Showing posts with label Salty. Show all posts
Showing posts with label Salty. Show all posts

Wednesday, March 7, 2012

Kroket Kentang Nyam-Nyam

Setahun terakhir ini aku beberapa kali dijadikan sie konsumsi oleh teman-teman persekutuan. Entah apa alasannya, aku juga nggak pernah nanya. Yang jelas aku yang sebelumnya nggak berpengalaman mengurusi makanan orang banyak, jadi kudu membuka jaringan dengan pengusaha katering dan pebisnis makanan lainnya.

Tanggal 14 Februari bertepatan dengan hari Valentine, teman-teman mengadakan kebaktian sekaligus pembubaran panitia Natal. Kembali aku ditunjuk untuk mengurusi konsumsi. Sempat terpikir untuk masak sendiri tapi kok ya pas berbenturan dengan jadwal orderan lain. Atas saran suami, aku fokus ke kue-kueannya saja, sementara makan besarnya (tumpeng) aku ambil dari tempat lain.

Untuk snack box, salah satu dari jajanan yang kupilih adalah kroket kentang. Cara membuatnya tidak sulit, namun rasanya lezat. Dinikmati dengan saus cuka atau cabe rawit, ahhh enak sekali.

Jika mau coba, silakan disimak resep berikut. (st)


KROKET KENTANG
:: Resep: Buku Kue-kue Indonesia oleh Yasa Boga ::
Kroket Kentang

Bahan kulit, aduk rata:
500 gram Kentang, kukus, haluskan (note: aku memilih digoreng spy tidak berair)
½ sdt  Garam
¼ sdt Pala bubuk
¼ sdt  Merica bubuk
1 sdm  Susu bubuk, jika suka

Bahan isi:
100 gram  Daging sapi cincang
1 buah  Wortel, potong dadu ½ cm
50 gram  Buncis, iris tipis
1 batang  Daun bawang, iris tipis (note: jangan di-skip)
2 buah  Bawang merah, haluskan
1 buah  Bawang putih, haluskan
½ sdt  Merica bubuk
1 sdm  Tepung terigu, cairkan dengan 2 sdm air, garam dan gula sesuai selera
50 gram  Tepung panir (note: aku pakai tepung panko)
1 butir  Telur, dikocok dengan 1 sdm air, untuk menggoreng (note: lebih bagus kalai yang dipakai putih telurnya saja)

Minyak untuk menggoreng
Cabe rawit (aku tambahkan karena sambal cukanya aku skip)

Cara Membuat:
1) Isi:  Dengan 2 sdm margarin, tumis bawang merah dan putih hingga harum, masukkan daging, wortel dan buncis. Aduk rata sampai air daging habis. Tambahkan 2 sdm air dan semua sisa bahan, aduk rata, kentalkan dengan tepung yang sudah dicairkan, aduk rata, angkat, dinginkan.

2) Kepal dan pipihkan 1-2 sdm adonan kentang, beri 1-2 sdt adonan isi. Rapatkan bentuk menjadi bulat lonjong. Masukkan dalam telur kocok, angkat, gulingkan dalam tepung panir. Goreng kecoklatan, tiriskan. Sajikan dengan sambal cuka.

Sambal Cuka
Bahan2:
50 gram  Kacang tanah goreng, haluskan
2 buah  Cabai merah
½ sdt  Garam
150 ml  Air
1 sdm  Cuka
2 sdm  Gula pasir

Cara membuat:
- Campur kacang tanah yang sudah dihaluskan, cabai merah dan garam.
- Campur rata dengan air, cuka dan gula pasir
- Didihkan, angkat dan dinginkan.

Paiton, 7 Maret 2012

Saturday, April 23, 2011

Quiche Lorraine - Jajanan Asin Gurih Nikmeh

Namanya rada2 susah dan bikin dahi kastamer berkerut. Bentuknya gimana sih, mungkin begitu yang ada di benak mereka. Sebenarnya ide dasarnya sederhana: kulit pie diberi isian dan taburan keju parut, lalu dipanggang. Yang bikin istimewa adalah, isian penganan ini mengandung daun bayam. Di resep aslinya daun bayam ini langsung dipakai tapi aku sengaja merebus dengan air mendidih selama 30 detik, supaya sisa tanah dan kotoran yang mungkin masih melekat bisa rontok. Tidak terlalu lama juga karena aku suka dengan tekstur bayam yang masih kriuk.
Quiche Lorraine

Karena keterbatasan waktu, aku memutuskan untuk mengerjakan pembuatan quiche ini dalam dua bagian. Pertama, bikin kulit. Kedua, membuat isian dan memanggang sampai matang. Bagian pertama dikerjakan oleh asisten dan ini benar2 bikin sport jantung. Berbeda dengan resep kulit untuk fruit pie biasa, resep kulit pie yang ini sangat rapuh karena mengandung banyak telur. Beberapa kulit pie yang sudah matang malah remuk hanya karena disentuh tangan atau diangkat. Haduh, haduh, sampai stress dibikinnya. Rupanya memang sebaiknya dua bagian ini (pembuatan kulit dan isi) tidak dipisah karena cairan dari bahan isinya itulah yang mengikat remahan kulit pie supaya tidak mudah ambrol.

Kalau aku bandingkan foto quiche lorraine hasil bikinanku dengan foto NCC, terlihat punyaku masih cekung seperti kurang isi. Rupanya ketika menyusun bahan di dalam kulit, masih terdapat banyak rongga. Pada saat memanggang, permukaannya turun dan menjadi cekung. Next time bahan2 akan aku potongi lebih halus lagi supaya bisa lebih compact / padat. Lalu saus juga akan aku lebihkan supaya permukaannya bisa rapi dan tinggi.

Oh ya, ada satu lagi kesalahan teknis dalam proses pembuatan. Quiche bikinanku melekat kuat ke cetakannya. Kurasa ini karena aku tidak mengolesi cetakan dengan lemak, atau karena aku tidak memasang paper case antara cetakan dan kulit pie. Ini misteri yang akan aku cari pemecahannya di  baking berikutnya.

Soal rasa, aku serumah doyan banget dengan quiche lorraine ini. Terutama pas tergigit daun bayam dan ada sensasi crunchy-nya. Pas aku cek ke kastamer, kok dia nggak heboh ya? Rupanya oh rupanya, sambal sachetnya tertinggal nggak ikut terkirim. Untuk kastamerku, mohon maaf atas kelalaiannya ya, hiks. Menurutku sambal sachet ini wajib ada, karena bikin rasanya jadi enaaaakkk sekali.

Untuk ibu2 yang pengen anaknya mengkonsumsi lebih banyak serat, bisa coba bikin si quiche ini. Kandungan gizinya lengkap mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serat dan susu. Saranku, bayamnya direbus lebih lembek dan dirajang halus supaya lebih mudah ditelan oleh anak-anak. (st)

QUICHE LORRAINE
:: Recipe by: Fatmah Bahalwan ::
Quiche Lorraine
Bahan-bahan:
Bahan Kulit:
350 gram  Tepung terigu protein sedang
200 gram  Mentega
3 butir  Kuning telur
100 ml  Air es

Bahan Isi:
450 gram  Jamur kancing kalengan, iris tipis
100 gram  Bayam
100 gram  Bawang bombay
125 gram  Keju parut (aku pake cheddar untuk isian & quick melt untuk topping)
250 gram  Sosis, iris tipis

Bahan Saus:
1000 ml  Air susu UHT
10 buah  Kuning telur
1 sdt  Garam
1/4 sdt  Merica
1/4 sdt  Pala bubuk

Cara Membuat:
1) Kulit: aduk tepung terigu, telur, mentega hingga berbutir-butir. Tuangi air es sedikit demi sedikit, uleni, bulatkan, gilas, cetak di cetakan kulit pie.
1a) Optional: panggang kulit pie selama 10 menit, lalu keluarkan untuk diberi isian.
2) Saus:  aduk semua bahan hingga rata, taruh di gelas ukuran supaya mudah dituang.
3) Isi pie dengan bahan yang sudah diiris halus. Tuangi saus.
4) Oven hingga matang di suhu 170 degC.
5) Keluarkan dari cetakan. Hidangkan dengan saus sambal.
Hasil jadi: sekitar 25 buah (tergantung besar cetakan)

23 April 2011

Saturday, February 26, 2011

Soes Ragout Sapi

Ini adalah salah satu penganan favorit produksi Dapur Solia.

sus ragout sapi-01b
Kebetulan aku hadir di acaranya dan ibu pendeta yang mencicipi berkomentar, "Hmmmm .. susnya enak ya. Ibu terima pesanan?" Wah, langsung berbunga2 dengarnya hehehe.

