Showing posts with label Masakan China. Show all posts
Showing posts with label Masakan China. Show all posts

Tuesday, January 24, 2012

Ayam Kodok untuk Imlek

Menyambut tahun baru Naga Air, Dapur Solia disibukkan dengan orderan ayam kodok. Kesempatan ini sekaligus aku manfaatkan untuk menduplikasi ilmu menguliti ayam kodok kepada orang rumah. Hasilnya lumayan untuk standar rookie *you-rock-guys!
Ayam Kodok

Mengerjakan ayam kodok benar2 melelahkan. Pernah seorang teman tanya, "Lho ayam seekor kok harganya segitu?" Hubby yang mengikuti seluruh proses mulai dari belanja bahan2 yang jumlahnya segambreng, pengerjaan sampai packaging malah menanyakan kebalikannya, "Ini masih untung ya?" Well, yang jelas aku mengerjakannya dengan senang dan sepenuh hati tapiii ... aku membatasi diri hanya menerima pesanan ayam kodok di akhir pekan. Mohon pengertiannya karena bakulnya masih nyambi kantoran dan belum kepengen mendadak kuyus karena kebanyakan begadang ngerjain ayam kodok hehe.
Ayam Kodok

Ada kecelakaan sedikit waktu kami mengerjakan ayam kodok ini. Karena capek, aku minta asisten mengawasi proses pengukusan. Lupa ngomong untuk ngecek supaya apinya nggak kebesaran. Pas dibuka, ayamnya ada yang meletus. Hoaaaaaaa, nyaris panik, mau marah, tapi terus mikir kalau cuman melampiaskan emosi negatif, bisa-bisa orderan nggak selesai. Akhirnya secepat kilat hubby membantu cari ayam lagi, pas banget dapat yang baru disembelih. Aku yang ketiduran sesaat, terkaget2 pas bangun dan melihat ayam yang baru dibeli sudah dalam keadaan dikuliti rapi. Rupanya asistenku mengambil inisiatif untuk langsung bekerja tanpa menunggu aku yang sedang 'kesirep'. Puji Tuhan ayam yang terakhir ini bisa selesai cuman dalam tempo 1½ jam. Ajaib rasanya bagiku namun dengan bantuan orang serumah akhirnya pekerjaan bisa selesai dengan baik *bagi2-cium-untuk-orang-serumah.

Ayam Kodok

Untuk para kastamer, semoga berkenan dengan ayam kodoknya. Selamat merayakan tahun baru bersama dengan keluarga dan kerabat tercinta.

Paiton, 24 Januari 2012

Saturday, November 19, 2011

Gong Bao Ji Ding (Chicken with Dried Chillies)

Efek Chinese Food Week NCC masih terasa di rumah. Siang ini kami makan siang dengan menu "Gong Bao Ji Ding" alias ayam masak cabe kering. Resepnya aku copas dari setorannya Lany. Makasih ya, Mbak.

Karena nggak punya arak merah (ang ciu), aku pake cuka apel (merk Kusuma Agrowisata). Aslinya cuka apel ini dipakai untuk pengobatan sakit tenggorokan, asma, ginjal, kandung kemih dan tekanan darah tinggi (paling nggak menurut brosurnya sih). Aku senang banget waktu baca resep ini juga butuh cuka beras karena sudah lama beli tapi nggak tahu mau dipake apa. Daun bawang aku skip karena di rumah jarang nyetok.
Gong Bao Ji Ding (Chicken with Dried Chillies)

Rasanya? Kayak chinese food ala depot banget. Padahal bahan2nya sama aja dengan yang biasa dipake untuk masakan rumahan. Rupanya teknik masak dengan api besar dan penambahan saus memang membuat perbedaan besar. Bumbunya nggak berasa 'medok', lamat2 saja. Ayamnya masih juicy, empuk. Kekurangannya, kalau sudah dingin nggak terlalu nikmat lagi jadi memang harus dimakan panas2.

Jangan terintimidasi dengan judulnya yang kayak 'susah' ya. Bikinnya nggak sesulit namanya. (st)

GONG BAO JI DING
Sumber: The Food of Asia terbitan Periplus, dikutip oleh Lany Rosdiana
Gong Bao Ji Ding (Chicken with Dried Chillies)

Bahan-bahan:
500 gram  Dada ayam, potong ukuran 1/2 x 2 cm
½ sdt  Garam
1 buah  Putih telur
2 sdm  Ang ciu (aku ganti cuka apel Kusuma)
2 sdt  Maizena
Minyak untuk menggoreng &menumis bumbu
1 sdt  Bawang putih, cincang halus
1 sdt  Jahe, cincang halus
1 sdm  Kecap asin (aku pake merk Pearl Bridge River)
1 sdm  Cuka beras (aku pake merk Blue Elephant, made in Thailand)
1 sdt  Gula
2-3 buah  Cabe kering, iris 1 cm, goreng hingga renyah dan kecoklatan
1 sdm  Daun bawang iris tipis (aku skip)
2 sdm  Kacang tanah goreng tanpa kulit

Cara membuat:
1) Lumuri potongan ayam dengan garam, putih telur, ang ciu (aku: cuka apel), dan maizena. Sisihkan selama 2-3 menit sambil memanaskan minyak untuk menggoreng.
2) Goreng ayam sampai terendam dengan suhu sangat tinggi selama 30 detik, angkat, tiriskan dan sisihkan.
3) Sisakan kira2 1 sdt minyak goreng di wajan. Tumis bawang putih dan jahe selama beberapa detik, lalu tambahkan kecap asin, cuka beras, dan gula. Aduk rata. Masukkan ayam, cabe kering dan daun bawang. Tumis 3-4 menit.
4) Masukkan kacang goreng. Hidangkan segera.
Hasil: untuk 5 porsi nasi.

Kesimpulanku masakan china memang merefleksikan adat istiadat masyarakat di negeri Tiongkok sana, paling tidak di zaman dahulu kala, yang penuh kerja keras dan serba cepat. Karena China adalah negara 4 musim, bahan makanan segar tidak tersedia setiap saat. Bumbu2 berbentuk saus (rata-rata hasil fermentasi) disiapkan dalam jumlah banyak dan distok. Bahan2 utama dipotong2 dengan pisau daging yang besar menjadi potongan berukuran sama supaya bisa matang bersamaan. Untuk memasak dipakai kuali besi yang besar dan api besar. Waktu pematangan otomatis sebentar saja. Masakan dinikmati secara cepat supaya tidak keburu dingin. Karena kepraktisan dan citarasanya, tidak heran restoran masakan china tumbuh subur tidak saja di Asia tetapi juga di negara-negara barat.

Paiton, 19 November 2011
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...