Friday, February 22, 2013

Lemon Yoghurt Muffin (dengan resep)

Awal mula googling sih karena salah satu kastamer minta dibuatkan muffin rasa lemon. Resep ini bersumber dari tulisan seorang foodie blogger Singapore bernama Aunty Yochana namun aku justru menemukannya via blognya Rachel, rekan NCC juga.

Saat bikin pertama, sempat skeptis dengan hasilnya karena terlihat bantat dan mengkilap seperti permukaan apem. Plus, di luar perkiraan satu resep ternyata cuman dapat 4 cup muffin ukuran kecil. Gondok nggak tuh, kirain bisa dapat minimal 9 cup. Setelah sempat digeletakkan beberapa jam, akhirnya aku nyicip sebuah. Eh, lha kok enak! Ternyata penampilan yang seolah-olah bantat itu tipuan saja, dalamnya moist dan empuk. Harum dan citarasa lemon terasa, sedikit asam namun tidak berlebihan, menyatu dengan rasa manisnya. Enyak enyak enyak.

Akhirnya belanja yoghurt dan lemon lagi, lanjut bikin 3 resep buat memenuhi pesanan kastamer. Syukurlah sang kastamer sepakat dengan assessment-ku ^_^

Yang lagi nyari simple muffin dengan citarasa lemon dari buah asli, silakan mencoba resep ini. (st)

LEMON YOGHURT MUFFIN
:: Original recipe: Aunty Yochana, modified by Shirley

Lemon Yoghurt Muffin

Bahan2:
100 gram  Terigu protein sedang (Segitiga)
1 sdt  Baking powder
2 sdt  Air perasan lemon
½ sdt  Parutan kulit jeruk lemon (lemon zest)
100 gram  Yoghurt putih / plain
50 gram  Gula pasir
50 gram  Mentega / butter
1 buah  Telur utuh

Cara Membuat:
1) Mikser mentega dan gula pasir di dalam mangkok / baskom beling (stainless juga bisa) lalu letakkan mangkok / baskom di atas panci berisi air yang sudah dipanaskan sampai airnya sedikit bergelembung (tidak mendidih) --> double-boil over a pot of simmering water. Aduk dengan baloon whisker sampai tercampur rata. Dinginkan sedikit.

2) Ayak terigu bersama-sama dengan baking powder.

3) Tambahkan yoghurt, air lemon, parutan kulit lemon dan telur ke dalam adonan, aduk rata.

4) Masukkan terigu dan BP ke dalam adonan sedikit demi sedikit, aduk balik.

5) Masukkan adonan ke dalam wadah muffin atau paper case (pakai sendok sayur atau piping bag).  Panggang pada suhu 180 °C selama 25 menit atau hingga matang.

6) Dinginkan di atas rak kawat.

Paiton, 22 Februari 2013

Cupcake Set Jeleeeek

Kurang paham mengapa ucapan yang diinginkan justru "jeleeeek". Mungkin ini panggilan sayang ya. Ada-ada saja :D

Cupcake Set

Paiton, 22 Februari 2013

Cake Imlek

Desain untuk Imlek tahun 2013.

Cake Imlek

Paiton, 22 Februari 2013

Kursus Perdana Toko Solia - Fondant Dasar

Tanggal 20 Januari 2013 ada kursus privat dekor fondant di Toko Solia.

Susan ini sabar banget, bikin appointment sudah sejak akhir tahun 2012. Meskipun belum pernah pegang fondant sama sekali dan harus menggilas fondant secara manual, dalam waktu singkat sudah bisa mengcover cake dengan rapi. Semoga ilmunya berguna ya. 

 Susan 

Bagi yang minat untuk belajar dekor, bisa kirim email ke dapur.solia@gmail.com. Untuk sementara weekend only ya.

Paiton, 22 Februari 2013

Wednesday, February 20, 2013

Red Cream Cake for Michelle's Birthday

Mamanya Michelle ternyata adalah kenalanku. Ketika beliau datang ke toko, beliau belum tahu kalau aku adalah dekorator di Dapur Solia. Tahu toko juga karena beberapa kali lewat di jalan depan toko.

