Found this dessert at Changi Airport T1.
It's heaven.
Paiton, 29 Januari 2013
Tuesday, January 29, 2013
Sunday, January 20, 2013
Lemang
Apa ini? Ini adalah kudapan yang namanya lemang. Oleh-oleh terkenal dari kawasan Tebing Tinggi dan sekitarnya.
Lemang terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan dan sedikit garam, mirip dengan lemper. Bedanya, lemang tidak diberi isian dan umumnya dimasak dengan cara dibungkus daun pisang lalu dimasukkan ke dalam ruas bambu seperti foto di bawah ini. Dulu lemang 100% dimatangkan di dalam bambu, namun saat ini untuk mempercepat waktu memasak, lemang bisa saja dimasak 1/2 matang dulu sebelum dimasukkan ke bambu.
Untuk menikmati lemang, tentu saja kita harus terlebih dahulu membelah bambunya dengan parang. Aku suka menikmati lemang dengan sambal atau cabe rawit, namun cara memakan yang umum adalah dengan mencolekkan potongan lemang ke sarikaya.
Lemang adalah kegemaran keluarga kami. Tidak percaya? Coba lihat ekspresi di bawah ini, cerah ceria saking senangnya ketemu lemang #peace-eda-hasian :D
Next time kalau ada yang pulkam, aku nitip ya *kedip2
Paiton, 20 Januari 2013
Lemang terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan santan dan sedikit garam, mirip dengan lemper. Bedanya, lemang tidak diberi isian dan umumnya dimasak dengan cara dibungkus daun pisang lalu dimasukkan ke dalam ruas bambu seperti foto di bawah ini. Dulu lemang 100% dimatangkan di dalam bambu, namun saat ini untuk mempercepat waktu memasak, lemang bisa saja dimasak 1/2 matang dulu sebelum dimasukkan ke bambu.
Untuk menikmati lemang, tentu saja kita harus terlebih dahulu membelah bambunya dengan parang. Aku suka menikmati lemang dengan sambal atau cabe rawit, namun cara memakan yang umum adalah dengan mencolekkan potongan lemang ke sarikaya.
Lemang adalah kegemaran keluarga kami. Tidak percaya? Coba lihat ekspresi di bawah ini, cerah ceria saking senangnya ketemu lemang #peace-eda-hasian :D
Next time kalau ada yang pulkam, aku nitip ya *kedip2
Paiton, 20 Januari 2013
Saturday, January 19, 2013
Dekke Nani Ura (dengan resep)
Seumur hidup aku makan dekke (= ikan mas) yang dimasak nani ura baru dua
kali. Sekali waktu masih di Surabaya, saat perayaan wisuda seorang
teman yang berasal dari Medan. Yang kedua kali adalah saat kami pulang
kampung ke Pematang Siantar di Natal 2012.
Disclaimer:
Nani ura is one of the Indonesian finest dishes. However, do not expect fancy kitchen equipment or sophisticated technique in this post. This dish was made in our parents' humble full-of-love kitchen. Our hand models: the lovely Oppung Esther boru Nainggolan dan Eda Hotma boru Napitu
Saat ngobrol iseng dengan Inangtua boru Nainggolan (ini adalah budenya suami, kakak ipar dari mertuaku laki-laki), aku menanyakan apa saja bumbu yang dipakai untuk membuat beberapa masakan Batak, termasuk di antaranya nani ura. Nani ura ini amat jarang disajikan di restoran dan hanya disajikan di rumah-rumah tangga pada acara tertentu (berbeda dengan saksang, arsik dan sayur ubi tumbuk yang hampir selalu tersedia di rumah makan masakan Batak). Padahal, bumbu-bumbunya cukup umum -- paling tidak di Sumatera Utara. Agaknya memang pemikiran memakan daging ikan mentah cukup provokatif bagi beberapa orang sehingga masakan ini hanya dikeluarkan berdasarkan permintaan khusus saja.
