & basil.
Untuk topping coklat, 50 gram dark cooking chocolate (misal Collata) dicincang lalu cairkan, campur dengan 50 ml susu cair. Penambahan susu cair ini akan membuat coklat berwarna mengkilap dan topping tidak mudah kering.

Ini ekspresi anak-anak setelah pesta donat. Pastinya kenyanggg!




Paiton, 21 Februari 2009
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...