Sunday, March 17, 2013

[NCC-JTIW] Putri Kaca (dengan resep)

Kota Banjarmasin memberi kesan yang mendalam berkat 6 tahun masa kecil yang kulalui di sana. Kota yang sama sekali berbeda dengan tempat-tempat lain yang kukenal, dengan rumah-rumah di atas tiang, berdinding papan, beratap seng atau sirap. Ada aroma khas yang menguar dari endapan lumpur dan air sungai yang selalu berwarna gelap kalau tak bisa dibilang keruh.

Dua hal yang kusukai selama tinggal di sana adalah: (1) semua orang -- tanpa memandang ras dan agama -- menggunakan bahasa Banjar, (2) urang Banjar sangat suka makan wadai alias kue. Bahkan di bulan Ramadhan, ada tradisi Pasar Wadai yang menyajikan ratusan, mungkin ribuan porsi makanan besar dan kecil dengan rasa yang enak dan penampilan yang menarik.

Putri Kaca

Putri Kaca adalah dessert khas Banjar kesukaanku. Agar-agar putih dipadu isian dari bahan kocokan telur-gula merah-tepung beras disajikan dalam daun pisang yang disemat seperti botok, rasanya luar biasa banget di ruang mulut. Agar-agar yang terselip di lipatan daun pisang menambah sensasi yang susah dijelaskan, setara dengan keasyikan mengulik-ulik kepala ikan goreng yang sudah nyaris habis dagingnya, atau menjilat-jilat tutup cup yang ternoda sisa es krim Campina. Kalau aku sih suka makannya dengan cara mengupas habis si agar-agar putihnya, lalu menikmati isiannya bak hadiah door prize. Save the best for last :)

Dengan semangat memeriahkan NCC Jajan Tradisional Indonesia Week dan mengkampanyekan keanekaragaman kuliner khas Indonesia, dengan bangga aku persembahkan resep putri kaca, jajan khas tradisional Banjar. Trims buat Evenna Chang yang sudah mempublikasikan resep ini di internet. (st)

PUTRI KACA
:: Resep: Evenna Chang, modified by Shirley

Putri Kaca

Bahan agar-agar: 
1 bungkus (= 7 gram) Agar-agar putih bubuk
250 gram  Gula pasir
750 ml  Air dengan suhu ruangan

Bahan isi: 
6 butir  Telur ayam utuh
100 gr  Kelapa parut
100 gr  Gula merah, dikukur halur

150 gr  Gula pasir (bisa dikurangi sampai 30 gram jika tidak suka manis)
1 sdm  Tepung beras
1 lembar  Daun pandan, disobek2

Daun pisang, untuk bungkus
Lidi yang sudah dibersihkan dan dipotong2, untuk semat

Cara Membuat: 
1) Kocok telur utuh, kelapa parut, gula dan daun pandan sampai adonan tercampur rata menggunakan baloon whisk. Jika menggunakan hand mixer, gunakan kecepatan rendah supaya adonan tidak mengembang.

2) Peras adonan menggunakan kain kasa (kalau pake saringan biasa terlalu banyak ampas), buang ampasnya. Tambahkan 1 sdm tepung beras ke dalam adonan. Aduk adonan sampai rata dan harum pandan (tidak perlu mengembang), kemudian masukkan adonan di loyang ukuran 20 x 10 cm dan kukus sampai matang (kurang lebih 25 menit).

3) Potong-potong adonan isi menjadi 12 atau 15 bagian. Sisihkan.

4) Siapkan daun pisang, lemaskan sedikit (biarkan semalam atau letakkan sebentar di tempat panas), potong2 seukuran bungkus botok.

5) Masukkan agar-agar bubuk, gula pasir dan air ke dalam panci, aduk-aduk dan rebus hingga mendidih.

6) Bentuk daun pisang, letakkan satu buah adonan isi, siram dengan adonan agar-agar putih kurang lebih 1 sendok sayur. Pasang sematnya, biarkan hingga agar2 mengeras. Jika suka, masukkan ke kulkas dan sajikan dingin.
Hasil jadi: 12-15 buah.

Paiton, 17 Maret 2013

Update per  19 Maret 2013: Cihuy, dapat badge dari Trio TAH, kreasi cantik Teh Nicke JJ. Makasih ya, ibu-ibu. Hidup Indonesia!

NCC Jajan Tradisional Indonesia Week
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...