![]() | |
| Inangtua |
Inangtua menyebutkan waktu memasak nani ura cukup 2-3 jam saja. Karena itu ketika kami jalan-jalan di pajak (= pasar), edaku (eda = ipar perempuan, hanya berlaku untuk saudara perempuan suami atau yang satu level) menunjukkan dua buah asam jungga, langsung saja aku terpikir untuk memasak nani ura. Mumpung di rumah mertua dan mumpung ada koki yang tahu resep aslinya. Ya, inangtua kami adalah seorang koki yang handal, sebuah ketrampilan yang beliau dapat dari rajin mengikuti dan membantu persiapan acara adat. Hanya butuh pandangan sekilas untuk menentukan berapa banyak bumbu yang diperlukan untuk sekian kilogram protein, ketrampilan yang sampai hari ini aku masih belum kuasai.
Back to business. Eda Hotma membeli sekilo ikan mas hidup (isi 2 ekor, harus menggunakan ikan yang agak kecil supaya matangnya cepat) dan semua bumbu yang diperlukan di Pajak Horas lalu kami pun terburu-buru pulang ke rumah. Adalah esensial dalam kuliner Batak untuk menggunakan bahan-bahan yang serba segar baik protein maupun bumbu-bumbunya, karena itu kami mengejar waktu supaya ikan masnya masih hidup sampai kami tiba di rumah. And so the adventure began.
Meski harus mencuri-curi waktu di sela2 aktivitas menyiapkan cemilan untuk para tamu yang berkunjung dalam rangka tahun baru, dalam tempo 3 jam akhirnya kami berhasil menyajikan dekke nani ura yang sangat lezat (OMG, I am literally drooling now!).
Don't be fooled by its humble appearance. Meskipun terlihat mirip dengan arsik dan sama-sama dibuat dengan bahan ikan mas segar, nani ura memiliki rasa yang berbeda dan khas. Daging ikan mas yang biasanya sangat lunak mendekati hancur di dalam masakan arsik, menjadi kenyal namun mudah disobek dalam nani ura. Memakan nani ura lebih mudah daripada arsik karena semua sisik dan duri sudah dibuang dan semua bumbu digiling halus tanpa kecuali (berbeda dengan masakan arsik menyisakan banyak "uram-uram", yaitu serpihan bawang batak / kecombrang / bumbu / sisik ikan yang sudah menyerap bumbu). Rasa asamnya juga berbeda karena dibuat bukan dari asam galugur atau nipis tetapi dari asam jungga. Tambahan kacang tanah tumbuk membuat bumbu dan kuah nani ura menjadi gurih tak tertahankan.
Catatan: Masakan di foto dibuat tanpa garnish. Jika disajikan untuk pesta, sajikan di pyrex atau piring lebar, dengan alas daun selada dan hiasan buah tomat / mentimun ukir dan daun peterseli.
Nuff said about this dish. Berikut resepnya mengikuti versi keluarga kami. Enjoy it. (st)
DEKKE NANI URA
:: Recipe by: Oppung Ester boru Nainggolan
Bahan-bahan:
1 kg Ikan mas ukuran kecil/sedang (pilih yang satu kg isi dua ekor)
3 buah Asam jungga, kupas dan peras airnya, saring (tambahkan sedikit air putih seperlunya, asal cukup untuk merendam ikan secara merata)
1 sdm (= 7 gram) Ketumbar, disangrai hingga harum, giling halus
40 gram Kemiri, belah-belah menjadi 2, disangrai (goreng tanpa minyak)
1 ruas Jahe (± 5 cm), iris-iris tipis melebar, sangrai
1 ruas Lengkuas (pilih yang agak muda), iris-iris tipis melebar, sangrai
1 siung Bawang putih, disangrai hingga lunak
12 siung Bawang merah, disangrai hingga lunak
5 cm Kunyit, bersihkan, potong-potong, digiling halus
1 sdm Andaliman, giling halus
6-8 buah Cabe rawit / cabe keriting merah (bisa ditambah/dikurangi sesuai selera)
1 buah Batang rias / kecombrang yang muda, ukuran panjang antara 25-30 cm, kelupas, ambil bagian dalamnya yang berwarna putih, rebus hingga lunak lalu tiriskan
Garam sesuai selera
Opsional:
80 gram Kacang tanah kulit, sangrai hingga matang, kupas kulitnya, giling kasar
1 buah Jeruk nipis, ambil airnya (digunakan hanya jika kuah nani ura kurang kecut, masukkan sedikit demi sedikit)
Cara Membuat:
1) Cuci bersih ikan mas, buang insang, sisik dan isi perutnya.
