Friday, December 31, 2010

Death by Chocolate

Pilihan cake yang nyokelat memang cukup banyak, mulai dari black forest, opera cake, devil's food cake, mud cake, cardinal cake, triple chocolate cheese cake, chocolate decadence dan lain2. Kali ini temanya adalah cake "Death by Chocolate".

Pada prinsipnya Death by Chocolate adalah dessert yang berbentuk soft cake dengan banyak layer, dengan isian fudge, ganache, atau chocolate mousse di antara layer2 tersebut.

Aku belum menemukan trik yang pas untuk mengaplikasikan rolled fondant di atas cake ini. Pertama karena ganache mengandung cairan yang lama kelamaan akan membuat fondant seperti "basah". Kedua karena cara penyimpanan Death by Chocolate ini idealnya adalah di chiller, sementara fondant bermusuhan dengan lemari pendingin. Beberapa teman sharing kalau mereka "memperkeras" ganache coating, dengan perbandingan dark chocolate dan krim = 2:1. Hasilnya adalah cake yang mulus dan mudah dicover dengan rolled fondant.

Berikut resep Death by Chocolate-nya. (st)

DEATH BY CHOCOLATE
:: By Dewi Anwar ::
Death of Chocolate cake






















A. Bahan untuk Moist Sponge Cake:

7 butir telur antero (utuh)
7 butir kuning telur
200 gr gula kastor
50 gr maizena
25 gr susu bubuk
25 gr terigu serba guna
25 gr emulsifier
50 gr coklat bubuk
1 sdt vanilla ekstrak
1 sdt pasta coklat
150 ml minyak sayur

Cara Membuat:
1. Siapkan loyang bulat diameter 24 cm sebanyak 4 buah, alasi dng kertas roti
2. Ayak terigu, maizena dan susu bubuk, campurkan dengan gula,emulsifier dan semua telur, kocok bersama2 sampai kaku. Matikan mixer.
3. Ayak coklat bubuk diatas adonan, sambil diaduk rata, masukkan vanilla dan coklat pasta, aduk rata.
Masukkan minyak, aduk rata.
4. Tuang adonan kedalam loyang, oven dengan suhu 200 °C selama 10-15 menit.

B. Bahan untuk Chocolate Cream (Ganache kocok)
600 gr  Whipped cream
400 gr  DCC cincang kasar, lelehkan, biarkan dingin
1 sdm  Rhum/kirsch (optional)

Cara Membuat:
Kocok Whipped cream sampai kaku, masukkan coklat cair dan rhum, kocok terus sampai tercampur rata.
Bagi 2 bagian.

C. Bahan untuk Ganache Cair
300 gr  Whipped cream cair
400 gr  Easy melt dark chocolate, cincang kasar, taruh dlm wadah
75 gr  Mentega tawar

Cara Membuat:
1. Panaskan whipped cream diatas api, panas2 siram di ke dalam potongan coklat, aduk rata.
2. Masukkan mentega, aduk rata, dinginkan dlm lemari pendingin.

D. Bahan Lainnya:
150 gr DCC serut, bekukan dalam lemari pendingin
Simple syrup
Hiasan dari coklat

Penyelesaian:
1. Siapkan ring cake diameter 24 cm, alasi dasarnya dengan 1 lapis sponge coklat, semprot permukaan cake dengan simple syrup.
2. Semprot dengan 1 bagian chocolate cream di atasnya, lalu taburi dengan 1 bagian coklat serut beku, tutup dengan 1 lapis sponge lainnya, semprot kembali dengan simple syrup
3. Semprot sebagian ganache di atasnya, tutup dengan sponge, semprot dengan simple syrup,semprotkan kembali 1 bagian chocolate cream di atasnya, dan taburi sisa chocolate serut beku, tutup dengan sponge
4. Semprot simple sirup, simpan dalam freezer biar beku
5. Keluarkan cake dari ring, siram dengan sisa ganache, sampai seluruh permukaan cake tertutup
6. Hias dengan hiasan coklat.

Paiton, 31 Desember 2010
*happy-new-year!

Death by Chocolate for Ilham's 12th Birthday

Ilham Jati Kusumo's 12th Birthday Cake
Di tengah2 kesibukan mengerjakan orderan Natal, tetangga blok telpon menanyakan apakah aku masih bisa menerima orderan cake ultah. Meskipun sibuknya sudah sampai ke kerongkongan, dengan pede aku bilang "bisa". Pas beberapa hari sebelumnya aku berdoa "Ya Tuhan, semoga orderan Dapur Solia ke depannya semakin lancar". Maka dari itu beberapa last minute order yang kuterima kuanggap sebagai jawaban dari doa tersebut.

