Thursday, December 24, 2009

Black Forest - The Story of The Traveling Cake


Black forest lebih nikmat jika dibuat dengan whipcream. Persoalannya whipcream tidak tahan lama di suhu ruangan dan cepat meleleh. Bagaimana mengatasinya?

Suatu siang aku mendapat telpon. Ternyata dari kastamer baru yang mengenal Dapur Solia melalui temannya. Pesanannya: black forest untuk dibawa ke Malang. Wah, deg-degan juga nih. Karena selama ini black forestku paling jauh hanya melanglang ke Probolinggo. Namun dengan percaya bahwa "di mana ada kemauan, di situ ada jalan" aku terima orderannya.

Proses pengerjaan black forestnya tidak terlalu sulit. Maklum sudah beberapa kali aku mengerjakannya. Persoalannya tinggal bagaimana meyakinkan bahwa BF ini bisa tetap utuh selama perjalanan ke Malang.

Sempat ada miskomunikasi dengan orang rumah sehingga BF dikirim hanya dengan dus kuenya saja. Kemudian hubby turun tangan dan menemukan teknik jitu dengan sebuah boks styrofoam, es balokan dari penjual es dekat rumah dan loyang lengser segiempat. Perlengkapan "perang" ini kemudian disusulkan ke kastamer.

Inilah penampilan dari cake yang dibawa ke Malang itu. Semoga kau sampai dengan selamat di tujuan ya.



Catatan: di posting berikutnya akan aku tambahkan tips dan trik untuk membawa cake yang mudah leleh ke luar kota seperti tiramisu dan triple chocolate cheese cake.

Paiton, 24 December 2009
* tonight = Christmas eve
Post a Comment
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...