2) Dengan menggunakan pisau yang tajam, iris punggung ikan secara memanjang (usahakan sedekat mungkin dengan tulang / durinya), lalu lebarkan ikan.
3) Rendam daging ikan dalam cairan asam jungga selama 2 jam.
3a) Setelah 30 menit pertama, cabut duri-durinya (pada saat ini, daging ikan sudah mulai melunak sehingga pencabutan tulang / duri bisa dilakukan dengan mudah). Beri keratan2 di beberapa tempat supaya bumbunya mudah diserap. Balik-balik ikan supaya cairan asam jungga merasuk ke semua bagian.
4) Siapkan bumbu-bumbu baik yang disangrai maupun tidak.
4a) Ulek bumbu-bumbu berikut secara berurutan: andaliman, cabe, garam, ketumbar giling, kemiri, jahe, lengkuas, bawang putih, bawang merah, kunyit, batang rias muda yang sudah direbus. Aduk hingga menjadi pasta berwarna kuning kemerahan (warna merah ditentukan oleh banyaknya cabe).
5) Cicipi bumbu giling apakah sudah cukup asin dan pedas sesuai selera.
6) Laburkan bumbu giling ke seluruh bagian ikan hingga rata. Balik-balik ikan supaya kelebihan bumbu bercampur dengan cairan asam. Cicipi untuk mengetahui apakah rasa sudah cukup kecut, jika tidak masukkan air jeruk nipis.
6a) Jika ingin diberi garnish, pada tahap ini pindahkan ikan ke piring saji.
7) Taburi nani ura dengan kacang tanah giling. Siap disajikan.
Catatan:
- Menurut Inangtua, asam jungga bisa digantikan dengan air jeruk nipis dalam jumlah yang sama. Namun demikian aku belum pernah tes bahan substitusi ini, so no guarantee. I will let you know if it can be done successfully.
- Ikan mas bisa saja diganti dengan ikan air tawar lain seperti nila atau mujair tetapi tidak akan memiliki citarasa yang sama.
Paiton, 19 Januari 2013
Thursday, January 17, 2013
Asam Jungga
Kalau mendengar mertua mengatakan "asam", pikiran pertamaku yang dimaksud adalah cuka atau asam Jawa. Baru setelah beberapa detik aku bisa mencerna bahwa orang-orang di tempat kelahiran hubby menggunakan istilah tersebut untuk berbagai macam benda, antara lain asam galugur, jeruk nipis, dan asam jungga. Pada prinsipnya berbagai buah-buahan yang termasuk golongan citrus dan memiliki rasa kecut dinamai asam.
Saat pulkam ke rumah mertua di bulan Januari 2013, itulah saat pertama aku menemui asam jungga. Sebelumnya pernah dengar dari cerita kakak ipar tapi aku belum pernah melihat dan memegang sendiri. Bentuk asam jungga ini antara jeruk purut (tapi lebih kecil, kulitnya sedikit lebih mulus) dan jeruk limau / jeruk sambal (tapi lebih besar). Jika kulitnya dikupas, bagian dalamnya menyerupai jeruk keprok namun warna buahnya lebih pucat. Baunya cukup tajam, harum menyegarkan sebagaimana umumnya buah citrus.
Mengapa asam jungga ini istimewa, utamanya dalam kuliner Batak? Asam jungga ini adalah satu bahan kunci dalam masakan dekke (ikan mas) nani ura. Protein dalam masakan ini dimasak tanpa bantuan api sama sekali. Daging ikan mas yang sudah dibersihkan dari semua duri dan lendirnya direndam dalam air asam jungga dan bumbu giling selama beberapa jam hingga matang. Dikatakan matang bila daging ikan mas tersebut sudah bisa dipetik / dicuil dengan tangan selayaknya ikan yang dimasak dengan api. Rasanya sangat lezat, ada asin pedas kecut gurih menjadi satu. Resep untuk nani ura akan aku taruh di posting terpisah.
