Friday, May 21, 2010

Oreo Bun & Caterpillar Bread - Menggunakan Tepung K2

Pas membahas roti manis di milis, iseng aku bercerita ketika Naomi mengikuti kursus roti manis (for kids, programnya TBK Arvian) instrukturnya menggunakan tepung K2. Hasilnya enak banget, empuk dan serat rotinya halus. Padahal roti-roti itu ketika mentahnya diuwel2 oleh anak2 (pas rounding dan pemberian topping) tapi tetap bisa mengembang dengan baik.

Waktu aku coba sendiri di rumah, hasilnya nggak kalah enak. Cuman karena penampilannya coklat banget (salahku adalah memanggang roti menggunakan rak oven yang paling atas) aku jadi enggan bikin dokumentasinya. Naomi dan hubby langsung habis beberapa bulatan nggak lama setelah roti2 ini keluar dari oven. Pas aku bawa ke kantor, dalam hitungan menit roti2 ini langsung habis diserbu. Mungkin selain karena enak juga karena laper kali yee, hehe.

Nia Radin Cake menimpali kalau dia barusan ditawarin beli tepung roti (bukan panir tapi tepung protein tinggi untuk membuat roti) tapi minimum pembelian 25 kgs. Ramai2lah teman2 di Jakarta mengorder tepung roti ini. Sukses ya temans, hayuk rame2 bikin roti manis yang enak.

Sesuai janjiku, aku sharing resep roti manis yang menggunakan tepung K2. Bahan dasar rotinya sama, cuman bentuk dan toppingnya dibedakan jadi dua variasi. Sekali lagi maaf nggak ada fotonya. Maybe next time aku tambahkan. (st)

Catatan
per 7 Juli 2010: udah aku kasih fotonya ya. Maap rada nggak mulus, kesalahan pada yang bikin bukan pada tepungnya :)

OREO BUN & CATERPILLAR BREAD

:: Sumber: Kursus Arvian by Gary ::



Bahan2 roti:

1 kg Tepung terigu K2
225 gram Gula pasir
5 gram Bread improver (aku pake Baker's Bonus)
10 gram Bread emulsifier (Ibis Blue, tapi kemarin aku skip)
20 gram Ragi instan
50 gram Susu full cream bubuk
15 gram Garam
200 ml Susu cair (aku pakai Ultra)
100 gram Kuning telur (± dari 6 butir telur uk kecil)
350 ml Air es (biasanya kebanyakan)
100 gram Margarin
100 gram Butter

Bahan2 Filling & Topping:
(a) Untuk Oreo Bun
Chocolate stick couverture (aku pake Tulip)
Buttercream / coklat pasta
Oreo bubuk

(b) Untuk Caterpilar Bread
Susu evaporated (bisa diganti kocokan telur)
Tuna kaleng
Mayonaise
Abon
Coklat chip bentuk mata (bisa pake chocolate chip putih, diberi totolan DCC cair)
Ganache / DCC cair - untuk membuat garis bibir

Cara Membuat:

1) Campur adonan kering (terigu, gula pasir, bread improver, bread emulsifier, ragi instant, susu bubuk) hingga rata
2) Tambahkan susu cair, kuning telur, air es (secukupnya dulu, jangan langsung dituang semua).
3) Mixer sehingga 1/2 kalis
4) Masukan lemak dan garam
5) Mixer hingga kalis, ditandai dengan adonan sudah tercampur benar, jika diambil sedikit dan dibentangkan maka adonan akan seperti selaput / membran yang tidak putus.
6) Istirahatkan adonan sebentar saja (5 menit)
7) Potong dan bulatkan adonan
- oreo bun: 50 gram
- caterpillar bread: 25 gr x 3 buah

8) Beri isian
8a) Oreo bun
- Ambil adonan, isi dengan chocolate stick (kalau terlalu panjang 1 stick bisa dipatahkan jadi 2), bentuk bulat atau oval.
8b) Caterpillar bread
- Ambil adonan kemudian isi dengan tuna kalengan, bulatkan
- Rapatkan 3 buah bulatan
- Olesi atasnya dengan susu evaporated atau kocokan telur

9) Letakkan roti di atas loyang, biarkan mengembang sampai berukuran 2x lipat (kira2 45-60 menit, bergantung pada cuaca, suhu ruangan dan kelembaban). Proses ini disebut proofing.

10) Panaskan oven hingga stabil di suhu 180 °C. Panggang roti hingga berwarna coklat keemasan, kurang lebih 15 menit. Dinginkan di rak kawat.

11) Penyelesaian:
11a) Oreo Bun
- poles bagian atas dengan buttercream atau coklat pasta
- gulingkan ke atas oreo yang sudah dihaluskan

11b) Caterpillar Bread
- poles bagian atas roti dengan mayonaise
- taburi abon
- pasang mata
- beri garis mulut

Tips & tricks:
- Sering sekali aku mendapatkan pertanyaan 'bolehkah bread improver / bread emulsifier' diskip. Jawabnya boleh, tapi tentu saja ada konsekuensinya terhadap kelembutan serat roti.
- Bahan2 di atas boleh disubstitusi dengan bahan yang termasuk dalam kelompok bahan yang sama. Semisal terigu K2 mau diganti Cakra, butter mau diganti dengan 100% margarin, air es diganti air susu, isian tuna kalengan diganti dengan sosis, daging asap, filling coklat couverture diganti compound atau malahan diganti dengan keju parut + SKM. Yang penting diganti dengan bahan2 yang memiliki kesamaan karakteristik, yang cair diganti cair, yang padat diganti padat. Hasil akhir dan rasa akan beda, tetapi rotinya tetap jadi.
- Penggunaan air. Biasakan menyisakan 50-100 ml air, jangan langsung dituang semua. Tingkat kekeringan terigu berbeda2, semakin lembab penggunaan air juga semakin sedikit.
- Adonan harus kalis baru boleh dirounding. Jika belum kalis, dijamin adonan tidak akan mengembang, lengket dan roti akan keras.
- Menurut instrukturnya Naomi, jika kita menggunakan tepung K2 maka garam bisa langsung dimasukkan bersama2 dengan bahan kering. Di resep di atas aku tetap memisahkan garam, karena umumnya ragi tidak tahan jika dipertemukan dengan garam -- bakal mati.
- Untuk mempercepat proofing, kita bisa menggunakan proofer. Karena tidak punya proofing machine, aku mengakalinya dengan meletakkan air panas dalam loyang (seperti au bain marie) di dasar oven gasku, lalu loyang berisi roti di rak no. 1 & 2, tutup oven supaya uap air dan panas tidak lolos. Air yang aku pakai bukan mendidih (ragi mati di suhu 40 °C), hanya air panas dari water heater.




Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...