Friday, October 16, 2009

Rendang Daging Perdana



Rendang adalah masakan resmi hari raya untuk kakak iparku yang di Jakarta (abang iparku adalah pria Minang so wajar sekali kalo rendang bikinan kakak top banget) dan ibu mertua di Pematang Siantar (di kampung beliau, rendang dimasak dengan santan yang diperas dari buah pohon kelapa milik sendiri, dimasak di atas tungku kayu bakar). Jika makan di warung padang, ketimbang disiram kuah santan aku lebih suka nasi dibubuhi bumbu rendang plus sambel ijo, sayur nangka dan rebusan daun singkong. Hmmm.... rendang memang top!

Memang aku lebih suka baking daripada cooking tapi sekali-kali memasak asyik juga. Apalagi kalo yang dimasak adalah menu kesukaan keluarga. Pilihanku kali ini adalah: rendang daging.
Resep di bawah ini aku contek dari blognya Dewi Anwar (thanks ya Uni). I have complete faith pada resep2 yang disharing oleh para subo NCC karena dari pengalaman rasa tidak pernah mengecewakan.

Proses memasaknya kusengaja menggunakan cara manual tanpa alat (kecuali saat menggiling bumbu karena takut tangan jadi kepanasan kena cabe). Tanpa blender untuk membuat santan, tanpa panci presto. Kayaknya lebih afdol kalau kali pertama dibuat dengan cara manual, biar lebih "menderita" hehehe. Aku perlu waktu 1 jam hanya untuk mengukur kelapa, plus 3 jam untuk mengaduk-aduk rendang sampai santannya mengeluarkan minyak dan mengering. Benar2 labor intensive ya hehe. Wajan nggak pernah kutinggal lama-lama karena takut dagingnya jadi gosong dan lengket ke kuali.

Hasilnya: sekilo rendang daging yang enakk. Memang tidak pedas karena di bumbunya tidak aku masukkan cabe rawit. Hubby dan Naomi sibuk mencuil-cuili rendang ini tiap kali berjalan mendekat ke meja makan. Asisten yang kuminta mencicipi matanya membesar ketika mengunyah sepotong daging rendang. "Enak, Bu."

Buat yang pengen ikut mencoba, silakan lihat resepnya di bawah ini ya. (st)


RENDANG DAGING
:: Resep: Dewi Anwar ::




Bahan2:

1 kg Daging gandik tanpa lemak, potong menjadi 25-28 bagian, cuci bersih dan tiriskan
3 butir Kelapa tua, buat santan kental (2-3 kali perasan dengan air hangat kuku, kira-kira 1800 cc)

Bumbu A - dihaluskan:

20 butir Bawang merah
10 butir Bawang putih
Seibu jari (= 6cm) Jahe
1 ons Cabe merah besar giling
1 sdt Merica putih
Jika suka pedas, tambahkan beberapa buah cabe rawit

Bumbu B:

Seibu jari lengkuas (laos), digeprek
3 batang Sereh, geprek bagian putihnya
3 buah Bunga pekak (bunga lawang, bentuknya seperti bintang)
5 lembar Daun jeruk
3 lembar Daun salam
2 lembar Daun kunyit, disobek2
Paling bagus jika menggunakan bumbu-bumbu yang masih segar, belum kering

Bumbu C - pelengkap:

1 sdm Kelapa serundeng (kelapa diparut memanjang, digongseng tanpa minyak sampai coklat, giling halus sampai keluar minyaknya)
1 sdm (kira2 25 gram) Hati sapi rebus, giling halus --> wajib ada
1 sdm Air asam
2 sdt Garam (atas sesuai selera)
1 sdm Gula (atau sesuai selera)

Cara membuat:

1) Ungkep daging dengan bumbu A (beri air sedikit saja), biarkan hingga air daging keluar. Terus ungkep sampai air kering (gunakan api kecil).

2) Tuang santan, masukkan bumbu B, aduk rata. Aduk santan dengan gerakan menimba hingga mendidih, jaga supaya tidak pecah. Gerakan menimba akan mencegah santan pecah.

Catatan: ketika mulai mengungkep daging, di panci terpisah aku merebus santan dengan api yang kecil sekali. Santan terus diaduk-aduk dan dibubuhi seujung sendok teh garam. Dari pengalaman, santan mentah rawan sekali menjadi kecut. Dengan cara ini rasa santan tidak berubah dan tidak mudah pecah ketika dimasak. Setelah santan mendidih, lanjut ke langkah 2.

3) Kecilkan api, masak hingga santan mengeluarkan minyak (warnanya kuning seperti mentega leleh atau minyak goreng di masakan bali).

4) Masukkan bumbu C termasuk garam dan gula. Cicipi dan koreksi sampai rasanya pas.

5) Masak terus sambil sekali-sekali diaduk supaya tidak lengket sampai rendang berdedak dan berwarna coklat (kira-kira 1 jam untuk 1 kg daging).

Selamat mencoba!

Paiton, 16 Oktober 2009

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...