Kembali ke masalah orderan ini. Yang ultah usianya 12 tahun, jadi tentunya hiasannya nggak terlalu kekanak2an lagi. Pas ingat kalo aku punya topper kualitas bagus bertema Toy Story (boneka Sheriff Woody Pride dan Buzz Lightyear).OK deh, majuuuuu jalan!

Base cake dari Death by Chocolatenya Uni Dewi Anwar (aduuuh gila, memang enak banget). Supaya bagian luarnya cepat kokoh aku tambahi polesan BC coklat dari Mercowip. Bagian atas diberi sedikit remukan wafer vanila yang diblender dan kaktus dari fondant. Tulisan nama dari coklat warna kuning. Semua bisa dimakan kecuali topper, stick lollypop yang menyangga topper, perdu plastik dan lilin.

Hasilnya keren loh. Meskipun rada2 susah motonya karena warna coklatnya gelap sekali, aku berhasil mengabadikan dalam beberapa jepretan.
Ilham Jati Kusumo's 12th Birthday Cake
Besok paginya iseng2 aku membuka FB dalam perjalananku mengantarkan orderan2 Natal. Eh, ternyata si birthday boy sudah masuk facebook, dan cakenya sudah dikeroyok sekeluarga. Lho kok boneka Woodynya lenyap? Waktu aku tanyakan macem2 komentarnya, lucu2: jatuh, dibawa main, dst. Nggak papa deh, yang penting kalian semua senang ya. Tante sudah hepi sekali waktu kalian bilang kuenya enaakkk hehehe.
Ilham Jati Kusumo's 12th Birthday Cake
Happy Birthday, Ilham. Sering2 main ke Paiton ya.

Paiton, 31 Des 2010
*it-is-new-year-eve

Monday, December 27, 2010

Joconde Cover Ganache

Sebetulnya cake ini menggunakan resep opera cake yang difinishing dengan cara berbeda (dicover full ganache). Oleh karena itu, supaya tidak diprotes oleh para baker, aku beri nama Joconde Cover Ganache (baca: ganas).
Sebelumnya aku minta maaf karena foto2nya kurang menarik. Aku lupa mengganti settingan ISO di kamera. Ternyata memotret warna coklat itu syusyahh (baru terasa).


Untuk Irma yang sudah mempercayakan orderan ini ke Dapur Solia, terima kasih ya. Semoga bisnisnya makin maju.

Paiton, 27 Desember 2010

Snowman Cake

Ini orderan dari Irma (teman milis) untuk kolega bisnisnya di Surabaya/ Sidoarjo. Ceritanya ini tahun ke-2 Dapur Solia dipercaya untuk membantu pengadaan bingkisan Natal. Terima kasih banyak ya, Bu.


Paiton, 27 Desember 2010

Black Forest for Christmas 2010

Pesanan dari tetangga sebelah komplek. Dua buah black forest ukuran 24 cm kotak.




Merry Christmas 2010, Everyone ....

Paiton, 27 Desember 2010

Bolu Kukus Mambo

Pas ada teman pesan snack, aku bikinkan bolu kukus mambo. Resepnya ambil dari buku NCC yang 60 Resep Cake & Cookies Anti Gagal. Nahh .. pas nimbang telur aku melakukan kesalahan. Berhubung sayang menyisihkan putih telur, aku ganti sebagian kuning telurnya dengan putih telur. Hasilnya cake yang dihasilkan seperti lapis putih telur, banyak remahnya. Kesalahan lain aku menambahkan sedikit pewarna merah untuk layer yang paling atas. Ternyata hasil warnanya norak. Aku prefer warnanya soft saja.

Kesimpulannya, next time patuh pada resep aja deh hehe. (st)

BOLU KUKUS MAMBO
:: Recipe by Fatmah Bahalwan ::


Bahan2:
6 buah  Telur utuh
2 buah  Kuning telur
250 gram  Gula pasir
½ sdt  Vanili bubuk
½ sdt  Garam
1 sdt  Cake emulsifier 
175 ml  Santan kental (aku pake Kara yang diencerkan dengan sedikit air matang)
200 gram  Tepung terigu protein sedang
1 sdt  Pasta pandan
1 sdt  Pasta strawberry
1 sdt  Pasta lemon
1 sdt  Pasta coklat