Paiton, 26 Februari 2011

Wednesday, February 16, 2011

Thursday, February 3, 2011

Ayam Kampung Hias

Apa sih ayam kampung hias? Aslinya masakan ini bernama ayam kodok. Ketika aku promosi, salah satu teman protes. "Shir, kalau di keyakinanku kodok itu haram, nggak boleh dimakan." "Ini nggak ada daging kodoknya." "Ya diganti aja namanya." Iya juga, soal nama kan sah-sah saja diganti. Tadinya mau aku namai Ayam Mr Bean, tapi ntar harus bayar royalti ke Rowan Atkinson lagi, repot kan.

Jadilah ini aku namai "Ayam Kampung Hias". Pemakaian ayam kampung memiliki 2 keuntungan. Pertama, kulit lebih elastis tidak mudah sobek. Kedua, rasa daging ayamnya lebih gurih dan enak dibanding ayam negeri.



Foto di atas adalah paket standar. Harga Rp 250rb.

Ada lagi paket spesial. Bedanya dengan yang standar, ada tambahan rolade dan dikemas cantik, cocok untuk seserahan atau bingkisan hari raya. Contoh bisa dilihat di sini. Harga Rp 350rb.

Jangan sungkan-sungkan untuk order yaaa.

Paiton, 3 Februari 2011

Sunday, January 30, 2011

Opor Ayam (Setoran untuk "Ojo Ndredeg Masak")

Ini setoranku untuk "Ojo Ndredeg Ayo Masak - Sing Penting Enak" yang diadakan oleh milis NCC Surabaya, sub milis dari Natural Cooking Club yang beranggotakan para home baker Jawa Timur. Bukan event yang terlalu gimana-gimana, seru2an aja dengan teman2 untuk menepis tudingan kalo bakul kue rumahan nggak suka masak hehe. Siapa takut, ya nggak.

Temanya adalah "pithik" alias ayam. Ayam termasuk bahan baku favoritku dan Naomi. Bisa diolah menjadi bermacam-macam masakan dalam waktu yang relatif cepat. Biasanya kami beli sekilo atau dua untuk jatah makan satu minggu. Ayam yang baru dibeli dari pasar lalu dibuang kulit dan lemaknya, dipotong2, dicuci, lalu dimasukkan ke plastik2 ukuran 2 kilo untuk jatah satu kali masak (biasanya satu plastik berisi 5-6 potong). Dengan begitu tidak perlu didefrost berulang kali.


Resep yang aku setor ini adalah opor ayam. Mudah, lezat, cepat dihidangkan. Asal bumbunya lengkap dan takarannya pas, dijamin opornya akan berasa gurih dan nikmat. (st)

OPOR AYAM
:: Recipe by Yasa Boga ::


Bahan2:
1 ekor ayam, potong 8 (atau sesuai selera)
1 sdm  Air asam jawa (bisa diganti air lemon atau jeruk nipis)
1 sdt  Garam

1 batang  Serai, memarkan
3 lembar  Daun jeruk purut
1 lembar  Daun Salam
750 ml  Santan cair + 250 ml  Santan kental (aku ganti dengan 100 ml santan Kara yang dilarutkan dengan 700 ml air matang)
3 sdm Minyak goreng untuk menumis
Bawang merah goreng untuk taburan

Bumbu Dihaluskan:

4 buah  Bawang putih
7 buah  Bawang merah
4 buah  Kemiri, disangrai (goreng tanpa minyak)
1 sdt  Ketumbar bubuk
½ sdt  Jintan bubuk (aku pakai jintan segar yang digiling)
½ sdt  Merica putih bubuk
½ sdm  Jahe (segar, dipotong2 lalu diulek halus)
1 sdm  Lengkuas
1 sdt  Garam (atau sesuai selera)
1 sdm  Gula (atau sesuai selera)

Cara Membuat:
1)  Lumuri ayam dengan 1 sdm air asam dan 1 sdt garam, biarkan selama 15 menit, bilas dan tiriskan
2) Tumis bumbu halus lalu masukkan serai, daun jeruk purut dan daun salam, aduk2 hingga agak kering dan harum
3) Masukkan ayam, masukkan hingga kaku dan berubah warna, tuangkan santan, didihkan. Jika suka kuah yang sangat kental, beri santan kental setelahnya, masak lagi dengan api kecil sampai seluruhnya matang.
4) Cicipi rasanya, koreksi jika perlu
5) Matikan api, hidangkan. Beri taburan bawang goreng di atasnya.

Paiton 30 Januari 2011

Thursday, January 27, 2011

Ragout Daging Sapi

Ragout umum digunakan untuk isian sus. Di buku Ny Liem yang berjudul 500 Resep Kue & Masakan - Koleksi Kursus Masak, aku menemukan resep ragout sapi yang oke banget.

Silakan dicoba jika Anda menginginkan variasi ragout dengan bahan dasar daging sapi. (st)

RAGOUT DAGING SAPI
:: Original recipe by Chendawati, modified by Shirley ::



Bahan2:
6 sdm Minyak goreng
2 sdm Bawang putih cincang
4 sdm Bawang merah iris tipis
400 gram Daging sapi giling
175 gram Buncis, potong kecil, rebus, saring dan tiriskan
175 gram Wortel, potong kecil, rebus, saring dan tiriskan
80 ml Susu kental manis
16 gram Garam (atau sesuai selera)
50 gram Gula pasir (atau sesuai selera)
4 gram Merica bubuk (atau sesuai selera)
10 gram Kaldu sapi bubuk (Maggi), bila suka
2 gram Pala bubuk (atau sesuai selera)
80 gram Tepung terigu protein rendah
250 ml Susu cair

Cara Membuat:
1) Panaskan minyak dalam wajan
2) Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum
3) Masukkan daging giling, aduk-aduk hingga berubah warna
4) Masukkan semua bumbu bubuk
5) Masukkan tepung terigu dan susu cair, aduk hingga rata dan mengental.

Tips dan Tricks:
- Jika menggunakan daging beku, pindahkan dari freezer ke kulkas malam sebelumnya supaya daging kembali lunak. Daging yang masih membeku akan menghasilkan ragout yang bergumpal2 dan kasar.
- Jika punya, gunakan chopper atau food processor untuk merajang sayuran. Pastikan potongan sayur cukup kecil tapi tidak hancur.
- Buncis dan wortel adalah sayur yang umum digunakan untuk membuat ragout. Silakan berkreasi sesuai imajinasi Anda.
- Gunakan saringan dengan lubang paling kecil untuk menyaring buncis dan wortel yang telah direbus. Aku biasa menggunakan saringan untuk mie.
- Masak ragout dengan api kecil-sedang. Api besar akan membuat daging terlalu kecil dan tidak halus di lidah.
- Setelah matang, jika ada genangan minyak yang berlebih di adonan ragout, tiriskan sebelum digunakan.
- Satu sus ukuran sedang membutuhkan isi 25-30 gram ragout. Satu resep ini dapat digunakan untuk 40 buah sus. 

Paiton, 27 Januari 2011

Tuesday, January 11, 2011

Monday, January 3, 2011

Birthday Macaroni Schotel (with Extra Smoked Beef & Mozarella Cheese)

Tidak semua orang suka penganan manis, betulll. Nah, kastamer yang satu ini menginginkan penganan gurih sebagai kado ultah untuk dua ponakan kembarnya tercinta.

