Monday, September 27, 2010

Balado Udang (untuk Nasi Udang)

Ini resep dari hubby. Aku dan Naomi suka banget makan masakan ini, apalagi kalau udangnya segar baru beli di pasar dan tidak sempat masuk kulkas. (st)

BALADO UDANG
:: Recipe by Gunawan Napitu ::



Bahan:
500 gram  Udang ukuran sedang (1 ekor kurleb 1 telunjuk), buang kepalanya, cuci bersih
3  siung  Bawang putih, haluskan
1 ruas  Kunyit tua, kupas dan haluskan
3 sdm  Minyak goreng untuk menumis
Kemangi (untuk hiasan)

Bumbu Halus:
4 buah  Tomat
5 buah  Cabe rawit (bisa ditambah sesuai selera)
3 buah  Cabe besar, buang biji, giling hingga halus
2 cm2  Terasi (= seukuran 2 buah kaldu blok)
1/2 sdt  Garam(atau sesuai selera)
1/2 sdm Gula (atau sesuai selera)

Cara Membuat:
1Rendam udang dalam ulekan bawang putih dan kunyit yang diberi sedikit air selama 10-15 menit. Tiriskan lalu goreng. Tingkat kekeringan menyesuaikan selera (keluarga saya suka udang yang dagingnya masih empuk, jadi biasanya kami goreng sebentar saja). Sisihkan.
2) Panaskan minyak, tumis semua bumbu halus, aduk2 supaya tidak gosong, biarkan sampai agak kering. Cicipi dan koreksi rasa jika perlu.
3) Angkat sambal yang sudah jadi, biarkan dingin.
4) Masukkan udang goreng ke dalam sambal yang sudah dingin, aduk2 hingga rata, pindahkan ke piring hidang, hias dengan daun kemangi.


Paiton, 27 September 2010
 

Capcay Cah Isi Tofu

Ini masakan super duper gampang. Kalau lidah sedang "capek" makan daging2an atau kuah santan, atau sedang mengurangi asupan karbo, capcay ini bisa dilirik sebagai solusi.

Resep di bawah ini sengaja tidak menggunakan tambahan garam dapur. Rasa asin didapat dari kaldu ayam jadi (aku pakai Wei Wang dari Elson Bernardi - Pasuruan) dan kecap asin (aku pake Pearl River Bridge). 

Untuk isi, tidak perlu terlalu kaku dengan patokan yang ada di resep. Manfaatkan saja apa yang ada di dalam kulkas. Sebisa mungkin masukkan sayuran yang berwarna menyolok agar memancing mata dan selera. Untukku, yang penting harus ada brokoli dan tofunya hehe.  Naomi pun menikmati masakan ini tetapi harus banyak pentol baksonya.

Tips: gunakan bahan2 yang segar dan hidangkan masakan dalam keadaan panas. Jadi sebaiknya nyalakan kompor 10 menit sebelum waktu makan. Nikmati bersama nasi putih hangat dan ceplusan cabe rawit hijau. Ah, sedap sekali! (st)

CAPCAY CAH ISI TOFU
:: Recipe by Shirley ::

Bahan2:
5 siung  Bawang putih, cincang halus
1/2 buah  Bawang bombay (sekitar 50 gram), cincang halus
2 buah  Ampela, potong2 kecil
5 buah  Bakso (boleh ayam atau sapi atau ikan),  potong2 sesuai selera
1/2 pak  Tofu, iris agak tebal, goreng sebentar supaya berkulit
1 buah  Wortel ukuran sedang, iris tipis
1 ikat  Pok choy, bersihkan dan potong2
50 gram  Brokoli, potong sesuai kuntum
50 gram Bunga kol, potong sesuai kuntum
Sedikit sawi putih, potong2 memanjang
1/2 sdt  Merica putih bubuk
1/2 sdt  Gula pasir
2 sdm  Concentrated chicken stock (kaldu cair jadi)
500 ml  Air 
1 sdm  Kecap asin (atau sesuai selera)
1 sdm  Kecap ikan

Cara Membuat:
1) Tumis bawang putih dengan api besar, aduk cepat supaya tidak berubah warna menjadi coklat, masukkan bawang bombay, aduk2
2) Masukkan ampela, aduk2 hingga berubah warna, masukkan bakso
3) Tuang air, masukkan wortel (sayuran yang keras), biarkan sebentar supaya agak lunak
4) Bumbui dengan merica, gula pasir, kaldu, kecap asin, kecap ikan. Cicipi.
5) Masukkan semua sayuran lunak, balik sedikit supaya semua bagian matang, masukkan tofu
6) Tutup wajan dengan tutup panci sebentar saja supaya bumbu meresap.
7) Matikan api, hidangkan segera
Hasil: untuk 3-4 porsi