Cara Membuat:
1) Siapkan loyang 22 x 22 x 8 cm, poles lemak, beri alas kertas roti ("parchment paper"), poles lagi, taburi sedikit tepung.
2) Panaskan dandang kukusan, biarkan beruap banyak.
3) Kocok telur, gula pasir, garam, cake emulsifier dan vanili hingga mengembang dan kental. Masukkan tepung terigu sambil diayak secara bertahap, aduk rata.
4) Tuangi santan sedikit demi sedikit sambil diaduk rata.
5) Bagi adonan menjadi 4 bagian, tiap bagian diberi pasta yang berbeda. Catatan: supaya tiap lapis tebalnya seimbang, gunakan timbangan digital untuk membagi adonan sehingga sama rata
6) Tuang adonan coklat ke dalam loyang, kukus selama 10 menit. Tuang adonan kuning, kukus selama 10 menit. Demikian seterusnya hingga adonan terakhir, kukus kembali selama 20 menit hingga matang. Angkat.
7) Dinginkan, keluarkan dari loyang, potong2.
8) Sajikan.


Paiton, 26 Desember 2010

Thursday, December 23, 2010

[PROMO] Rendang Cendana - Telp. 021-9633 6988

Minggu depan Dapur Solia libur dulu, mau menikmati Natal dan Tahun Baru bersama keluarga dan teman2. 

Sebelum libur, aku menyempatkan untuk promo rendang wenak hasil karya kakak ipar. Ceritanya kakak iparku tersayang ini menikah dengan abang yang asli Minang (Bukit Tinggi). Neneknya abang ini dulu punya rumah makan yang rendangnya terkenal wenak gila. Konon kalau Bapak Proklamator kita Soekarno datang ke Bukit Tinggi, selalu menyempatkan untuk mencicipi menu rendang sang nenek. Nahhhh, beruntung resep ini diwariskan ke kakak ipar. Jadilah ini produk unggulan dia. Komentar yang beli, "Duh, enak banget. Bumbunya lain, beda dengan rendang biasa" (ini sambil ngomong sambil ngences nih .... kebayang oleh2 rendang kapan hari). 

Nuff said.
Untuk yang butuh RENDANG CENDANA, bisa menghubungi (a) Ibu Florence - 021-9633 6988, (b) Ibu Eritha - 081 180 2929. Menerima pesan antar. Pembayaran dengan BCA, Mandiri atau Paypal. Bisa add di Facebook: Rendang Cendana. Atau buka webnya:
Pilihannya ada rendang daging, rendang hati, rendang paru dan rendang suwir. Beli 1/2 kg boleh. Buat yang Natalan / Tahun Baru / bepergian, jangan lupa beli Rendang Cendana. Dipak rapat dan higienis. Awwettt, cocok buat oleh2 (udah dicoba kirim ke Surabaya, ternyata bisa banget). 

Beli yang banyak ya. Biar adek2nya yang di Surabaya kebagian oleh2 rendang lagi hehehe.
Makasih semuanya.

Paiton, 23 Dec 2010
*I'm-so-readddyyy-for-holiday

Monday, December 20, 2010

"We Miss You" Cake

Pesanan ini datang dari rekan kantor yang sekarang sudah pindah kerja ke sebuah perusahaan oil & gas. Base cake dari TCCC, dengan dekor BC dan bunga2 gum paste.

Demi menyampaikan rasa sayang dan rindu pada orang tua, Mbak Nita memesan sebuah cake dengan edible image bergambar mereka sekeluarga (selain dua foto yang terlihat di foto di atas, ada lagi 2 foto si kecil Nisa bersama ayah dan bundanya di bagian samping & belakang cake).

Yang membuat cake ini istimewa, selain cake mbak Nita juga mengirimkan puisi / doa untuk orang tuanya. Indah kata2nya. Mbak Nita, aku izin untuk copas di sini ya.  

Do'a Kami Untuk Orang Tua
(dikutip dari blog Kang Asep)


Ya Allah,
Rendahkanlah suaraku bagi mereka,
Perindahlah ucapanku di depan mereka.
Lunakkanlah watakku terhadap mereka dan
Lembutkanlah hatiku untuk mereka.
Ya Allah,
Berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
Atas didikan mereka padaku dan
Pahala yang besar
Atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
Peliharalah mereka
Sebagaimana mereka memeliharaku.
Ya Allah,
Apa saja gangguan yang telah mereka rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua
Penyebab rontoknya dosa-! dosa mereka,
Meningginya kedudukan mereka dan
Bertambahnya pahala kebaikan mereka dengan
perkenan-Mu, ya Allah
sebab hanya Engkaulah
yang berhak membalas kejahatan dengan kebaikan
berlipat ganda.
Ya Allah,
Bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
Izinkanlah mereka memberi syafa’at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
Maka izinkahlah aku memberi syafa’at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul
Bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu,
ampunan-Mu serta rahmat-Mu.
Sesungguhnya Engkaulah
yang memiliki Karunia Maha Agung,
serta anugerah yang tak berakhir dan
Engkaulah yang Maha Pengasih Diantara semua pengasih.