Tadinya Mbak Ika memesan pastel tutup. Setelah belanja, ternyata di pasar Paiton, Giant dan Carrefour stok kentang sedang kosong (apa karena panen rusak akibat debu vulkanik Bromo ya). Untung mbak Ika mengizinkan pesanan diubah menjadi makaroni schotel.
 
Semoga ponakan-ponakannya suka ya Mbak. Makasih banyak buat orderannya.


Recipe: see here.

Paiton, 3 Januari 2011

Sunday, December 12, 2010

Ayam Gota a.k.a. Ayam Pinadar ~ Masakan Khas Batak Toba


Ini adalah salah satu masakan favorit keluarga besar suamiku. Bahkan Naomi juga menggemarinya meskipun rasanya sangat pedas. Jika omong2 di telepon dengan oppungnya, dia selalu menyelipkan pesan: "Pung, kalo ke sini nanti masak ayam hitam ya." Jika kami menghadiri arisan orang Batak, namboru2nya dibuat terheran2. Saat anak2 sebayanya makan mie atau sop, Naomi akan duduk di pojok sambil mengunyah2 potongan ayam gota yang berbumbu ini.

Gota artinya darah. Di kota kelahiranku, Malang, ada pelengkap pecel yang cukup populer, yaitu dedeh. Dedeh terbuat dari darah yang dibiarkan membeku dalam wadah, dipotong2 kemudian digoreng. Rasanya cukup lezat. Gota yang dipakai dalam masakan khas Batak Toba diolah dengan cara yang berbeda. Darah ayam ini justru dicegah supaya tidak membeku dengan cara diberi garam dan perasan jeruk nipis.

Di perantauan ini seringkali kami harus puas menikmati ayam gota berbumbu ketumbar. Tetapi ayam gota yang benar2 nikmat dibuat dengan bumbu andaliman. Ada juga yang menyebutnya sebagai sichuan pepper. Andaliman memiliki citarasa antara merica dan ketumbar dan jika dimakan dalam jumlah banyak menimbulkan rasa kebas di ujung lidah.

Untuk bisa membuat masakan ini, Anda harus memiliki keahlian memotong ayam hidup. Hal ini dikarenakan darah ayamnya harus dimasukkan ke dalam masakan. Perhatikan bahwa pisau yang dipakai untuk memotong harus sangat tajam, benar2 bersih dan tidak tercemar (terlebih oleh noda jeruk nipis). Pisau yang tidak bersih akan membuat aliran darah yang keluar dari tubuh ayam berhenti.

Mertuaku punya ritual kecil yang dia ucapkan ketika menyembelih ayam. Jika diterjemahkan bebas, doanya kurang lebih begini: "Tuhan, memang bukan kami yang memelihara ayam ini tetapi kami yang membelinya. Berbahagialah mereka yang memeliharanya dan juga kami yang menyantapnya. Engkau menciptakan hewan-hewan untuk dimanfaatkan manusia. Ya Tuhan, biarlah nyawa hewan ini berlalu bersama dengan hembusan angin."

Ayam yang sudah disembelih, diberi air panas untuk dibului, kemudian dibakar supaya seluruh bulu2 halusnya hilang. Baru kemudian dipotong2, dilumuri sedikit margarin dan dipanggang atau dioven (tanpa bumbu) sampai matang. Pemberian bumbu dilakukan di tahap selanjutnya.

Mertua sangat yakin jika pengolahan secara manual (mengiris dan menggiling dengan tangan) akan mengeluarkan aroma dan rasa yang terbaik dari bumbu-bumbu. Karena itu untuk membuat masakan ini (mulai dari proses mencari & menyiapkan ayam sampai masakan ini siap dinikmati) membutuhkan waktu tidak kurang dari 6 sampai 8 jam untuk 2 ekor ayam. Akhir2 ini dikarenakan faktor usia, beliau mulai mau menggunakan alat2 modern seperti chopper dan blender, namun tetap saja sebelum itu beliau akan memotong kecil2 semua bumbu2 dengan pisau. Karena itu bumbu masakan ayam gota mertuaku ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan tidak berserat meskipun menggunakan banyak jahe, lengkuas dan serai.

Ada lagi satu kepercayaan yang unik jika masakan ayam gota ini akan dihidangkan untuk orang yang kita cintai. Saat memasak, juru masak atau siapa pun tidak boleh mencicipi masakan ini. Orang --kepada siapa masakan ini dibuat-- harus menjadi yang pertama yang mencicipinya. Bagaimana mengecek apakah masakan ini sudah cukup asin / pedas? Mertuaku biasa menuangkan sedikit kuah / bumbu dari masakan ini ke kuku jempolnya. Katanya masakan yang sudah cukup asin memiliki penampilan khas dan akan memberikan sensasi tertentu ke kulitnya. Wah, ini sudah ilmu kelas tinggi :)

Masalah penataan dan penyajian, mertuaku memiliki kebiasaan untuk "menyusun hidup". Artinya ayam itu disusun / direkonstruksi ulang seperti ketika hidupnya. Kepala di utara, sayap dan paha di barat dan timur, brutu di selatan, dada di tengah.

Sedikit daging dari tulang dada dikerat dan disajikan terpisah bersama garam, potongan bawang merah, jahe dan cabe rawit. Ini disebut dengan "sirapege" (artinya harafiahnya: garam dan jahe).

Bagian tulang leher yang biasanya tidak dimakan dicincang lembut, dicampur dengan sedikit bumbu dan disajikan dalam daun pisang yang dilipat.


Saat makan bersama, setelah doa makan, anggota keluarga yang menerima kehormatan dipersilakan memilih bagian ayam yang paling dia sukai -- sebanyak yang dia inginkan. Rasa ayam gota yang spicy (asin, pedas, penuh bumbu) diharapkan memberi semangat kepada yang bersangkutan untuk menempuh suatu fase hidupnya. Baru setelah itu anggota keluarga yang lain boleh mengambil sisanya.

Masakan ini bisa dibuat tanpa darah (di salah satu blog ada yang mencoba mengganti dengan hati ayam diblender dengan sedikit air). Jangan lupa untuk menambahkan garam dan air jeruk nipis. Menurut yang pernah mencicipi, rasanya menjadi agak mirip dengan gule / kare tetapi tanpa santan. (st)

AYAM GOTA
:: Recipe by Ibu ST boru Sihotang, Op. Imanuel Boru ::

Ayam Masak Gota Disusun Hidup

Bahan2:
1 kg  Ayam kampung, disembelih, dibului, potong2, bakar tanpa bumbu hingga matang
Darah dari 1 ekor ayam, campur dengan:
- 1 sdt Garam
- 2 buah  Jeruk nipis, peras, ambil airnya saja

Bumbu Halus:
15 gram  Sereh, dipotong2 kecil, disangrai
20 gram  Lengkuas, dipotong2 kecil, disangrai
10 gram  Jahe, dipotong2 kecil, disangrai
15 gram  Kunyit, potong2 kecil, disangrai

30 gram  Bawang putih, sangrai
65 gram  Bawang merah, sangrai
10-15 buah  Cabe rawit (atau secukupnya), digiling (buang bijinya jika tidak ingin terlalu pedas)

50 gram  Kemiri, disangrai, digiling
8 gram  Ketumbar, disangrai, digiling
8 gram  Andaliman, digiling (tidak perlu disangrai, buang ranting2 kecilnya)

1500 ml Air matang
1-1½ sdt  Garam (sesuai selera)

Cara Membuat:
1) Blender semua bumbu halus sampai menjadi pasta.

2) Panaskan air hingga mendidih. Masukkan bumbu halus, aduk rata.
3) Masukkan potongan ayam panggang, rendam dengan bumbu. Biarkan selama ± 10-15 menit hingga kuah mengental. Tutup wajan dengan tutup panci (jika ada).