Cake for Michelle

Akhir-akhir ini aku balik suka mendekor dengan buttercream. Kebetulan mamanya Michelle memilih dekor buttercream dengan bentuk swirl dan hiasan boneka princess. 

Cake for Michelle

Terima kasih untuk orderannya ya. Semoga acara ultahnya seru dan berkesan.

Cake for Michelle 

Paiton, 20 Februari 2013

Yellow Angry Bird for Shanum

Yellow Angry Bird for Shanum
Shanum ini anak teman kantor yang juga tetangga rumah. Ekspresinya lucuuu, hampir selalu ceria dan good mood. Kesukaannya: warna kuning dan boneka Angry Birds warna kuning. Karena itu sang mama dan papa memesan cake dengan desain lucu menyerupai boneka burung pemarah kesukaan Shanum.

Yellow Angry Bird for Shanum

Reaksinya Shanum waktu melihat cake ini sungguh menyenangkan. Pandangannya fokus ke cake, tidak menoleh-noleh, setengah bingung mungkin mengapa boneka kesukaannya berada di atas alas kue hehe.

Shanum and Mama

Happy birthday ya Cantik ...Semoga bertumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, dipenuhi kasih sayang orang tua dan selalu diberkati Tuhan.

Paiton, 20 Februari 2013

Cupcake Set untuk Pak Dokter

Sudah agak lama nih nggak buka-buka blog. Posting terakhir bertanggal 1 Februari 2013, alias 3 minggu yang lalu. Penyebabnya selain karena koneksi internet jelek banget (padahal blogku mengandalkan Flickr untuk mencantolkan foto), aku juga lagi asyik menikmati peranku di luar bakulan.

Ngapain aja selama 3 minggu? Macam-macam sih. Yang rutin adalah ngantor dan menyelesaikan bermacam-macam dokumen yang jatuh tempo. Kondisi kesehatan Naomi juga lagi kurang bagus, jadi tiap malam sering-seringnya aku nemani Naomi tidur lebih awal. Sekolah Naomi sudah mulai banyak ulangan, aku menemani dia belajar di rumah kalau sore / malam hari. Mulai baca-baca buku lagi yang hard copy. Ternyata membaca buku itu memberi efek lebih baik terhadap anak dibandingkan dengan membaca e-book / internet. Jika di internet kemungkinan besar kita tergoda untuk membuka multiple window sekaligus (baca buku sekalian baca koran, email, FB, Twitter, youtube dan lain sebagainya), kalau membaca buku konsentrasi kita hanya tertuju pada satu kegiatan. Nggak terlalu narsis dan cekikikan monolog, masih noleh kalau anaknya nanya sesuatu / minta diambilkan makan / minum atau sekedar minta digosok-gosok kakinya. Somehow itu membuat Naomi lebih rileks dan malahan ikut duduk di sampingku untuk baca-baca buku juga, sesuatu yang berusaha aku tanamkan sejak lama tapi belum berhasil. Dalam seminggu ini dia baca "Habibie & Ainun" sebanyak 33 halaman (lumayan kan buat anak umur 8 tahun), buka-buka buku yang baru dia pinjam dari perpustakaan dan bahkan latihan PR piano -- hal yang malas dia lalukan beberapa bulan ini.

Sekilas tentang buku Habibie dan Ainun. Ceritanya buku ini kami beli karena sudah nonton filmnya dan bagus banget. Akting Reza Rahadian natural dan perilakunya mirip sekali dengan tokoh aslinya B.J. Habibie, bapak bangsa dan presiden ke-3 Republik Indonesia. Isi hatiku terhadap film ini kayaknya pas dengan isi ulasan Kompasiana yang satu ini. Nah, karena yakin bahwa lebih banyak cerita bisa diperoleh dari bukunya plus buku ini adalah buku yang kontennya aman untuk konsumsi anak-anak, aku membiarkan Naomi membaca buku tersebut. Setiap sore setelah aku pulang kantor, jadilah kami rebutan membaca buku itu haha.

