Saturday, March 14, 2009

Puding Karamel Moka

Bikin puding tidak termasuk bidang keahlianku. Pertama karena aslinya aku kurang suka ama penganan yang manis-manis (I prefer cheese to chocolate, salty to sweet). Kedua karena bikin puding ini betul-betul membutuhkan ketelatenan supaya menghasilkan bentuk yang indah dan menarik. Tesis ini makin dikuatkan dalam 2 minggu even puding week yang diselenggarakan oleh milis NCC tercinta. Makin hari makin banyak puding cantik yang wira wiri dan bikin aku melongo saking kagum dan herannya.

Namun seperti yang dikatakan oleh Widya Hidayat: dengan banyak latihan pasti bisa, pantang menyerah. Riana Ambarsari juga pernah nulis: practice makes perfect. Aku pun memberanikan diri untuk melakukan sesuatu yang “beda” walapun itu di luar lingkar kenyamananku.

Hasilnya? Benar-benar “beda”, dalam arti nggak karuan hihi. Saking puyengnya puding karamel moka ini aku juluki “Puding STRS” alias puding stress!

Karena nggak punya cetakan puding, aku pake mangkok plastik bulat. Tadinya lapisan puding yang pertama (karamel) aku tumpangi wadah stainless steel dan gelas berisi air masak (maksudnya sih biar kayak pudingnya Peni Respati, hiks) supaya dalamnya bisa dimasuki puding dengan warna lain. Lha wong puding busa kok dibikin cara begitu, ya enggak keras-keras. Pas wadahnya aku angkat, lubang di tengah puding lapisan pertama langsung dibanjiri cairan puding yang belum beku. Waks!

Pantang menyerah, lanjut terus. Lapisan kedua (moka) dituang, kayaknya nggak ada yang salah. Cuman kok nggak keras-keras ya. Akhirnya setelah cukup dingin, puding aku tutupi dengan plastik cling wrap lalu dimasukkan kulkas.

Waktu hubby pulang, dengan gembira kutawarkan si puding. Pas dibalik, kok penampilannya kayak klappertaart ya? Susun di mangkok, tuangi vla … waaaa, vlanya kok encer dan nggak manis?

Bagaimana soal rasa? Unik, soalnya pake isian mente panggang dan kismis. Hubby suka lapisan pertama yang ada rasa karamel, aku suka lapisan kedua yang rasa moka (dari resep aslinya aku tambahi 1 sdm moka seruni yang dipopulerkan Luluk Gozali dulu). Naomi cuman makan sedikit dan komen kalo dia nggak suka, soalnya rasa kopinya kuat. Entah sugesti atau nggak, habis makan puding ini emang rasa ngantukku hilang blass hehe.

Ada sedikit rasa lega, sudah bisa bikin puding yang tidak berbentuk coklat standar kayak biasanya. Namun seandainya ada kesempatan untuk bikin lagi, mungkin aku akan bikin puding rasa coklat lagi saja, biar Naomi bisa ikut menikmati. (st)


PUDING KARAMEL MOKA
:: Resep Asli: Puding Agar-agar Favorit Keluarga Yasaboga ::





















Puding Karamel:


1 bks Agar-agar bubuk (7 gram)
125 gram Gula pasir untuk karamel
100 gram Enting-enting kacang (aku ganti: kacang mente, panggang selama 10 mnt, dicincang)
250 ml Air matang
350 ml Susu cair
2 butir Putih telur
25 gram Gula pasir

Puding Moka:

1 bks Agar-agar bubuk (7 gram)
1 sdt Pasta moka (aku ganti: 1 sdm moka cap seruni)
2 sdt Kopi instan
100 gram Kismis cincang
700 ml Susu cair
2 butir Kuning telur, kocok lembut dengan 2 sdm susu cair
150 gram Gula pasir

Cara Membuat:
(1) Puding Karamel:

- Panaskan 125 gram gula pasir dengan api kecil hingga kecoklatan, aduk-aduk supaya tidak menggumpal, tuangi dengan air dingin, aduk-aduk hingga larut, matikan api. Saring, sisihkan.
- Campur dan larutkan agar-agar, 25 gram gula dan susu, didihkan dengan api kecil sambil diaduk.
- Masukkan sirup karamel, didihkan kembali, angkat dari api, sisihkan.
- Kocok putih telur hingga naik dan kaku, masukkan adonan agar-agar karamel sedikit demi sedikit, terus kocok dengan kecepatan rendah.
- Masukkan mente cincang, aduk.
- Tuang dalam cetakan, sisihkan.

(2) Puding Moka:

- Larutkan agar-agar dengan susu, didihkan dengan api kecil sambil diaduk.
- Masukkan kismis, gula dan kopi instan, aduk hingga larut, matikan api.
- Masukkan segera campuran kuning telur, susu dan moka, aduk rata.
- Tuang adonan moka perlahan-lahan ke atas puding karamel yang sudah mulai mengeras.
- Biarkan mengeras seluruhnya.
- Masukkan dalam kulkas.

Sajikan dingin dengan saus vla vanili.

Paiton, 14 Maret 2009




No comments:

Post a Comment