4) Beri garam. Aduk2, masak hingga matang. Matikan api.
5) Segera kucurkan darah ayam yang sudah digarami. Aduk hingga benar2 rata dan darah matang.
6) Sajikan.

Paiton, 12 Desember 2010

Thursday, November 11, 2010

Soes Isi Ragout

Sebetulnya ini adahal soes biasa saja. Cuman soesnya dibentuk keranjang dengan bantuan cetakan kulit pie. Satu resep biasanya jad 15 buah soes tetapi dengan desain ini menjadi 20 buah.

Sayang difoto pagi-pagi buta jadi hasil fotonya nggak maksimal.

Untuk resep bisa meluncur langsung ke situsnya NCC ya. (st)

Paiton, 11 November 2010 

Saturday, November 6, 2010

Pastel Basah



Aku suka banget makan pastel resep jadul. Selama ini yang banyak dijual yang ada isi sounnya, beda dengan pastel basah yang biasa aku makan sewaktu tinggal di Banjarmasin dulu. Makanya dari dulu kepingin bikin sendiri tapi baru kali ini keturutan.

Resep yang aku pake ini hasil nyontek dari resepnya NCC. Kebetulan ada sisa putih telur sedikit plus udang mini, jadi aku cemplungkan sekalian. Hasil praktek yang pertama kulitnya kurang tipis. Inilah akibatnya kalo malas mengeluarkan alat penggiling hehe. Ceritanya yang pertama kali ini semuanya serba manual, mulai dari bikin adonan kulit sampai mencetaknya.


Meskipun pemula banget dan belum jago, aku beranikan untuk membuat dokumentasi step-by-stepnya, siapa tahu bermanfaat. Sekalian memberdayakan tripod murah meriah baru nih hehe. (st)


PASTEL BASAH
:: Recipe: Fatmah Bahalwan (NCC) ::

Bahan2:
Tepung terigu untuk taburan meja
2 butir  Telur rebus, kupas, iris tipis


Isi:
3 sdm  Margarin untuk menumis
4 buah  Bawang putih, rajang halus
10 butir  Bawang merah, rajang tipis
150 gram  Daing ayam giling
75 gram  Wortel, potong dadu
75 gram  Buncis, potong ½ cm
1 sdt  Garam (atau sesuai selera)
1 sdt  Merica bubuk (atau sesuai selera)
1 sdt  Gula pasir
100 cc  Susu cair
2 batang  Daun bawang, iris halus (aku skip, lagi kosong)
3 batang  Seledri, iris halus
Tambahan dari aku:
100 gram  Putih telur, kukus dan potong kotak (optional saja, garam tolong disesuaikan)
40 gram  Udang kecil, buang kepala saja
Putih telur secukupnya -- untuk mengelem kulit (optional)

Kulit:
* aku dobel 2x dari resep asli karena pengen kulit yang gede

500 gram  Tepung terigu (idealnya protein sedang, tapi aku pake rendah + sedang)
80 gram  Margarin leleh
200 cc  Air hangat kuku
1/8 sdt  Garam
Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat:
1) Isi:
- Tumis bawang putih hingga harum, masukkan bawang merah, masukkan daging ayam dan udang hingga berubah warna, aduk rata
- Setelah berubah warna, masukkan wortel, buncis, garam, merica, gula. Tuang susu cair, masak hingga matang dan cairan tinggal sedikit.
- Masukkan putih telur potong kotak, daun bawang dan seledri. Aduk, angkat.

2) Kulit:
- Sangrai terigu sebentar, tuang ke baskom, biarkan supaya uap panasnya hilang
- Lubangi di tengahnya, masukkan margarn, garam, air hangat, aduk hingga rata
- Siapkan cetakan mie, gilas sampai tebalnya sekitar ¼ cm (ini aku tulis untuk yang punya alatnya, kalo nggak bisa digilas manual dengan rolling pin, jangan lupa mejanya ditaburi tepung supaya nggak lengket)

- Cetak bulat sesuai selera (pastel uk. sedang diameternya sekitar 10-12 cm)

- Letakkan bahan isi

- Rapatkan samping2nya. Bantu dengan polesan putih telur (jika perlu)


- Setelah jadi, goreng dengan minyak panas sedang.

Hasil jadi: 
15-16 buah ukuran besar
24 buah ukuran sedang

Tips & Tricks:
- Untuk masalah tepung, aku pakai tepung protein sedang sedikit plus tepung protein rendah banyak. Ternyata glutennya banyak yang terbentuk juga. Kalo suka kulit yang renyah, ada baiknya tepung disangrai saja dulu supaya kadar airnya berkurang. Kemudian menggilingnya juga secukupnya saja supaya kulit tidak menjadi liat.
- Jika ingin mencicil, bisa membuat isinya terlebih dahulu, lalu timbang bahan2 untuk kulit. Besoknya dilanjut dengan acara membuat adonan kulit, mencetak, mengisi dan menggoreng.
- Untuk pesanan dalam jumlah banyak, simpan pastel dalam keadaan setengah matang (sudah digoreng tapi belum berubah warna). Ini untuk mencegah kulit menjadi lemas dari menyerap cairan dari adonan isi.

Paiton, 6 November 2010

Wednesday, November 3, 2010

Nasi Goreng Tom Yam

Agnes Mariesca menemukan resep berikut dari Femina dan membaginya denganku. Percobaan pertama nggak tanggung2, aku bikin 6 resep sekaligus untuk acara doa di rumah. Rasanya enak, terutama ketika masih panas. Ada asin, kecut, pedas, berbumbu khas tom yam.


Sekedar kilas balik. Pertama kali aku mencicipi nasi goreng tom yam di sebuah pujasera di Bukit Bintang Plaza (KL). Tempatnya di basement, lampunya tidak terlalu terang, AC-nya juga tidak dingin, siapa nyana masakan2 yang dihasilkan dari penggorengan mereka enak2.

Yang bikin aku surprise setelah mencoba resep ini adalah tanggapan Naomi. Ternyata dia suka, padahal takaran jeruk nipisnya sudah aku tambahi supaya lebih kecut. Lihat deh ekspresinya :)


 Buat yang mau coba, berikut resepnya ya. (st)

NASI GORENG TOM YAM
:: Inspired by Femina (Ed. 34/2006)
:: Modified by Shirley


Bahan2:
3 sdm  Minyak untuk menumis
2 siung Bawang putih, cincang halus
2 sdm  Air jeruk nipis (boleh ditambahi sesuai selera)
1 buah  Kaldu blok (misal Maggi), hancurkan
100 gram  Udang ukuran sedang, kupas kepala & kulit, sisakan ekornya
75 gram  Jamur merang, bersihkan, potong membujur jadi 4 (ini aku skip)
600 gram  Nasi putih (sebaiknya bukan nasi yang baru matang krn akan terlalu lembek)

Tambahan dari aku:
100 gram  Cumi segar, bersihkan, dipotong bulat
1 lembar  Daun jeruk purut, dirajang halus
2 sdm  Kecap ikan

Bumbu Dihaluskan
(bisa diulek atau pakai blender)

4 buah  Cabai merah keriting (aku pake cabe besar)
5 buah  Cabai rawit merah (boleh ditambah sesuai selera)
2 batang  Akar ketumbar (aku skip)
1 lembar  Daun jaruk purut, iris2
1 batang  Serai, ambil bagian putihnya, iris halus
1 sdt  Terasi udang, bakar
1 sdt  Garam (atau sesuai selera)
Tambahan dari aku:
1 ruas jari  Lengkuas / laos, bersihkan, potong kecil supaya mudah diblender

Pelengkap:
Daun ketumbar (aku skip)
Telur dadar, iris halus

Cara Membuat:
1) Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum
2) Masukkan bumbu halus, aduk rata, tumis hingga harum dan matang
3) Masukkan air jeruk nipis dan kaldu bubuk, aduk rata. Tambahkan udang, cumi dan jamur. Masak hingga berubah warna dan jamur layu.
4) Masukkan nasi, aduk. Masukkan rajangan daun jeruk purut. Bubuhkan kecap ikan. Masak hingga rata dan nasi agak kering. Angkat.
5) Sajikan hangat bersama pelengkap.

