Thursday, January 17, 2013

Asam Jungga

Kalau mendengar mertua mengatakan "asam", pikiran pertamaku yang dimaksud adalah cuka atau asam Jawa. Baru setelah beberapa detik aku bisa mencerna bahwa orang-orang di tempat kelahiran hubby menggunakan istilah tersebut untuk berbagai macam benda, antara lain asam galugur, jeruk nipis, dan asam jungga. Pada prinsipnya berbagai buah-buahan yang termasuk golongan citrus dan memiliki rasa kecut dinamai asam.

Asam Jungga

Saat pulkam ke rumah mertua di bulan Januari 2013, itulah saat pertama aku menemui asam jungga. Sebelumnya pernah dengar dari cerita kakak ipar tapi aku belum pernah melihat dan memegang sendiri. Bentuk asam jungga ini antara jeruk purut (tapi lebih kecil, kulitnya sedikit lebih mulus) dan jeruk limau / jeruk sambal (tapi lebih besar). Jika kulitnya dikupas, bagian dalamnya menyerupai jeruk keprok namun warna buahnya lebih pucat. Baunya cukup tajam, harum menyegarkan sebagaimana umumnya buah citrus.

Asam Jungga

Mengapa asam jungga ini istimewa, utamanya dalam kuliner Batak?  Asam jungga ini adalah satu bahan kunci dalam masakan dekke (ikan mas) nani ura. Protein dalam masakan ini dimasak tanpa bantuan api sama sekali. Daging ikan mas yang sudah dibersihkan dari semua duri dan lendirnya direndam dalam air asam jungga dan bumbu giling selama beberapa jam hingga matang. Dikatakan matang bila daging ikan mas tersebut sudah bisa dipetik / dicuil dengan tangan selayaknya ikan yang dimasak dengan api. Rasanya sangat lezat, ada asin pedas kecut gurih menjadi satu. Resep untuk nani ura akan aku taruh di posting terpisah.

Paiton, 17 Januari 2013

Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...