Annisa Azzahra & Ayah - Bunda


Terima kasih untuk orderannya ya Mbak, semoga Bapak dan Ibu dan saudara2nya senang.


Paiton, 19 Desember 2010

Saturday, December 18, 2010

Klappertaart (Versi Kering / Potong)

 Tahun 2009 aku pernah posting resep klappertart potong (atau aku sebut juga klappertaart versi kering, untuk membedakan dengan klappertaart Wilton yang cenderung creamy dan seperti puding).  Resep itu aku ambil dari buku dan aku masukkan ke blog supaya tidak hilang. Di luar dugaan ternyata banyak yang kirim email japri menanyakan pembuatan klappertaart jenis ini. Terus terang aku sempat kelabakan juga karena belum pernah praktek.


Kali ini aku sengaja meluangkan waktu untuk trial resep klappertaart versi kering ini. Ada beberapa bagian yang aku koreksi dan ada beberapa informasi yang aku tambahkan.

Mudah2an bermanfaat ya. (st)


KLAPPERTAART (Versi Kering)

:: Sumber: Demedia, dimodifikasi oleh Shirley ::


Bahan:
4 buah   Kuning telor
150 gram   Gula kaster (bisa diganti gula pasir diblender)
75 gram  Tepung terigu (aku pake Segitiga Biru)
25 gram  Tepung maizena
2 sdm   Margarin, lelehkan100 ml  Air kelapa muda
2 buah Putih telor
30 gram  Gula pasir

Optional:
1 sdt  Rhum
1 sdt  Kayu manis bubuk

Topping:
30 gram  Kenari, cincang kasar
30 gram  Kismis (jika kering, rendam dulu dengan air panas hingga mekar dan lembut)
1 buah  Kelapa muda, keruk mendatar dagingnya, seduh dengan air panas lalu tiriskan hingga kering (ini supaya degannya awet dan tidak mudah berlendir)

Cara Membuat:
1) Kocok kuning telor dan gula pasir sampai mengembang. Catatan: di sini adonan akan menjadi pasta kental, tidak sama dengan adonan sponge cake. Tidak perlu jambul petruk, cukup hingga kuning telor dan gula tercampur rata.
2) Masukkan tepung terigu yang sudah diayak bersama tepung maizena.
3) Beri margarin cair, air kelapa, kayu manis dan rhum (optional). Aduk rata. Sisihkan.
4) Kocok putih telur bersama 30 gram gula pasir sampai kaku dan gula larut. Campurkan ke dalam adonan klappertaart.
5) Sendokkan ke dalam pinggan tahan panas ukuran 20 cm bulat yang sudah disemir margarin sampai 3/4 penuh.
5) Beri daging buah kelapa muda, kenari cincang dan kismis di atasnya.
6) Panggang suhu 170 °C selama 40 menit atau hingga matang. Keluarkan dan dinginkan. Potong2 dan sajikan.

Hasil: 8-12 potong
Klappertaart
 
Paiton, 18 Desember 2010

Sunday, December 12, 2010

Puding Busa Jeruk


Resep puding ini sering dibahas di milis. Kreatornya adalah Yeni Suryasusanti a.k.a. Bu Matre - bendahara milis. Seorang teman homebaker bercerita resep puding ini adalah salah satu best seller-nya dia. Hmmm, jadi penasaran juga seperti apa sih rasanya.
 
Pada dasarnya puding ini menggunakan cairan dari Nutrisari dengan isian jeruk kupas kalengan. Jika disajikan untuk dewasa, kita bisa memilih Nutrisari rasa manis asam dan mendapatkan puding yang berasa sangat segar. Jika disajikan untuk anak2, kita bisa memilih jeruk dengan rasa manis. Waktu praktek perdana aku salah memilih Nutrisari, aku memilih yang rasa asam. Segar sih, tapi makannya sambil mengernyitkan dahi menahan kecut hehe.

Satu resep puding ini pas dituang ke cetakan puding bulat besar diameter 22 cm. Penggunaan cairan yang hanya sedikit membuat puding ini cepat keras dan mudah dibalik. Jika disajikan sebagai hantaran, kita bisa meletakkan puding ini di atas alas impraboard atau loyang aluminium foil pendek.

