Saturday, November 24, 2012

Wingko (dengan Resep)

Lukie adalah salah satu "pejuang" penganan tradisional Indonesia. Yang paling aku ingat ketika ada teman yang bertanya bahan-bahan apa yang harus disubstitusi supaya rerotian aman dikonsumsi oleh anak-anak berkebutuhan khusus (autis), komentar Lukie adalah, "Wes digawekno jajan pasar ae (sudah, dibuatkan jajanan pasar aja)." Kalau dipikir-pikir memang benar sekali, banyak jajanan tradisional Indonesia yang dibuat dari tepung non terigu / gluten sehingga lebih bersahabat untuk diet anak-anak berkebutuhan khusus.

Wingko

Terakhir makan wingko babat sudah lama sekali sampai nggak ingat. Nah, tahu-tahu Lukie pasang foto di grup blackberry. Promonya, "iki guampang pol." Kalau yang gampang-gampang, ai juga suka hehehe.

Dibandingkan dengan wingko yang biasa dijual, wingko ala Lukie ini penampilannya lebih pucat karena dimatangkan dengan menggunakan oven. Jika mau penampilannya lebih gosong / coklat, bisa dibantu dengan wajan teflon dan dibolak-balik sehingga coklat di kedua sisi.

Karena di percobaan pertama, rasa kelapanya kurang "nonjok", resep aslinya aku modifikasi sedikit. Monggo dicoba. (st)

WINGKO
:: Resep asli: Lukie Koentjahjo

Wingko
Bahan: 
200 gram  Tepung ketan (aku pake beras ketan diblender halus dan diayak)
30 gram  Tepung kanji
175 gram  Gula pasir
250 gram  Kelapa diparut memanjang (aku tambahi sampai 300 gram)
½ sdt  Garam
50 gram  Butter/ mentega, dicairkan
250 cc  Santan kental
1 butir  Telur utuh, kocok lepas

Cara Membuat: 
1. Campur tepung ketan, tepung kanji, gula pasir, kelapa parut, garam, aduk hingga rata.
2. Masukkan santan kental, aduk hingga rata.
3. Masukkan butter dan telur kocok, aduk hingga rata.
4. Tuang adonan ke loyang ukuran 25 x 20 cm (atau yang setara) yang sudah diberi kertas roti dan dipoles lemak (bisa pakai margarin atau carlo).
Tips dari Bunda Iin: jika ingin mendapatkan wingko yang lebih coklat / gosong, tidak usah pakai kertas roti tapi poles loyang dengan lemak dan beri taburan tepung. Jika ingin yang rasa keju, masukkan cream cheese 75 gram ke adonan.
5. Oven suhu 170 °C selama ± 45 menit, keluarkan dari oven, oles dengan kuning telur (egg wash), beri taburan wijen.
Tips dari Bunda Iin:  beri parutan keju.
Tips dari Mbak Juli: beri almond iris.

6. Oven lagi selama 4 menit, keluarkan dari oven.
7. Dinginkan lalu potong-potong
Opsional: setelah dipotong2, bisa digosongkan sebentar di wajan teflon.

Untuk 20 potong

Paiton, 24 November 2012
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...