Hasil jadi: 4-5 porsi

Tuesday, October 12, 2010

Flaky Pizza


Akhir pekan lalu Naomi menagih janji: ma, kata mama mau bikin kue (semua penganan kecil apa pun bentuknya, di rumah kami dinamakan "kue"). OK deh Dek, kamu yang bikin ya. Dibilang begitu tentu saja Naomi semangat sekali.


Guna memberdayakan sisa pastry yang tinggal sepotong,  aku memilih resep flaky pizza dari buku Femina Primarasa dengan judul Pizza. Pepperoni nggak ada jadi aku substitusi dengan daging asap, oregano segar aku skip diganti dengan seledri cincang. Bahan2nya super mudah, bahkan anakku pun bisa membuatnya. Untuk menghindari resiko terluka, Naomi tidak menggunakan pisau tetapi gunting untuk memotong bahan2 topping.

  
Potongan puff pastry yang aku pake kemarin terlalu kecil (6 x 12 cm), semestinya aku patuh dengan resep saja (8 x 15 cm) supaya toppingnya bisa dapat banyak.

Soal rasa, berhubung menggunakan saos tomat (aku pake Prego) dan pastry jadi (Edo), menurutku sih rasanya terlalu standar. Kalau mau lebih enak, bisa pake pastry bikinan sendiri dan saos tomat dari resep spaghetti bolognaise (resepnya bisa dilihat di sini) plus tambahkan daun oregano segar cincang. Well, yang penting anak senang dulu bisa beraksi di dapur. Karena buatan sendiri dan disantap hangat, Naomi berselera sekali dan menghabiskan 6 potongan pizza ukuran mini. Papanya, aku dan 2 mbak yang di rumah cuman kebagian 1 iris per orang hehe.

Buat yang pengen praktek, ini dia resepnya. (st)

FLAKY PIZZA
 :: Sumber: Femina Primarasa (dengan modifikasi) ::



















Bahan2:
Margarin untuk mengoles loyang
375 gram  Puff pastry, siap pakai
½  resep dasar saus tomat (aku pake Prego)
50 gram  Cabai rawit hijau, iris melintang tipis (aku ganti dgn paprika hijau)
100 gram  Pepperoni (aku ganti daging asap Bernardi)
50 gram  Jamur kancing kalengan
200 gram  Mozarella
1 sdm  Oregano segar, cincang kasar (aku ganti seledri)
Optional: merica hitam digiling kasar


Cara Membuat:

1) Olesi loyang kue kering dengan margarin atau minyak goreng atau carlo. Panaskan oven pada suhu 200 °C.
2) Gilas puff pastry hingga setebal 1/2 cm. Potong2 puff pastry ukuran 8 x 15 cm.
3) Taruh puff pastry di loyang, beri jarak 2-3 cm. Masukkan ke dalam oven, panggang hingga mengembang dan matang (15 menit). Keluarkan dari oven.
4) Tambahkan cabai rawit (atau paprika) iris ke dalam saus tomat, aduk rata. Iris pepperoni / daging asap selebar 1 cm. Iris melintang jamur kancing. Parut kasar mozerella.
5) Ambil 1 buah puff pastry sudah dipanggang, olesi permukaannya dengan saus tomat. Atur pepperoni / daging asap dan jamur kancing di atasnya. Taburi keju mozarella dan oregano. Lakukan hal yang sama untuk semua sisa bahan.
6) Atur pizza di atas loyang. Nyalakan api atas oven. Masukkan loyang ke dalam oven, panggang hingga keju meleleh (5 menit). Keluarkan loyang dari oven. Sajikan selagi panas.
Hasil jadi: untuk 2-3 orang.

Paiton, 12 Oktober 2010

Friday, December 25, 2009

Canape ~ Si Kecil Yang Enak

Pernah dengar istilah canapé?

Canape adalah istilah yang digunakan untuk menamai makanan kecil, penampilannya cantik dan dekoratif, bisa dipegang dengan jari dan umumnya bisa dimakan dalam satu kali gigitan.



Canape umumnya memiliki rasa asin atau gurih. Hal ini memang disengaja supaya penikmatnya merasa haus dan kemudian mencari minuman untuk melepas dahaga. Canape termasuk golongan finger food, namun tidak semua finger food disebut canape.

Bahan dasar untuk canape bisa cracker, atau roti yang dipotong kecil (bisa tawar maupun dipanggang dulu), atau puff pastry, yang dipotong menjadi bentuk beraneka rupa. Di atasnya dioleskan mentega asin atau pasta (bisa dari bahan kentang atau lainnya). Untuk memperindah penampilan dan memperkaya rasa, ditambahkan bahan seperti daging, keju, ikan, kaviar, foie gras, puree (dari kentang atau sayuran atau apel), acar atau cacahan sayur / buah.

Mudah2an bisa lebih sering membuat snack yang satu ini. Mengerjakannya menyenangkan :))

Paiton, 25 Desember 2009



Friday, October 16, 2009

Rendang Daging Perdana



Rendang adalah masakan resmi hari raya untuk kakak iparku yang di Jakarta (abang iparku adalah pria Minang so wajar sekali kalo rendang bikinan kakak top banget) dan ibu mertua di Pematang Siantar (di kampung beliau, rendang dimasak dengan santan yang diperas dari buah pohon kelapa milik sendiri, dimasak di atas tungku kayu bakar). Jika makan di warung padang, ketimbang disiram kuah santan aku lebih suka nasi dibubuhi bumbu rendang plus sambel ijo, sayur nangka dan rebusan daun singkong. Hmmm.... rendang memang top!

Memang aku lebih suka baking daripada cooking tapi sekali-kali memasak asyik juga. Apalagi kalo yang dimasak adalah menu kesukaan keluarga. Pilihanku kali ini adalah: rendang daging.
Resep di bawah ini aku contek dari blognya Dewi Anwar (thanks ya Uni). I have complete faith pada resep2 yang disharing oleh para subo NCC karena dari pengalaman rasa tidak pernah mengecewakan.

Proses memasaknya kusengaja menggunakan cara manual tanpa alat (kecuali saat menggiling bumbu karena takut tangan jadi kepanasan kena cabe). Tanpa blender untuk membuat santan, tanpa panci presto. Kayaknya lebih afdol kalau kali pertama dibuat dengan cara manual, biar lebih "menderita" hehehe. Aku perlu waktu 1 jam hanya untuk mengukur kelapa, plus 3 jam untuk mengaduk-aduk rendang sampai santannya mengeluarkan minyak dan mengering. Benar2 labor intensive ya hehe. Wajan nggak pernah kutinggal lama-lama karena takut dagingnya jadi gosong dan lengket ke kuali.

Hasilnya: sekilo rendang daging yang enakk. Memang tidak pedas karena di bumbunya tidak aku masukkan cabe rawit. Hubby dan Naomi sibuk mencuil-cuili rendang ini tiap kali berjalan mendekat ke meja makan. Asisten yang kuminta mencicipi matanya membesar ketika mengunyah sepotong daging rendang. "Enak, Bu."