Thanks ya Mbak Yeni untuk sharing resepnya. (st)



PUDING BUSA JERUK
:: Recipe by Yeni Suryasusanti ::

Bahan-bahan:
a) Untuk puding:
1 kaleng  Jeruk mandarin kupas (aku pake Wilmond)
750 cc  Air matang
2 bungkus  Agar2 bening
200 gram  Gula pasir
60 gram  Nutrisari rasa jeruk manis (= 4 sachet)
4 butir  Putih Telur (= 120 ml)
Vanilla extract secukupnya (aku pake 1 sdt merk Wilton)
Optional: 2-3 tetes pewarna kuning (aku pake pasta Toffieco jeruk)

b) Untuk vla
500 cc  Susu cair / fresh milk
200 gram  Gula pasir
2 butir  Kuning telur
1 sdm  Maizena
½ sdt Vanilla extract
Optional: 1 sdm  Rhum


Cara Membuat:
* Puding
1) Siapkan loyang puding, basahi dengan sedikit air dingin (agar nanti puding mudah dilepas). Tata jeruk mandarin di dasar loyang, sisihkan.

2) Aduk dalam panci (jika punya gunakan whisker): agar2, gula pasir, air. Rebus sampai mendidih, matikan api.
3) Tuang sedikit agar2 bening ke dalam loyang untuk mengikat jeruk.
4) Tuang Nutrisari ke dalam agar2 sambil terus diaduk sampai larut dan uap panasnya hilang.
4a) Beri pewarna kuning (optional)
5) Sementara itu di tempat terpisah kocok putih telur sampai kaku (hard peak). Kecilkan speed mixer, masukkan agar2 yang sudah hangat (hilang uapnya) sambil tetap dikocok sampai rata.
6) Tuang ke dalam loyang, dinginkan.


*Vla
1) Cairkan tepung maizena dengan sedikit susu, masukkan kuning telur dan vanilla extract, kocok rata. Sisihkan.
2) Rebus susu dan gula sambil diaduk terus sampai mendidih, kecilkan api.
3) Masukkan cairan maizena dan telur ke dalam rebusan susu, aduk cepat.
4) Biarkan sampai meletup, angkat, sambil terus diaduk2 hingga uap panasnya hilang.
5) Optional: tambahkan rhum.
6) Masukkan ke dalam kulkas supaya dingin.


Tips & Tricks:
- Agar mendapatkan kuning telur yang segar dan tidak mengeras karena mengantri, aku lebih suka membuat vla terlebih dahulu. Sementara itu, putih telur bisa disimpan sebentar di kulkas.
- Untuk mengikat jeruk kupas, gunakan sedikit saja agar2 bening. Jika terlalu banyak permukaan jeruk menjadi putih buram, kurang mengkilap.
 - Jika membuat agar2, cairan harus dijerang hingga mendidih benar, jika tidak agar2 tidak bisa mengeras dengan baik. Aduk2 agar2 supaya tidak ada bagian yang mengendap dan gosong di dasar panci.
- Untuk mendapatkan kocokan putih telur yang hard peak, wadah harus benar2 bersih dan bebas lemak. Setitik saja kotoran atau lemak akan membuat putih telur anda tetap cair (tidak bisa menjadi kocokan yang kaku). Kriteria hard peak adalah putih telur sudah kaku, jika wadah dibalik tidak jatuh / meleleh, dan warnanya putih kering (tidak mengkilap lembut seperti pada kondisi soft peak).
- Tunggu hingga adonan agar2 hangat (tidak beruap lagi) sebelum dicampur dengan kocokan telur. Untuk memudahkan pengadukan, turunkan konsistensi kocokan putih telur dengan 1-2 sendok sayur adonan agar2 (dipancing). Baru kemudian satukan kedua adonan dan dimixer hingga rata. Dengan cara ini diharapkan adonan agar2 tidak akan terpisah antara cairan dan padatannya.  
 
Paiton, 12 Desember 2010

Ayam Gota a.k.a. Ayam Pinadar ~ Masakan Khas Batak Toba


Ini adalah salah satu masakan favorit keluarga besar suamiku. Bahkan Naomi juga menggemarinya meskipun rasanya sangat pedas. Jika omong2 di telepon dengan oppungnya, dia selalu menyelipkan pesan: "Pung, kalo ke sini nanti masak ayam hitam ya." Jika kami menghadiri arisan orang Batak, namboru2nya dibuat terheran2. Saat anak2 sebayanya makan mie atau sop, Naomi akan duduk di pojok sambil mengunyah2 potongan ayam gota yang berbumbu ini.