Paiton, 17 Januari 2013
Saat pulkam ke rumah mertua di bulan Januari 2013, itulah saat pertama aku menemui asam jungga. Sebelumnya pernah dengar dari cerita kakak ipar tapi aku belum pernah melihat dan memegang sendiri. Bentuk asam jungga ini antara jeruk purut (tapi lebih kecil, kulitnya sedikit lebih mulus) dan jeruk limau / jeruk sambal (tapi lebih besar). Jika kulitnya dikupas, bagian dalamnya menyerupai jeruk keprok namun warna buahnya lebih pucat. Baunya cukup tajam, harum menyegarkan sebagaimana umumnya buah citrus.
Mengapa asam jungga ini istimewa, utamanya dalam kuliner Batak? Asam jungga ini adalah satu bahan kunci dalam masakan dekke (ikan mas) nani ura. Protein dalam masakan ini dimasak tanpa bantuan api sama sekali. Daging ikan mas yang sudah dibersihkan dari semua duri dan lendirnya direndam dalam air asam jungga dan bumbu giling selama beberapa jam hingga matang. Dikatakan matang bila daging ikan mas tersebut sudah bisa dipetik / dicuil dengan tangan selayaknya ikan yang dimasak dengan api. Rasanya sangat lezat, ada asin pedas kecut gurih menjadi satu. Resep untuk nani ura akan aku taruh di posting terpisah.
Paiton, 17 Januari 2013
Sunday, January 13, 2013
Cake Mawar Nenek Yudha
Carrot Cake ala Teh Uceu
Sejujurnya carrot cake belum masuk ke portofolionya Dapur Solia. Meskipun sudah pernah bikin, aku masih belum pede dengan komposisi dan dekor dari cake percobaanku yang terdahulu, maklum pakai resep dari situs luar negeri yang manisnya manisss banget. Namun begitu, ketika salah satu kastamer baik meminta tolong membuatkan, aku tidak kuasa berkata tidak *hoa-hoa-hoa pemilihan katanya bikin kuduk merinding disco ya :p
Singkat kata, aku menemukan resep dari Teh Uceu ini (hatur nuhun, Teh). Bahan-bahannya nggak ribet, dan manisnya sedang saja, tidak berlebihan. Rasa cakenya segar, cocok dipadu dengan krim keju yang creamy.
Untuk presentasi, karena nggak punya marzipan ataupun coklat warna jingga, aku dekor carrot cakenya dengan coklat. Rada nggak matching tapi mudah-mudahan nggak terlalu parah melanggar pakemnya.
Aku bikin cake ini dua buah, yang satu aku bawa ke kantor untuk sharing dengan teman-teman satu ruangan. Komentar yang makan: enak .... dan bikin gemuk. Really, guys? *winking (st)
CAKE WORTEL
Resep: Teh Uceu Kevin
Bahan:
350 gr Gula pasir
250 gr Gula palm
350 ml Minyak sayur / minyak goreng
½ kg Tepung segitiga
5 butir Telur utuh
10 gr Baking powder
5 gr Baking soda
5 gr Garam
600 gr Wortel parut
75 gr Kismis (untuk isi dan taburan)
15 gr Tepung terigu (untuk balur kismis)
15 gram Lemon parut kulitnya + tambah 2sdt air jeruk lemon
Cara Membuat:
- Campur seluruh bahan menjadi satu kecuali kismis (tanpa menggunakan mixer), aduk rata. Masukkan kismis, untuk campuran dan taburan.
- Masukkan adonan ke dalam loyang kotak ukuran 22 atau 24 cm
- Panggang dalam oven suhu 160-170 °C sampai matang
Cheese Cream Frosting
(Sumber: Kemasan Philadelphia Cream Cheese)
Bahan:
250 gr Philadelphia cream cheese
-- Catatan: jika tidak punya keju philly, bisa disubstitusi dengan 70 gram whipcream bubuk + 140 ml air es + 40 gram keju filling Kraft dikocok sampai kaku
80 gr Margarin
1 cup Icing sugar
1 sdm Perasan air jeruk lemon
Cara Membuat:
- Kocok Philadelphia cream cheese dan margarin dengan mikser selama 4-5 menit atau hingga halus dan ringan (fluffy).