Buat yang pengen ikut mencoba, silakan lihat resepnya di bawah ini ya. (st)


RENDANG DAGING
:: Resep: Dewi Anwar ::




Bahan2:

1 kg Daging gandik tanpa lemak, potong menjadi 25-28 bagian, cuci bersih dan tiriskan
3 butir Kelapa tua, buat santan kental (2-3 kali perasan dengan air hangat kuku, kira-kira 1800 cc)

Bumbu A - dihaluskan:

20 butir Bawang merah
10 butir Bawang putih
Seibu jari (= 6cm) Jahe
1 ons Cabe merah besar giling
1 sdt Merica putih
Jika suka pedas, tambahkan beberapa buah cabe rawit

Bumbu B:

Seibu jari lengkuas (laos), digeprek
3 batang Sereh, geprek bagian putihnya
3 buah Bunga pekak (bunga lawang, bentuknya seperti bintang)
5 lembar Daun jeruk
3 lembar Daun salam
2 lembar Daun kunyit, disobek2
Paling bagus jika menggunakan bumbu-bumbu yang masih segar, belum kering

Bumbu C - pelengkap:

1 sdm Kelapa serundeng (kelapa diparut memanjang, digongseng tanpa minyak sampai coklat, giling halus sampai keluar minyaknya)
1 sdm (kira2 25 gram) Hati sapi rebus, giling halus --> wajib ada
1 sdm Air asam
2 sdt Garam (atas sesuai selera)
1 sdm Gula (atau sesuai selera)

Cara membuat:

1) Ungkep daging dengan bumbu A (beri air sedikit saja), biarkan hingga air daging keluar. Terus ungkep sampai air kering (gunakan api kecil).

2) Tuang santan, masukkan bumbu B, aduk rata. Aduk santan dengan gerakan menimba hingga mendidih, jaga supaya tidak pecah. Gerakan menimba akan mencegah santan pecah.

Catatan: ketika mulai mengungkep daging, di panci terpisah aku merebus santan dengan api yang kecil sekali. Santan terus diaduk-aduk dan dibubuhi seujung sendok teh garam. Dari pengalaman, santan mentah rawan sekali menjadi kecut. Dengan cara ini rasa santan tidak berubah dan tidak mudah pecah ketika dimasak. Setelah santan mendidih, lanjut ke langkah 2.

3) Kecilkan api, masak hingga santan mengeluarkan minyak (warnanya kuning seperti mentega leleh atau minyak goreng di masakan bali).

4) Masukkan bumbu C termasuk garam dan gula. Cicipi dan koreksi sampai rasanya pas.

5) Masak terus sambil sekali-sekali diaduk supaya tidak lengket sampai rendang berdedak dan berwarna coklat (kira-kira 1 jam untuk 1 kg daging).

Selamat mencoba!

Paiton, 16 Oktober 2009

Wednesday, October 14, 2009

Tips Menggoreng American Risoles (Amris)



Sejak dipopulerkan di milis, varian risoles yang satu ini semakin banyak dikenal orang. Amris menggunakan bahan-bahan kering sehingga tidak mudah basi, bahannya mudah diperoleh di supermarket (meskipun bahan bakunya cukup mahal), dan rasanya lezat.

Untuk urusan menggoreng amris, ada beberapa kendala yang umum kita temui antara lain kulit yang terlalu coklat (tidak kuning keemasan), bungkusnya pecah, atau melembung dan meletus. Tulisan ini adalah rangkuman tips menggoreng amris (dan penganan goreng lain yang menggunakan kulit dan dibungkus telor & tepung panir) yang aku kumpulkan dari berbagai sumber.

Perlengkapan yang diperlukan (versi aku):

1) 1 wajan cekung ukuran besar
2) 1 sutil stainless steel yang besar
3) 1 serok ukuran besar
4) 1 loyang kotak untuk tempat menaruh amris yang sudah digoreng
5) 1 atau 2 buah rak kawat untuk meniriskan minyak dari amris yang sudah jadi
6) 1 wadah penyaring minyak (bentuknya seperti mug stainless steel yang dilengkapi dengan saringan, lihat gambar di bawah)
7) 2 buah jampel (oven glove)
8) 1 buah capit
9) 1 buah tusuk sate bersih



Tenaga untuk mengerjakan: 1 sampai 2 orang

Cara Menggoreng:

1) Siapkan semua peralatan di tempatnya.

2) Tuangkan minyak ke dalam wajan hingga 1/2 tinggi wajan. Nyalakan api kompor dengan nyala sedang.

3) Tes apakah minyak sudah cukup panas dengan memasukkan secuil bahan ke dalam minyak goreng. Jika bahan langsung mendesis, mengembang dan mengeluarkan gelembung, maka minyak sudah cukup panas. Jika minyak masih terlalu dingin, bahan yang dimasukkan akan tenggelam. Minyak yang dingin tidak baik digunakan karena akan terserap ke dalam bahan sehingga makanan menjadi sangat berminyak. Untuk menggoreng risoles, jangan sampai minyak goreng terlalu panas dan berasap karena akan menyebabkan bahan menjadi gosong.

4) Masukkan satu-dua buah risoles terlebih dahulu pada penggorengan pertama guna mendapatkan "feeling" seberapa lama waktu goreng yang diperlukan. Angkat jika risoles sudah menguning (jangan sampai coklat, apalagi coklat tua tua hitam). Lewati langkah ini jika Anda sudah berpengalaman.

5) Masukkan amris sesuai dengan kapasitas wajan. Amris harus cukup terendam supaya warna kedua sisi sama kuningnya, jadi jangan berlebihan.

6) Balik-balik amris secukupnya (satu atau dua kali balik sudah cukup). Jika ada amris yang melembung, tusuk dengan tusuk sate hingga amris kempes kembali.

7) Angkat amris yang sudah menguning dengan bantuan sutil, serok dan capit, tiriskan di atas rak kawat yang ditaruh di atas loyang kotak. Biarkan hingga hangat (agak dingin) sebelum dikemas. Uap air yang terperangkap akan membuat amris cepat rusak.

8) Jika minyak goreng sudah dikotori oleh remahan tepung roti yang gosong (butek), matikan api kompor, angkat wajan dengan bantuan jampel, tuang minyak ke dalam wadah penyaringnya, buang remahan tepung roti ke tempat sampah (dengan bantuan sutil), kembalikan ke atas kompor, nyalakan api dan segera tuang kembali minyak goreng yang sudah disaring. Dalam waktu singkat Anda sudah siap untuk menggoreng lagi.

Tips:
- Selalu gunakan susu untuk membuat adonan kulit supaya lentur, tidak mudah sobek dan yang pasti rasa lebih enak
- Bungkus isian dengan rapat, lebih baik lagi jika dilem dengan putih telur. Amris yang pecah di penggorengan sudah tidak bisa diselamatkan lagi.
- Setelah amris dipanir, masukkan ke dalam chiller selama 1/2 hingga satu jam supaya tepung menempel erat dan tidak mudah rontok
- Amris yang sudah didinginkan jangan langsung dicemplungkan ke minyak panas supaya tidak mudah pecah. Biarkan sebentar hingga lebih mendekati suhu ruangan
- Karena semua bahan amris pada dasarnya sudah kering dan matang, tidak diperlukan waktu terlalu lama untuk menggoreng. Cukup sampai kekuningan langsung angkat. Setelah diangkat warnanya masih akan menjadi gelap sedikit lagi.

Paiton, 14 Oktober 2009

Monday, August 17, 2009

Misua Goreng

Ini adalah resep warisan di keluarga saya. Rasanya gurih sehingga banyak disukai oleh tua dan muda. Enak dimakan panas-panas bersama dengan lombok rawit. Membuatnya memang sedikit ruwet karena harus dimasukkan dulu ke dalam kulkas sebelum bisa dipotong dan digoreng. Namun keruwetan itu sepadan dengan kelezatan yang dihasilkan.

