Sunday, October 30, 2011

#ChineseFoodWeek: Sup Kim Lo

Bulan ini aku didapuk untuk tandem dengan Teh Nicke dan Mbak Diyah (yess, we are the 3Funky trio. Don't get excited!) untuk menjadi host event online komunitasku, yaitu Chinese Food Week NCC.
CFW Badge

Event kali ini membebaskan jenis makanan yang dikumpulkan sebagai entry, boleh masakan, kudapan maupun minuman, selama masih bisa ditunjukkan hubungannya dengan tradisi maupun kreasi komunitas China baik yang di negeri asalnya maupun yang peranakan.
Sup Kim Lo

Untuk event ini, aku mencoba membuat sup kim lo dari buku resep Indonesian-Chinese Cooking tulisan Ibu Cherry Hadibroto. Partisipasiku ini mendapatkan dukungan penuh dari hubby karena pada dasarnya keluarga kami bukan sweet tooth. Apalagi bahan-bahannya termasuk mudah namun enak-enak semua: ayam kampung, kimcan (bunga sedap malam kering), dan jamur kuping. Masakan ini tidak menggunakan garam tetapi kecap asin sebagai sumber rasa asin. Jadi ingat ibuku yang memang jarang masak menggunakan garam dapur.

Sesuai peraturan event, penggunaan daging b2 aku skip. Penggunaan ayam kampung muda utuh membuat kaldu berasa kental dan manis. Sayang aku tidak menggunakan saringan kain sehingga kuah tidak bisa bening benar. Sewaktu membuat kaldu juga terjadi kecelakaan kecil sehingga 2 liter kuah tumpah percuma (arrg!). Hasil akhirnya adalah sup yang kurang kuah dan kebanyakan isi. Namun secara keseluruhan rasanya enak dan pas. Kesan yang aku dapat penulisnya memang sudah memperhitungkan takaran bahan dengan teliti sehingga sangat sangat memudahkan pembacanya yang jarang masak seperti aku. 

Setelah masakan selesai dan kudu dijepret, baru aku sadar kalo aku sama sekali tidak punya pernak pernik yang berbau chinese. Mangkuk, sendok sup, atau sekedar wadah berwarna merah. Kayaknya ini harus ini shopping list berikutnya nih.

OK buat yang minat mencoba, ini aku sharing resepnya ya. (st)

SUP KIM LO
Resep asli: Ibu Cherry Hadibroto
Sup Kim Lo

Bahan-bahan:
1/2 ekor  ayam kampung rebus (aku pakai jadi 1 ekor kecil)
100 gram  daging b2 rebus, potong tebal 1cm, iris tipis (aku tiadakan)
1000 ml  kaldu perebus ayam (*)
100 gram  kimcan (bunga sedap malam kering, rendam, tiriskan -- aku: ikat 1x menjadi simpul)
25 gram  jamur kuping, rendam, iris kasar
50 gram  soun, rendam air dingin, potong 10 cm

5 buah (=20 gram) bawang merah, iris tipis
4 siung  bawang putih, iris tipis
1/2 sdt  merica putih bubuk
2 sdm  kecap asin (aku pake merk Pearl River Bridge -- botol kaca label perak dan merah)
2 sdm  kecap manis
1/2 sdt  gula pasir
2 sdm  margarin untuk menumis
bumbu penyedap secukupnya, jika suka
1 butir  telur kocok untuk dadar, iris halus
bawang merah goreng, sesuai selera

Cara Membuat:
1) Tumis bawang putih dan bawang merah dengan 2 sdm maragarin sampai kecoklatan, tuang ke panci kaldu (*)
2) Didihkan bersama semua bahan kecuali soun, bawang goreng dan telur dadar
3) Masak selama 20-30 menit sampai bumbu meresap, masukkan soun dan bumbu penyedap. Angkat
4) Susun di mangkuk, sajikan panas, taburi irisan dadar telur dan bawang goreng.

(*) Cara Membuat Kaldu:
- Didihkan air sampai bergolak, cemplungkan ayam. Tunggu hingga mendidih kembali, angkat ayam. Buang air yang ini (bisa juga dipakai untuk proses selanjutnya jika kita menggunakan saringan kain yang rapat). Bersihkan sisa darah yang menempel di badan ayam.
- Rebus ayam dengan 2 liter air. Jika suka, masukkan 1/2 butir bawang bombay (kupas, potong menjadi dua) ke dalam air. Rebus selama 3/4 jam dengan api kecil sampai daging ayam empuk. Selama proses merebus, biarkan tutup panci sedikit terbuka untuk melepaskan uap panas.

