Monday, February 23, 2009

Donat Beku

Sewaktu membuat donat kelinci, sengaja aku sisakan ½ resep untuk percobaan donat beku. Setelah adonan diistirahatkan selama 10 menit, langsung ditimbang sebesar 30 gram lalu dibundar-bundari, tata di loyang yang sudah ditaburi terigu dan langsung masuk freezer. Selang beberapa jam, aku cek ... oh, sudah beku dan keras. Sip, sesuai rencana. Peragian juga berhenti, terlihat dari besar adonan yang tidak bertambah.

Tadinya berencana mengeluarkan donat beku ini hari Senin subuh untuk bekal ke sekolah & ke kantor. Nyatanya aku bangun terlambat. Mau ngurusin donat, wah mana sempaat. So aku biarkan saja sampai hari Selasa.

Selasa sore, adonan aku keluarkan dari freezer, diletakkan begitu saja di atas meja makan supaya adonan kembali ke suhu ruangan. Tetangga sebelah datang untuk ngobrol, kira-kira sudah 2 jam, aku tengokin ke meja. Lho lho lho ... kok udah ngembang adonannya. Wah, kudu cepat masuk penggorengan nih.

Tanpa ba, bi, bu aku bolongin donatnya satu satu. Udah nggak sempat lagi untuk menggilas (lagian aku agak takut kalo adonan over fermented dan malah ambles kalo digilas). Pasang wajan, masukkan minyak, panaskan sebentar lalu masukkan adonan donat. Setelah satu sisi kuning, balik donatnya. Satu sisi lagi kuning, angkat.

Inilah hasilnya.


Komentar: karena adonan donatnya kadung over fermented, tekstur jadi rada kempes, nggak mentul-mentul galak kayak adonan hari sebelumnya. Waktu defrost ternyata tidak selama yang kubayangkan, cukup 30-60 menit saja (tergantung besar adonan). Soal rasa nggak masalah, tetap enak, apalagi kalo sudah ditambahi topping ... akan sulit dibedakan dengan donat yang dibuat sekali jadi.

Pesanku, kalo mau menggunakan metode donat beku ini, pasang timer biar nggak kebablasan karena asyik mengerjakan aktivitas yang lain :))

Paiton, 24 Februari 2009
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...