Bagi para bakul kue, ini adalah salah satu alternatif penganan yang bisa disiapkan dua-tiga hari di depan. Untuk membuat misua goreng, aku menggunakan loyang pesanan khusus ukuran 40 x 40 x 1cm. Silakan menggunakan loyang ukuran lain sesuai dengan persediaan yang ada. (st)


MISUA GORENG
Recipe by: Ibu Inne Robertus CH

Bahan2:

8-10 buah Bawang putih
5 buah Bawang daun
5 buah Bawang prei
1 pak Misua
100 gram Udang kupas, potong2
250 gram Dada ayam (tanpa tulang), potong2 kotak
750 gram Wortel kupas, serut kasar
3 sdt Garam (atau sesuai selera)
1 sdm Gula pasir (atas sesuai selera)
1 sdm Merica putih
2 sdm Kecap asin
1 buah Chicken powder (Maggy)
2 sdm Margarin
Minyak goreng untuk menumis
1500 ml Air kaldu
Jika suka, bisa tambahkan 2 sdm kecap ikan, 1 sdm merica hitam bubuk dan sedikit vetsin

4 buah Telur (untuk kulit, bisa memanfaatkan sisa putih telur)
Tepung roti / panir
1 liter Minyak goreng
Cabe rawit

Cara membuat:
Tahap i:
1) Tumis bawang putih dengan margarin dan minyak hingga harum, masukkan bawang prei dan bawang daun hingga layu. Masukkan daging ayam dan udang, aduk2 hingga berubah warna.
2) Masukkan air kaldu. Cemplungkan wortel serut. Bumbui.
3) Ketika air sudah mendidih dan berkurang, cicipi. Jika rasanya sudah cukup, masukkan misua.
4) Masak hingga air habis sambil terus diaduk-aduk supaya tidak gosong di dasar kuali.

Tahap 2:
5) Cetak di loyang setebal 1 cm. Dalam keadaan panas, padatkan dengan bantuan spatula besar. Biarkan hingga dingin benar.
6) Potong2 sebesar 8 x 5 cm. Masukkan dalam wadah tertutup (biasanya aku pakai loyang yang ditutupi dengan plastic cling wrap), masukkan ke dalam kulkas supaya mngeras.

Tahap 3:
7) Celup misua yang sudah mengeras dalam kocokan putih telur dan bungkus dengan tepung panir.
8) Goreng dengan minyak goreng yang banyak dan panas sedang.
9) Angkat, tiriskan. Hidangkan dengan cabe rawit.

Hasil jadi: 40 potong.

Saturday, August 15, 2009

Macaroni Schotel

Tiba-tiba terima sms dari kastamer, minta dibuatkan macaroni schotel untuk snack meeting. Seperti biasa, langsung hunting resep yang paling oke dan nemu resep macaroni schotelnya Ine. Kalau baca testimoninya, wah mestinya rasanya oke banget. Note: aku selalu lebih percaya pada resep teman sendiri yang diposting di blog, apalagi yang difoto dengan kamera pocket (kelihatan alami sih) daripada resep media yang tidak ketahuan siapa koki ujinya.

Salah satu kesulitan baking berdasarkan resep baru adalah menentukan satu resep bakal jadi berapa porsi. Untuk itu, biasanya aku menjumlahkan semua bahan padat + telur, lalu bagi dengan bilangan antara 70 hingga 100 gram (tergantung jenis penganannya). Misal sebuah resep berat bahan mentahnya adalah 1400 gram, maka aku asumsikan satu resep akan cukup untuk 14 hingga 20 porsi (kira2 saja). Untuk amannya, selalu aku tambahi barang setengah resep. Toh nanti sisanya bisa dijual eceran atau dinikmati sendiri.

Resepnya Ine didasarkan pada satu resep = 250 gram macaroni mentah. Karena satu kemasan "Macaroniku" berisi 200 gram, aku hitung ulang semua bahan-bahannya berdasarkan berat satu pak.

Prinsip resepnya Ine ini matangkan semua bahan saat dikukus, lalu panggang sebentar dengan api atas untuk mengeluarkan aroma kejunya. Karena baru pertama kali testing api atas, baru deh ketahuan kalo panasnya nggak merata. Walhasil dalam satu kali pemanggangan ada sebagian yang kejunya jadi kecoklatan, ada yang kejunya sudah mengering tapi warnanya tetap kuning muda. wah, wah, wah, harus kenalan lagi nih dengan Mrs Oven Gas.

Soal rasa? Jangan ditanya. Sisa macaroni schotel yang aku jual di kantor langsung ludes kurang dari satu jam. Malah ada satu teman yang sepagian langsung makan 3 cup macaroni schotel ditemani dengan sambal botol. Duhh, itu lapar atau doyan :)

Thanks for sharing ya, Ne. (st)

Update per 11 Jan 2011:  aku ganti fotonya ya. Biar lebih cantikk :))


MACARONI SCHOTEL
By: Ine Elkaje



Bahan-bahan:

160 gram Daging giling spesial (sedikit lemak)
80 gram Bawang bombay dipotong kecil2
2 sdm Margarine

200 gram Macaroni elbow (aku pake 'Macaroniku"), rebus 3/4 matang ± 7 menit, beri sedikit minyak goreng/ zaitun supaya tidak lengket
160 gram Keju, potong dadu ½ x ½ cm (jgn terlalu kecil, kalo kegigit kejunya, enak'e pol)
72 gram Sosis, belah dua, potong tipis 3 mm (ini setara dengan 2½ buah sosis Bernardi)
200 gram (=4 butir) Telor utuh
320 ml Susu cair (aku pake Ultra UHT plain)

1½ sdt Garam (atau sesuai selera)
1 sdm Gula (atau sesuai selera)
½ sdt Pala (atau sesuai selera)
½ sdt Merica (atau sesuai selera)

Bahan Topping Saus Putih:
(saran: buatnya lebihkan saja, penampilannya bakal lebih oke kalo toppingnya lebih banyak)

0.8 sdm (= 12 gram) Margarin
1.6 sdm (= 24 gram) Tepung terigu
200 ml Susu cair
Garam (sejumput)
Merica (sejumput)
160 gram Keju cheddar, parut panjang (Bu Lisa usul ini diganti dengan melted cheese)

Cara Membuat:

1) Panaskan margarin, tumis bawang bombay hingga layu, masukkan pala, daging giling, tumis lagi hingga matang.

2) Masukkan ke tumisan daging: macaroni, keju potong dadu, sosis, telor. Bumbui dengan garam, gula, pala, merica. Tuang susu. Cicipi rasanya. Jika sudah pas, maka adonan siap untuk dituang ke wadah (ada baiknya dibiarkan sebentar supaya susu terserap oleh makaroni).

3) Tuang ke pinggan tahan panas atau ke cup aluminium kecil. Kukus selama 30 menit. Sisihkan.

4) Panaskan margarin, masukkan terigu, aduk2 hingga rata, tuangkan susu sedikit demi sedikit sampai diaduk cepat supaya tidak membutir. Masukkan garam dan merica.

5) Tuang topping putih ke atas adonan macaroni. Ratakan. Taburi dengan keju parut.

6) Panggang dengan api atas selama 10-15 menit hingga keju menguning dan beraroma enak.

7) Hidangkan dengan sambal botol.

Hasil jadi: 20 cup @ 70 gram (dihitung adonan macaroninya saja, belum termasuk topping dan keju).
================

Catatan: 
Aku re-post resep aslinya Ine bagi mereka yang perlu takaran untuk 1 loyang alfoil besar (kurleb 19 x 24 cm).

Macaroni Schotel
:: Recipe by Ine Elkaje ::

Bahan2:
250 gr Macaroni elbow, rebus 3/4 matang
200 gr Keju, potong dadu 1/2X1/2 cm
3 buah sosis, belah 2, potong tipis 3 mm
100 gr daging giling special (sedikit lemak)
400 cc susu cair
5 butir telur
1 butir bawang bombay, potong kecil kecil
2 sendok makan margarine
garam, gula, pala, merica

Topping Saus Putih:

1 sdm margarine (1 sendok munjung)
2 sdm tepung terigu
250 cc susu cair
garam, merica
100 gr keju parut

Cara Membuat:

Tumis bawang bombay dengan margarine sampai bawang layu, masukkan pala, daging giling. Tumis sampai daging matang.
Campur semua bahan scotel termasuk tumisan daging, aduk rata, jangan lupa...cicipi.
Tuang ke dalam pinggan tahan panas yang sudah di oles margarine,
Kukus selama 30 menit. sisihkan

Topping:

Cairkan margarine, masukkan terigu, aduk2 sampai rata, tuangkan susu sedikit demi sedikit sambil di aduk cepat agar tidak mringkil. Masukkan garam dan merica.