Gota artinya darah. Di kota kelahiranku, Malang, ada pelengkap pecel yang cukup populer, yaitu dedeh. Dedeh terbuat dari darah yang dibiarkan membeku dalam wadah, dipotong2 kemudian digoreng. Rasanya cukup lezat. Gota yang dipakai dalam masakan khas Batak Toba diolah dengan cara yang berbeda. Darah ayam ini justru dicegah supaya tidak membeku dengan cara diberi garam dan perasan jeruk nipis.

Di perantauan ini seringkali kami harus puas menikmati ayam gota berbumbu ketumbar. Tetapi ayam gota yang benar2 nikmat dibuat dengan bumbu andaliman. Ada juga yang menyebutnya sebagai sichuan pepper. Andaliman memiliki citarasa antara merica dan ketumbar dan jika dimakan dalam jumlah banyak menimbulkan rasa kebas di ujung lidah.

Untuk bisa membuat masakan ini, Anda harus memiliki keahlian memotong ayam hidup. Hal ini dikarenakan darah ayamnya harus dimasukkan ke dalam masakan. Perhatikan bahwa pisau yang dipakai untuk memotong harus sangat tajam, benar2 bersih dan tidak tercemar (terlebih oleh noda jeruk nipis). Pisau yang tidak bersih akan membuat aliran darah yang keluar dari tubuh ayam berhenti.

Mertuaku punya ritual kecil yang dia ucapkan ketika menyembelih ayam. Jika diterjemahkan bebas, doanya kurang lebih begini: "Tuhan, memang bukan kami yang memelihara ayam ini tetapi kami yang membelinya. Berbahagialah mereka yang memeliharanya dan juga kami yang menyantapnya. Engkau menciptakan hewan-hewan untuk dimanfaatkan manusia. Ya Tuhan, biarlah nyawa hewan ini berlalu bersama dengan hembusan angin."

Ayam yang sudah disembelih, diberi air panas untuk dibului, kemudian dibakar supaya seluruh bulu2 halusnya hilang. Baru kemudian dipotong2, dilumuri sedikit margarin dan dipanggang atau dioven (tanpa bumbu) sampai matang. Pemberian bumbu dilakukan di tahap selanjutnya.

Mertua sangat yakin jika pengolahan secara manual (mengiris dan menggiling dengan tangan) akan mengeluarkan aroma dan rasa yang terbaik dari bumbu-bumbu. Karena itu untuk membuat masakan ini (mulai dari proses mencari & menyiapkan ayam sampai masakan ini siap dinikmati) membutuhkan waktu tidak kurang dari 6 sampai 8 jam untuk 2 ekor ayam. Akhir2 ini dikarenakan faktor usia, beliau mulai mau menggunakan alat2 modern seperti chopper dan blender, namun tetap saja sebelum itu beliau akan memotong kecil2 semua bumbu2 dengan pisau. Karena itu bumbu masakan ayam gota mertuaku ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan tidak berserat meskipun menggunakan banyak jahe, lengkuas dan serai.

Ada lagi satu kepercayaan yang unik jika masakan ayam gota ini akan dihidangkan untuk orang yang kita cintai. Saat memasak, juru masak atau siapa pun tidak boleh mencicipi masakan ini. Orang --kepada siapa masakan ini dibuat-- harus menjadi yang pertama yang mencicipinya. Bagaimana mengecek apakah masakan ini sudah cukup asin / pedas? Mertuaku biasa menuangkan sedikit kuah / bumbu dari masakan ini ke kuku jempolnya. Katanya masakan yang sudah cukup asin memiliki penampilan khas dan akan memberikan sensasi tertentu ke kulitnya. Wah, ini sudah ilmu kelas tinggi :)

Masalah penataan dan penyajian, mertuaku memiliki kebiasaan untuk "menyusun hidup". Artinya ayam itu disusun / direkonstruksi ulang seperti ketika hidupnya. Kepala di utara, sayap dan paha di barat dan timur, brutu di selatan, dada di tengah.

Sedikit daging dari tulang dada dikerat dan disajikan terpisah bersama garam, potongan bawang merah, jahe dan cabe rawit. Ini disebut dengan "sirapege" (artinya harafiahnya: garam dan jahe).

Bagian tulang leher yang biasanya tidak dimakan dicincang lembut, dicampur dengan sedikit bumbu dan disajikan dalam daun pisang yang dilipat.