Kembali ke urusan bakulan. Pesanan ini dari tanggal 2 Februrai 2013 yang lalu. Kastamer yang ini adalah kastamer baru, istri seorang dokter, Untuk hadiah kejutan bagi sang suami, beliau memesan cupcake set dengan tema dokter dan kesehatan. Begini interpretasiku terhadap tema yang diberikan.

Cupcake Set ~ Ina

Closer look. Paling senang dengan figurin maskernya :) Nggak sempat nanya bagaimana penampilan fisik dokter yang dimaksud jadi aku kira-kira aja. Mudah-mudahan nggak terlalu meleset.

Cupcake Set ~ Ina

Buat Mbak Ina, terima kasih atas orderannya. Senang sekali karena komennya positif.

Paiton, 20 Februari 2013

Friday, February 1, 2013

Sayur Ubi Tumbuk

Bila Anda berasal dari Sumatera Utara, tentu tidak asing dengan masakan sayur ubi tumbuk. Ada yang menyangka sayur ubi tumbuk itu serupa dengan sayur bobor. Sebetulnya persamaan mereka hanyalah sama-sama masakan berbahan sayur dengan kuah santan, namun dari segi sayuran yang digunakan, bumbu yang dipakai, cara mengolah dan rasa masakan, perbedaannya jelas.

Hubby tidak pernah secara spesifik minta dibuatkan masakan ini. Tiba-tiba saja aku ingin makan sayur ubi tumbuk karena melihat ada leunca dijual di supermarket. Belakangan aku tahu leunca tidak memberikan aroma dan citarasa yang sama dengan rimbang.

Menurutku sayur ubi tumbuk cocoknya dihidangkan untuk sekali makan dan langsung habis. Karenanya kalau masak, bikin porsinya secukupnya saja supaya tidak perlu dihangatkan berulang-ulang.

Resep ini aku dapat dari milis, thanks to Mbak Ira. Karena lumpang di rumah sudah hancur, jadilah daun singkong ini tidak benar-benar ditumbuk. Yah, masih lumayanlah kuahnya masih ada warna hijau klorofilnya hehe.Yang minat mencoba, silakan cek resep di bawah ya. (st)


SAYUR UBI TUMBUK
By Ira Mashura

Sayur Ubi Tumbuk
Bahan:
Daun singkong muda (pucuk-pucuknya saja)
1 buah Bunga rias/ kecombrang/ honje
Rimbang / takokak secukupnya       
5 buah Cabe merah dipatah2kan (boleh diganti cabe rawit)
400 ml Santan encer
100 ml Santan kental
1 batang  Sereh Garam sesuai selera
Optional: Ebi secukupnya (boleh diganti udang kecil segar/ kering)

Bumbu halus:
6 buah  Bawang merah
Optional: 2 butir Bawang putih dan seiris jahe

Cara Membuat:
1) Tumbuk daun singkong sampai agak halus, masukkan bunga rias, tumbuk hingga agak hancur, terakhir masukkan rimbang, tumbuk kasar saja.
2) Masak santan encer, masukkan sereh, bumbu halus dan ebi, biarkan hingga mendidih.
3) Masukkan daun singkong, masak sampai warnanya hijau tua, terakhir masukkan santan kental dan patahan cabe merah/cabe rawit.
4) Cicipi dan tambahi garam sesuai selera

Paiton, 2 Februari 2013

Rimbang

Saat jalan-jalan ke kampung inangtua di Tigabolon, kami menemukan sebuah pohon rimbang di pinggir jalan menuju gereja. Baru kali ini aku mengetahui bentuk buah rimbang.

Rimbang

Kegunaan buah rimbang yang aku tahu adalah untuk bumbu sayur ubi (singkong) tumbuk. Ada yang tahu kegunaannya yang lain?

Paiton, 1 Februari 2013
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...