Saturday, January 21, 2012

Kacang Chickpea, Hummus dan Falafel

Saat menjalani tugas kantor di KL di Oktober 2010, bos besar mentraktir seluruh rombongan untuk makan malam di restoran masakan Lebanon namanya Tarbush. Sempat bengong, ntar mau makan apa dan gimana cara makannya. Ternyata nggak cuman aku doang, semua rekan-rekan termasuk para bos juga bingung cara makannya. Nah loh! Rupanya lokasi itu dipilih oleh ibu sekretaris karena dua tahun berturut2 delegasi peserta konferensi ditraktir makan di resto Thai. Biar variatif ceritanya.

Aku tidak ingat persis menu apa saja yang akhirnya diorder malam itu, kalau nggak salah ada seafood BBQ, roti pita yang tengahnya berkantong dll tapi aku terkesan dengan saus celupnya. Rasanya seperti kacang rebus yang diblender dan ada juga jejak rasa lemon, garam dan minyak zaitun. Ketika aku share ke teman2 milis, Lia mengatakan dipping sauce yang aku ceritakan itu namanya hummus. Cocoknya dimakan dengan pita bread.

Belakangan aku tahu kalo Nadrah Shahab adalah jagonya bikin masakan / penganan ala Timur Tengah. Dia cerita kalau bahan dasar hummus adalah chickpea. Nadrah bahkan bermurah hati membawakan oleh2 kacang chickpea ini waktu datang membantu Bu Fat mengajar di Surabaya. Ini penampilan chickpeanya.

Chickpea

Ini penampilan jarak dekatnya. Bentuknya aneh ya.
Chickpea

Chickpea yang dikeringkan teksturnya sangat keras. Cara mengolah chickpea yang paling basic adalah merendamnya selama 6-8 jam lalu direbus selama 30 menit dengan sedikit garam. Setelah lunak ukuran chickpea akan membesar dibandingkan dalam kondisi kering. Tiriskan hingga kering, bubuhi sedikit lagi garam sesuai selera. Dimakan polosan.
Chickpea Rebus

Kalau mau yang lebih berasa masakan Timur Tengah, kita bisa mengolah chickpea ini menjadi hummus dan falafel. Yang disebut belakangan ini adalah sejenis bola goreng. Bisa dimasukkan sebagai isian roti pita (seperti sandwich, bareng salad, acar dan saus) atau dimakan apa adanya sebagai camilan.Untuk resep, lihat di bawah ini (thanks, Nadrah).


Hummus
:: Recipe: Nadrah Shahab

Bahan-bahan:
± 500g Kacang humus/ chickpea, rendam semalaman, rebus sampai empuk, tiriskan
3-5 siung Bawang putih (menurut selera)
2 sdm Tahini (catatan: kalau ngga ada pakai wijen utuh panggang sampai kuning, lalu giling sampai keluar minyak (halus banget) kira-kira jadi 2 sdm. Tahini ini adalah pasta wijen / sesame paste)
2 sdm Minyak zaitun
Perasan dari 1 lemon
Garam secukupnya

Cara Membuat:
Giling semua dalam food processor, tambahkan air matang kalau terlalu kental.
Setelah jadi tuang dengan minyak zaitun menurut selera

Falafel
:: Recipe: Nadrah Shahab

Bahan-bahan:
± 500 gr  Kacang humus, rendam semalaman, rebus sampai empuk, tiriskan, haluskan dalam food processor
1 buah  Bawang bombay, cincang halus
2 siung  Bawang putih, cincang
2 sdt  Bumbu gulai/ kare halus
50 gr Daun peterseli cincang halus
50 gr  Terigu

Cara Membuat:
Campur semua bahan.
Bentuk bulat gepeng seperti perkedel.
Tambahkan terigu dan air seperlunya. Biarkan sebentar.
Goreng sampai matang.

Dimakan dengan roti pitta, hummus dan salad

Salad
Bahan-bahan:
Tomat iris
Parsley, iris halus
Air Lemon
Garam
Minyak zaitun

Kok nggak ada fotonya. Iya memang belum pernah aku praktekkan :ppp.  Aku posting duluan saking takut kertas resepnya keburu terselip.

Untuk membeli chickpea ini katanya sih di toko bahan2 makanan arab. Sekitar Rp 32rb per satu kilogram.
Chickpea

Berminat / pernah bereksperimen dengan chickpea? Share pengalaman yaa. Di penyimpananku masih ada 1/2 kg chickpea yang belum diolah.

Paiton, 21 Januari 2012

No comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...