Saat makan bersama, setelah doa makan, anggota keluarga yang menerima kehormatan dipersilakan memilih bagian ayam yang paling dia sukai -- sebanyak yang dia inginkan. Rasa ayam gota yang spicy (asin, pedas, penuh bumbu) diharapkan memberi semangat kepada yang bersangkutan untuk menempuh suatu fase hidupnya. Baru setelah itu anggota keluarga yang lain boleh mengambil sisanya.

Masakan ini bisa dibuat tanpa darah (di salah satu blog ada yang mencoba mengganti dengan hati ayam diblender dengan sedikit air). Jangan lupa untuk menambahkan garam dan air jeruk nipis. Menurut yang pernah mencicipi, rasanya menjadi agak mirip dengan gule / kare tetapi tanpa santan. (st)

AYAM GOTA
:: Recipe by Ibu ST boru Sihotang, Op. Imanuel Boru ::

Ayam Masak Gota Disusun Hidup

Bahan2:
1 kg  Ayam kampung, disembelih, dibului, potong2, bakar tanpa bumbu hingga matang
Darah dari 1 ekor ayam, campur dengan:
- 1 sdt Garam
- 2 buah  Jeruk nipis, peras, ambil airnya saja

Bumbu Halus:
15 gram  Sereh, dipotong2 kecil, disangrai
20 gram  Lengkuas, dipotong2 kecil, disangrai
10 gram  Jahe, dipotong2 kecil, disangrai
15 gram  Kunyit, potong2 kecil, disangrai

30 gram  Bawang putih, sangrai
65 gram  Bawang merah, sangrai
10-15 buah  Cabe rawit (atau secukupnya), digiling (buang bijinya jika tidak ingin terlalu pedas)

50 gram  Kemiri, disangrai, digiling
8 gram  Ketumbar, disangrai, digiling
8 gram  Andaliman, digiling (tidak perlu disangrai, buang ranting2 kecilnya)

1500 ml Air matang
1-1½ sdt  Garam (sesuai selera)

Cara Membuat:
1) Blender semua bumbu halus sampai menjadi pasta.

2) Panaskan air hingga mendidih. Masukkan bumbu halus, aduk rata.
3) Masukkan potongan ayam panggang, rendam dengan bumbu. Biarkan selama ± 10-15 menit hingga kuah mengental. Tutup wajan dengan tutup panci (jika ada).

4) Beri garam. Aduk2, masak hingga matang. Matikan api.
5) Segera kucurkan darah ayam yang sudah digarami. Aduk hingga benar2 rata dan darah matang.
6) Sajikan.

Paiton, 12 Desember 2010

Monday, December 6, 2010

Tentang Dapur Solia


 Kapan Dapur Solia berdiri? Tanggal 1 Januari 2009.

Saat itu kami baru saja menyelesaikan kontrak kerja sama dengan sebuah toko roti di Paiton. Setelah santai sejenak dari kesibukan membuat roti dan cake, muncul kerinduan untuk kembali asyik mendekor dan berbagi hasil karya dengan orang lain. Maka akhirnya aku (Shirley) kembali menerima orderan baking dari rumah. Suami (Gunawan) banyak berperan di urusan packaging dan delivery.

Bagaimana aku membagi waktu antara rumah, kerja dan baking?

Mengerjakan orderan di sela-sela kesibukan rutin terkadang merupakan tantangan. Dari pagi hingga sore aku bekerja di sebuah PMA di PLTU Paiton. Asisten bekerja setengah hari. Praktis saat aku baking, yang menemani adalah suami dan anakku. Jika ada pesanan, sepulang kantor aku mulai memanggang bahan2 yang sudah ditimbang oleh asistenku di siang harinya. Sementara menunggu hasil baking mendingin, aku mengurusi dan menidurkan anakku hingga pukul 10. Terkadang aku sendiri pun jatuh tertidur. Tengah malam aku kembali bangun, melanjutkan kegiatan dekor sampai selesai. Pagi hari saat cahaya matahari sudah cukup, aku mengabadikan hasil baking dengan kamera kesayanganku. Setelah itu pesanan siap untuk dikirim.

Kenapa blog ini ada?

Blog ini adalah caraku untuk menyimpan resep-resep yang kupakai. Terkadang aku harus belanja di luar kota dan lupa membawa catatan. Dengan membuka blog ini via HP, aku bisa mengingat kembali bahan yang harus kubeli. Praktis. Syukur-syukur kalau ternyata ada baker lain yang menemukan resep-resep ini, cocok dan kemudian bemanfaat bagi dagangan mereka.

Siapa pelanggan Dapur Solia?

