Sunday, February 15, 2009

Homemade Pizza

Sampai setahun yang lalu, di sekitaran Paiton masih ada orang yang berjualan pizza dengan label M*m* Pizza. Entah apa yang terjadi, sekarang pedagang itu tidak pernah kelihatan lagi. Mungkin peminat pizza cuma sedikit dan pedagangnya memutuskan untuk beralih ke bidang lain.

Soal saus pizza, kata Bang Gun sih saus pizza bikinanku enak, lebih segar & enak dibanding beli di luar (duh, jadi gede kepala). Cumannnn ...... aku nggak kuat menggilas adonan roti sampai kalis. Pernah nyoba bikin, jadinya kerasss. Problemnya karena adonan tidak kalis dan proofing juga nggak sampai mengembang betul (maklum saat itu belum pernah megang tepung udah langsung nyoba bikin pizza). Itu pengalaman setahun yang lalu.

Bulan Januari kemarin aku beli alat untuk menggilas adonan namanya Concerto. Setelah dianggurkan selama 4 minggu, akhirnya aku kemarin pakai untuk percobaan bikin pizza lagi. Wiks, enak loh! Memang tetap terasa berat di lengan waktu memutar engkol alatnya tapi jauh lebih praktis (dan bersih) dibandingkan menggilas dengan tangan.

CATATAN PER 26 MEI 2011: Teman-teman yang butuh Concerto bisa coba kontak ke markas NCC atau ke Yuli Kuerumahan ya. Concertoku dah dijual, tuker dengan Sico Bosch mixer.

Bahan untuk roti dari pizza disusun berdasarkan resep yang ada di "Buku Resep Singkat untuk Atlas Concerto". Sengaja aku pakai resep yang standar dulu karena dengar-dengar kalau menggunakan Concerto takaran cairannya lebih sedikit. Setelah kucoba ternyata nggak juga ... malah dari resep itu aku harus menambahkan air lagi, mungkin karena terigu yang aku pakai termasuk terigu yang kering, ya.

Satu resep ini jadi 1 pizza ukuran medium dan 4 pizza ukuran kecil. Waktu mengoles pizza yang terakhir nggak kebagian saus lagi jadi akhirnya ditambahi saus tomat botolan biasa (enak juga sih, cuman jadi nggak terasa basil & oreganonya). Dipanggangnya dengan oven tangkring. Hasilnya? Gelombang pertama: bagian depan mateng, bagian belakang menghitam! Memang oven tangkring ini panasnya sudah nggak rata lagi (huh, kapan ya bisa beli oven yang beneran. Tapi nggak boleh mengeluh, ding, ayo gembira, gembira!!).

Ternyata pizza yang separuh gosong itu habis juga tuh! Kata yang makan bagian dalamnya tetap empuk. Lumayan deh, pizza pertamaku di tahun 2009 jadi juga dan tandasss ...

Berminat? Ini resepnya.

Homemade Pizza
Modifikasi by Shirley











Bahan Roti:
500 gram Tepung terigu protein tinggi (Cakra Kembar)
1 sdm Margarin (Blue Band)
4 sdm Gula pasir
3 butir Kuning telur
1 sdm Susu bubuk
1 sdt Garam
1/2 bungkus Ragi instan
200 cc Air dingin
Saya tambahi: 1 sdt Bread improver (Baker's Plus)

Bahan Saus:
1 buah Bawang bombay, dicincang halus
1 siung Bawang putih, cincang halus
2 sdm Minyak zaitun (boleh diganti minyak goreng biasa)
200 gram Tomat segar (pilih yang matang dan tidak kecut)
400 gram Saus tomat botol (Del Monte), bisa diganti dengan 5 buah tomat segar, rebus + parut
50 gram Pasta tomat (Del Monte)
1 sdt Basil
2 sdt Oregano
1 sdt Garam (atau sesuai selera)
1/2 sdt Gula (atau sesuai selera)
1/4 kg Daging giling

Bahan Topping:
Sosis, paprika, bawang bombay, jamur dan lain-lain (sesukanya)
Keju mozarella (jangan diganti dengan keju yang lain), diparut panjang-panjang

Cara membuat:
1) Saus: panaskan minyak, tumis bawang bombay & bawang putih, masukkan pasta tomat & tomat segar, masukkan daging cincang, aduk-aduk & masak saus hingga kental dan meletup-letup. Masukkan garam, gula, oregano, basil. Aduk sebentar, angkat dan dinginkan.

2) Roti: masukkan semua bahan kering ke dalam Concerto (kecuali garam & mentega), masukkan telur , masukkan air 150 ml (jangan langsung dituang semua, sisakan supaya adonan tidak terlalu lembek). Aduk sampai agak rata. Pertama-tama adonan akan berbutir seperti havermut. Lama-lama adonan akan berbutir lebih besar seperti popcorn. Masukkan air lagi sedikit demi sedikit kalau adonan terlalu kering. Setelah adonan agak kalis (menyatu), masukkan garam dan mentega. Aduk lagi hingga adonan kalis benar. Catatan: saya memakai air hingga 250 ml. Adonan yang sudah kalis elastis jika ditarik & dibentang tidak mudah putus.

3) Proofing pertama: bulatkan & letakkan adonan yang sudah kalis di atas meja yang sudah ditaburi tepung, tutupi dengan plastik supaya permukaan tidak menjadi kering. Biarkan selama 10 menit supaya adonan menjadi rileks.

4) Proofing kedua: potong-potong adonan sesuai keperluan, bulat-bulatkan, tutup dengan plastik, istirahatkan lagi selama 30 menit.

5) Proofing ketiga: gilas masing-masing bulatan, bulatkan lagi lalu bentuk menjadi lempengan tipis seperti piring (jangan tebal-tebal karena adonan akan naik). Tusuk-tusuk dengan garpu. Biarkan selama 30 menit.

6) Topping: panaskan oven. Siapkan adonan roti, olesi dengan minyak zaitun. Olesi dengan saus tomat. Hias dengan bahan topping sesuai selera. Tutupi dengan parutan kejuga mozarella hingga tertutup.

7) Panggang selama 15 menit pada suhu 180 °C hingga matang. Untuk pizza mini, cukup panggang selama ±12 menit.

Catatan kaki: resep ini belum sempurna. Rotinya masih bisa dibikin lebih empuk lagi (tanpa perlu menjadi roti pizza). Mudah-mudahan suatu hari aku bisa menemukan rahasia bikin pizza yang enak mentul-mentul kayak P*z*a H*t ;)

Paiton, 15 Februari 2009
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...