- Tambahkan icing sugar dan air lemon, kemudian kocok lagi selama 30 detik atau sampai tercampur rata.
- Oleskan pada carrot cake.
- Dekor sesuai selera.
Paiton, 13 Januari 2013
Singkat kata, aku menemukan resep dari Teh Uceu ini (hatur nuhun, Teh). Bahan-bahannya nggak ribet, dan manisnya sedang saja, tidak berlebihan. Rasa cakenya segar, cocok dipadu dengan krim keju yang creamy.
Untuk presentasi, karena nggak punya marzipan ataupun coklat warna jingga, aku dekor carrot cakenya dengan coklat. Rada nggak matching tapi mudah-mudahan nggak terlalu parah melanggar pakemnya.
Aku bikin cake ini dua buah, yang satu aku bawa ke kantor untuk sharing dengan teman-teman satu ruangan. Komentar yang makan: enak .... dan bikin gemuk. Really, guys? *winking (st)
CAKE WORTEL
Resep: Teh Uceu Kevin
Bahan:
350 gr Gula pasir
250 gr Gula palm
350 ml Minyak sayur / minyak goreng
½ kg Tepung segitiga
5 butir Telur utuh
10 gr Baking powder
5 gr Baking soda
5 gr Garam
600 gr Wortel parut
75 gr Kismis (untuk isi dan taburan)
15 gr Tepung terigu (untuk balur kismis)
15 gram Lemon parut kulitnya + tambah 2sdt air jeruk lemon
Cara Membuat:
- Campur seluruh bahan menjadi satu kecuali kismis (tanpa menggunakan mixer), aduk rata. Masukkan kismis, untuk campuran dan taburan.
- Masukkan adonan ke dalam loyang kotak ukuran 22 atau 24 cm
- Panggang dalam oven suhu 160-170 °C sampai matang
Cheese Cream Frosting
(Sumber: Kemasan Philadelphia Cream Cheese)
Bahan:
250 gr Philadelphia cream cheese
-- Catatan: jika tidak punya keju philly, bisa disubstitusi dengan 70 gram whipcream bubuk + 140 ml air es + 40 gram keju filling Kraft dikocok sampai kaku
80 gr Margarin
1 cup Icing sugar
1 sdm Perasan air jeruk lemon
Cara Membuat:
- Kocok Philadelphia cream cheese dan margarin dengan mikser selama 4-5 menit atau hingga halus dan ringan (fluffy).
- Tambahkan icing sugar dan air lemon, kemudian kocok lagi selama 30 detik atau sampai tercampur rata.
- Oleskan pada carrot cake.
- Dekor sesuai selera.
Paiton, 13 Januari 2013
Kecombrang a.k.a. Bunga Rias (Etlingera elatior)
Tumbuhan ini lazim digunakan dalam masakan Batak. Dikenal dengan nama bunga rias, kecombrang atau pun honje. Punya nama latin yang cantik: Etlingera elatior.
Untuk informasi lainnya, bisa dibaca di sini.
Bunga rias berkembang biak seperti jahe atau lengkuas yaitu dengan menggunakan rizoma / rimpang. Batang yang muda enak dimasak untuk membuat tombur, naniura ataupun sekedar digilas bersama cabe rawit sebagai sambal. Bunga yang masih kuncup lezat dimasak arsik bersama ikan mas, nila atau mujair.
Hayooo, mulai ngiler ya *wink2
Paiton, 13 Januari 2013
Bunga rias berkembang biak seperti jahe atau lengkuas yaitu dengan menggunakan rizoma / rimpang. Batang yang muda enak dimasak untuk membuat tombur, naniura ataupun sekedar digilas bersama cabe rawit sebagai sambal. Bunga yang masih kuncup lezat dimasak arsik bersama ikan mas, nila atau mujair.
Hayooo, mulai ngiler ya *wink2
Paiton, 13 Januari 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)