Pelan-pelan Dapur Solia mulai dikenal orang dari mulut ke mulut. Sebagian pesanan datang dari sekitar tempat tinggalku. Sebagian lagi datang dari luar kota (untuk dikirim ke kerabat yang ada di Jawa Timur). Ketika kutanya darimana mereka kenal Dapur Solia, jawabnya dari internet -- dari hasil browsing. Sering kali aku tidak hanya mendapatkan pelanggan tapi teman baru.

Adakah pemberlakuan minimum order?

Aku menetapkan minimum order sebesar Rp 150rb untuk cake dan cupcake. Dengan menetapkan minimum order ini aku memastikan bahwa aku bisa mendapatkan untung walaupun sedikit. Setidak-tidaknya impas dengan waktu yang kukorbankan saat aku tidak bisa bersama suami dan anakku.
 
Dari mana aku belajar baking?

Percaya nggak, aku baru pegang mixer pertangahan tahun 2008?

Ketrampilan baking kuperoleh dari hasil kursus, mengikuti milis kuliner, membaca buku, blogwalking ke situs orang lain dan berlatih bersama2 dengan teman2 homebaker (khususnya yang bertempat tinggal di Surabaya dan sekitarnya).  

IMG_0572 Ki-ka Paula-Hepi-Suzan-Widya-Shirley-Devi-Riza-Inna

Meskipun tidak belajar secara formal, dengan cara seperti ini aku mendapat banyak pengetahuan yang bermanfaat. Tidak saja di bidang kuliner, tetapi juga di bidang blogging dan fotografi.
 
Catatan:
Omong-omong soal fotografi, sebagian besar hasil jepretanku aku simpan di sini: http://www.flickr.com/photos/dapursolia/sets/. Silakan jalan-jalan dan meninggalkan komen di sana.

Bagaimana caranya memulai berdagang secara online?

Aku pernah mendapatkan pertanyaan: bagaimana caranya berjualan secara online. Well, tidak ada cara yang instan karena itu mencuri foto orang dan memasangnya di blog / facebook/ situs kita adalah “tidak boleh.” Dosa besar. 

Saranku, praktekkan saja resepmu satu per satu, untuk dikonsumsi atau diberikan ke teman & keluarga dekat. Setelah selesai, potret dan unggahlah ke blog. Sedikit demi sedikit lama-lama akan menjadi bukit. Tanpa disadari kita sudah membangun portofolio kita. Orang yang melihat dan tertarik membeli bisa menghubungi kita melalui telepon atau email. Afterall, the world has become smaller nowadays.

Ini adalah contoh foto baking awal2. Lugu, fotonya pun seadanya tapi aku bangga karena ini kubuat dengan tanganku sendiri.

McQueen Lightning for Gary

Adakah cita2 yang belum tercapai?

Banyak. Ingin menjadi baker yang lebih handal, ingin pintar memasak (aku belum pintar masak, at least belum selevel dengan ibuku), ingin (kembali) menjadi guru, ingin menulis buku, ingin membuat foto2 yang cantik, ingin bisa menjahit, ingin jalan2 ke tempat2 eksotik di dalam dan luar negeri, ingin berpartisipasi dalam sebuah gerakan yang membawa dampak positif bagi dunia (seperti Mother Teresa), ingin menjadi istri super untuk suamiku yang baik hati, ingin jadi mama yang dekat dengan buah hatiku, ingin punya usaha untuk masa pensiun. Di mana ada kemauan di situ akan ada jalan, iya enggak. 

Intinya bukan “tujuan” semata yang ingin kuraih tetapi semoga dengan menjalani usaha untuk meraih mimpi2 itu, aku berproses menjadi manusia yang lebih baik. Semasih jiwa melekat di raga. Soal hasil, biar Tuhan saja yang menentukan.  

Paiton, 6 Desember 2010

Wednesday, December 1, 2010

Fruity Black Forest ~ Delivered to Asembagus Situbondo

Ini orderan via telpon dari Mbak Novita. Nemu Dapur Solia di internet (enak yah jualan online hehe). Setelah menimbang-nimbang antara black forest dan devil's food chocolate cake, akhirnya diputuskan untuk memesan fruity black forest saja. Ukuran bulat 18cm, plus topping buah2an dan pagar coklat.

Ada sedikit kekeliruan ketika aku menghitung ongkos kirimnya. Kukira daerah Asembagus itu di sisi barat Situbondo (45 km dari rumahku) ternyata di sisi timur Situbondo. Jadilah hubby menempuh jarak 200 km pagi itu untuk menghantar kiriman ini. Mauliate godang ya Pak *kiss-kiss.

Semoga yang ultah senang ya dengan pemberian kue surprise ini.


 Paiton, 1 Desember 2010
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...