Penyelesaian:

Tuang topping ke atas schotel, ratakan, taburi dengan keju parut.
Panggang dengan api atas selama 15 menit.

Paiton, 15 Agustus 2009
Updated: 11 Januari 2011

Tuesday, July 7, 2009

Lumpia Basah Isi Rebung ala Semarang

Dulu sewaktu pelanggan minta dibuatkan lumpia, aku sempat menolak dengan alasan susah mencari rebungnya. Ketika pelanggan yang sama meminta dibuatkan lumpia di kesempatan yang berbeda, masak mau ditolak lagi. OK deh, aku buatkan.

Mencari resep lumpia yang bisa diandalkan terus terang bikin deg-degan. Referensinya sedikit, keakuratan juga masih diragukan. Soalnya kalo ternyata nggak enak, stok rebungnya minim so harus nyari rebungnya lagi di tempat yang jauhhh. Di pasar tradisional dekat rumah bambu muda ini tidak selalu ada, jadi kalau mau beli harus pesan ke pasar di Probolinggo yang jaraknya 45 km. Tiba-tiba aku ingat Hanna, teman NCCer Surabaya yang koleksi buku masakannya rapi dan lengkap banget. Pasti dia tahu resep lumpia yang enak, lha wong Semarang asli jeh.

Ternyata betul. Malahan ini salah satu produk andalan beliau. Ibu yang baik hati ini memberi bocoran resep lengkap dengan tips dan triknya. Berkat semua sharing ilmu itu, proses pembuatan berjalan dengan lancar. Misalnya tentang cara bagaimana menghilangkan bau pesing pada rebung. Ternyata nggak rumit kok sodara2, cukup gunakan tawas, rebus, bilas. Hasilnya, rebung yang masih memiliki aroma khas rebung minus bau pesingnya. Hebat yaa!

Karena Hanna biasa pakai adonan kulit jadi dari Toko Chiko, untuk kulitnya aku browsing lagi dan nemu resep dari blognya Astri Nugraha. Atli, pamit mengutip resep kulit lumpia dan saos tauco manisnya ya. Kulit lumpia ala Astri ini warnanya lebih kuning dibanding kulit yang dijual di pasar/ toko dan lebih lama empuknya.

Ada kecelakaan kecil waktu menaruh adonan isi, ujung2 rebung yang masih tajam bikin beberapa kulit jadi sobek, padahal adonan isi sudah didinginkan benar sesuai dengan pesan Hanna. Akhirnya adonan rebung dirajang lagi supaya potongannya lebih kecil-kecil. Beres deh, selamat semua sampai lipatan lumpia yang terakhir.

Bagaimana hasil akhirnya? Yuhui, endang gulindang alias enak pol! Ada beberapa buah yang digoreng juga, ternyata sama enaknya dengan yang lumpia basah. Rasa udang dan ebinya berpadu dengan rebung yang enak kres-kres, dimakan dengan saos coklat dan ceplusan lombok, mmmmh. Ini sambil ngetik ngiler sendiri sampe keyboard jadi basah hehe.

Dengan seizin yang empunya, aku sharing resep lumpia basahnya di bawah ini. (st)


LUMPIA BASAH
Original recipe by Hanna Keluarga Cinta
Modified by Shirley Dapur Solia




Bahan-bahan:

Bahan Kulit:

220 gram Tepung terigu protein rendah
120 gram Tepung beras
200 gram Telur utuh (kurang lebih 4 butir, memanfaatkan sisa stok putih telur juga bisa)
700 ml Air
150 ml Minyak goreng
1 sdt Garam
1 sdt Kaldu ayam bubuk

Bahan Isi:

1 kg Rebung, rajang halus / cincang kasar, rebus dengan tawas, bilas, rebus dengan air bersih 2 kali sampai bau pesingnya hilang, tiriskan
5 buah Bawang putih, cincang
3 buah Telur ayam utuh, beri garam sedikit, jadikan scrambled egg
100 gram Dada ayam, rebus, cincang halus
200 gram Udang utuh, bersihkan, potong tiap ekor menjadi 2-3 bagian
25-30 gram Ebi, rendam dengan air panas, ules halus
4 sdm Kecap manis
2 sdt Garam (atau sesuai selera)
2 sdm Gula pasir (atas sesuai selera)
1 sdt Merica (atau sesuai selera)
1-2 sdm Saos tiram
4 sdm Minyak goreng
Air sedikit

Bahan Saos:

* Versi I menggunakan gula merah cair saja


Gula merah
Air
Bawang putih cincang
Garam
Maizena

* Versi II menggunakan tauco

1 sdm Minyak goreng
5 siung Bawang putih, haluskan
10 sdm Tauco manis, haluskan
2 sdm Saos tomat
2 sdt Gula pasir
1/2 sdt Merica bubuk
1/2 sdt Garam
250 ml Air
2 sdm Maizena, larutkan dengan 4 sdm air

Lain-lain:
Lombok rawit
Bawang daun yang kecil batangnya, bersihkan


Cara Membuat:
Kulit:
1) Campur terigu, tepung beras dan telur hingga agak rata. Masukkan air, garam, kaldu bubuk, minyak goreng, aduk sampai tercampur dan halus. Saring jika ada grindilan yang tidak diinginkan.
2) Panaskan wajan dadar teflon ukuran 20cm, masukkan 1 sendok sayur adonan, buat menjadi dadar yang tipis.

Isi:
3) Tumis bawang putih dan merica dengan sedikit minyak hingga harum.
4) Masukkan ebi, udang dan ayam cincang, masak hingga berubah warna.
5) Masukkan rebung.
6) Bumbui dengan kecap, garam, gula. Masukkan air (sedikit saja, ± 1/2 cup, supaya tidak gosong dan lengket ke wajan dan membantu bumbu meresap).
7) Masukkan scrambled egg
8) Tambahkan saos tiram (sengaja saos tiram dimasukkan belakangan karena jika kena minyak goreng terlalu lama akan ada aroma sangit)
9) Aduk rata, tutupi dengan tutup wajan / panci, biarkan. Sesekali buka tutupnya dan aduk2. Tes cicip. Biarkan sampai air habis dan bumbunya meresap, matikan kompor.
10) Dinginkan sebelum dipakai (jika dipakaikan dalam keadaan panas, kulit lumpia akan pecah/ robek)

Saos:
Versi I:
11) Hancurkan gula merah, beri sedikit air hingga gula mencair. Saring.
12) Jerang lagi gula merah cair, masukkan cincangan bawang putih, bubuhi garam sampai asinnya pas sesuai selera
13) Kentalkan dengan maizena.

Versi II:
- Panaskan minyak, tumis bawang putih sampai harum, masukkan tauco, saos tomat, gula pasir, merica, garam sampai mendidih. Masukkan larutan maizena, aduk hingga mengental

Penyelesaian:
14) Masukkan 2-3 sdm adonan isi, lipat kulit lumpia seperti amplop (dari pengalaman, paling bagus lipat sisi kiri dan kanannya, lalu gulung)
15) Hidangkan dengan cabe rawit, saos coklat dan bawang daun yang sudah dibersihkan
16) Jika memungkinkan, simpan sisa lumpia yang belum dimakan di wadah yang agak berhawa supaya tidak keringatan (misal di besek)

Catatan (revised on 8 Jul 2009):
Satu kilo rebung bisa menghasilkan 25-28 buah lumpia ukuran besar (adonan isi = 2 sdm munjung), atau 35 buah lumpia ukuran mini. Jika akan dijual, timbang adonan isi terlebih dahulu untuk menentukan berapa berat adonan isi yang diinginkan. Jika kurang dari kebutuhan, tambahkan scrambled egg.

Sumber ide:
1) Resep Keluarga Cinta
2) Resep Keluarga Nugraha


Paiton, 7 Juli 2009
Shirley
Email: dapur.solia@gmail.com
YM: shirleythe_24may1975
Google Talk: shirley.theresia
Phone: 0811354270

* only hours from the election day
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...