Paiton, 30 Oktober 2011

Monday, October 17, 2011

Pororo Cake for Vanda

Jika tahun lalu ultah Vanda dirayakan dengan kue ultah bertema Teletubbies, di ulang tahun tahun yang ketiga ini ultah Vanda dirayakan bersama Pororo dan teman2nya.

Pororo Cake

Naomi membantu sebagai QC dalam proyek ini. Mulai dari topi Pororo yang terlalu panjang, topi teman Pororo yang salah warna, sampai komposisi. Makasih banyak ya Sayang.
Pororo Cake

Ide kue ultah ini didapat dari Icip2-Di-Dapur. Dengan seizin Mbak Ria, aku menggunakan tema ini, tentunya dengan sedikit twist supaya cake ini punya ciri khasnya sendiri.
Pororo Cake

Untuk Vanda, selamat ultah yang ke-3 ya Dek. Semoga panjang umur, selalu sehat, cerdas, membuat bangga hati orang tua. (st)

Saturday, October 8, 2011

Kembang Goyang

Kembang Goyang
Cemilan ini kerap dijumpai di berbagai daerah di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Sebutannya bisa kembang loyang atau kembang goyang. Ada varian yang asin gurih, ada pula yang manis.

Resep berikut adalah materi latbar NCC Surabaya tanggal 25 September 2011 yang dipandu oleh Diyah Musfiroh. Bahannya sederhana dan mudah didapat, rasanya pun enak. Citarasanya manis samar, dibubuhi dengan citarasa jahe. Hmmmmm, sedap!

Buat yang pengen nyoba, berikut resepnya ya. (st)

KEMBANG GOYANG
:: Resep: Diyah Musfiroh ::

Bahan2:
250 gram  Tepung terigu protein rendah
250 gram  Tepung tapioka
3 butir  Telur utuh (boleh ditambah 1 butir jika ingin lebih renyah)
400 ml  Air
200 gram  Gula pasir
3 sdm  Air perasan jahe
1/4 sdt  (=sejumput)  Garam
1,5 liter  Minyak goreng (untuk menggoreng)

Tambahanku:
Extra air jahe (3 sdm menurutku kurang, panasnya minyak memudarkan rasa dan aroma jahe)
2 lembar  Daun jeruk purut dirajang halus (untuk menambah aroma dan rasa, penampilan juga lebih cantik berbintik2 hijau)

Cara Membuat:
1) Campur tepung terigu dan tapioka lalu sisihkan
2) Kocok telur, garam, gula sampai gula larut
3) Masukkan tepung dan air bergantian sambil tetap diaduk
4) Tambahkan air jahe, aduk rata. Masukkan rajangan daun jeruk purut, aduk rata.
How to Make Kembang Goyang
5) Panaskan minyak di penggorengan dan letakkan cetakan di dalam minyak
6) Setelah cukup panas angkat cetakan dan masukkan ke dalam adonan
7) Masukkan cetakan dalam penggorengan, goyang2 sampai lepas dan goreng sampai kecoklatan
Kembang Goyang
8) Tiriskan dan siap dihidangkan
Kembang Goyang

Tips dan Trick:
- Adonan yang encer lebih mudah dicetak daripada adonan yang kental. Takaran air 400 ml menurutku pas.
- Gunakan wajan cekung lebar untuk menggoreng. Panaskan minyak dengan api sedang besar.
- Masukkan cetakan 4/5 bagian saja. Jangan direndam seluruhnya, supaya adonan mudah lepas dari cetakan
- Goreng hanya sampai berwarna kuning saja. Setelah itu angkat dan tiriskan minyaknya.
- Simpan kembang goyang yang sudah jadi di toples tertutup atau kresek yang diikat rapat.
- Untuk mengetahui bentuk cetakan kembang goyang, lihat posting yang ini.

Paiton, 8 Oktober 2011
*sayonara-my friend

Cetakan Kembang Goyang

Sudah pernah tahu bentuk cetakan kembang goyang?
Cetakan Kembang Goyang

Cara menggunakannya: celupkan cetakan ke dalam minyak yang sedang dipanaskan di wajan dengan api sedang. Tidak terlalu sebentar (supaya adonan lebih mudah lepas) dan tidak juga terlalu lama (karena adonan akan langsung "mengulit" dan meluncur lepas dari cetakan sebelum mencapai wajan). Celupkan cetakan ke dalam adonan tapi tidak sampai terendam. Masukkan cetakan ke dalam minyak goreng, goyang2 hingga adonan terlepas. Lakukan berulang-ulang hingga adonan habis.


Selamat mencoba!
Paiton, 8 Oktober 2011
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...