Catatan:
- Alternatif isi yang lain: jamur kancing, jamur kuping, tomat kecil yang dibagi 2 atau 4, sawi, baby corn, kapri, dll 
- Masukkan bahan dengan urutan: bawang2an, bahan berprotein hewani, sayuran keras, sayuran lunak
- Gunakan wajan cekung lebar dan api besar untuk memasak
- Jangan memasak sayuran terlalu lama supaya tidak berubah warna karena layu

Paiton, 27 September 2010






Sunday, September 26, 2010

Sudah "Level"kah Oven Anda? ~ Cek dengan Waterpas

Beberapa aku mengeluh ke suami karena hasil bakingku atasnya tidak rata. Pangkal permasalahannya adalah karena ovenku terletak di atas dua bidang lantai yang ketinggiannya berbeda. Dipindah ke tempat lain nggak ada space lagi. 

Kalo ovennya dipake bikin cake yang tebal, mungkin nggak terlalu masalah, bisa ditrimming. Atau cake yang dipoles full dengan buttercream atau whipcream. Lah kalo bikin cake yang layernya tipis kayak opera cake atau lapis legit? Diratakan pake leveler juga nggak bisa, dibuang juga sayang, tapi kalo dipake permukaannya yang tidak rata bikin kecantikan cakenya berkurang.

Suatu hari suami pulang dari kerja dengan membawa waterpas. Kuperhatikan dia beraksi. Kesimpulannya: oven gasku memang miring, sehingga kaki-kakinya harus diganjal.

Buat yang belum tahu bentuknya waterpas, bisa lihat di bawah ini.



Ini penampilannya dari jarak dekat. 
Jika lantai kita level, maka gelembung udaranya akan persis berada di tengah (di antara dua garis dobel, lihat gambar di bawah).


 Solusi sementara, lantainya diganjal dengan dua lembar particle board.

Lantai yang berbeda ketinggian menyebabkan oven menjadi miring ke satu sisi
Nah, tinggal dipakai deh. Mudah2an sudah "level" sekarang.




Paiton, 26 September 2010



Triple Cheese Cake dalam Mika

Sudah lamaaa banget beli mika untuk cheese cake atau tiramisu satuan tapi nggak dipake2. Syukurlah minggu akhirnya momen yang ditunggu-tunggu tiba (halah). Salah satu pelanggan tetapku pesan triple cheese cake satuan.

 Makasih buat orderannya, yaa.

Paiton, 26 September 2010

Monday, September 20, 2010

Muffiny Cupcake (Dengan Tepung Premix)


Jika menerima pesanan cupcakes dalam jumlah banyak, tidak ada salahnya kita memanfaatkan tepung premix. Cukup dengan menambahkan bahan basah, kocok selama 5 menit, adonan sudah siap masuk oven.

Resep di bawah ini menggunakan tepung premix Muffiny. Thanks to Vivi Liong yang sudah sharing resepnya. (st)


MUFFINY CUPCAKES



Bahan2:

1 kg  Tepung premix muffiny
400 gram (= 8 butir) Telur ayam
200 ml  Minyak sayur
200 ml  Mentega cair
150 ml  Susu cair/ yoghurt
1 sdm  Essence/ pasta sesuai selera

Cara membuat: 
1) Aduk semua bahan menggunakan baloon whisker (tidak perlu dimixer)
2) Tuang adonan secukupnya ke dalam loyang cupcake yang telah dipasangi paper case
3) Panggang dengan api 200 °C hingga matang
Hasil jadi: ± 36 mini cupcakes

Paiton, 20 September 2010

___

Note:
Cerita baking tidak selalu berakhir bahagia. Pada percobaan pertama, karena mengikuti takaran yang salah dari kemasan tepung muffiny-nya (dijualnya dalam karung kali, lalu dikemas ulang oleh TBK-nya), 1 kilo tepung muffiny-ku sukses masuk tempat sampah, huhuhu. Seharusnya sudah curiga, ini adonan kok berbutir2 kayak remukannya oreo.







Lunch with Asem-asem


There was nothing special about that luncheon dish.

Well, I lied.

It was good, sour and spicy, with soup of coconut milk (thick one would be better but then it would be less healthy). We used gizzards and chicken breast but skipped the liver. Hubby and Naomi did not usually liked this dish but since the the belimbing wuluh (latin: A. bilimbi) was cut in big chunks, the sour was less sour for them this time. As for me, all I needed to do was grinding the boiled belimbing and chilly with the back of my spoon and it tasted just right.


Everybody was happy, plates after plates. Wanna proof?



See here for recipe.

Paiton, 20 September 2010

Thursday, September 16, 2010

Kaastengel

Dari dulu nggak pernah makan kaastengel banyak-banyak. Pertama karena nggak bisa bikin, kedua nggak kuat beli karena harganya lumayan mahal untuk kantong anak sekolah/ kuliahan. Jadi cuman bisa menikmati kaastengel ini kalo lagi ngider pas lebaran. Itu dulu. Sekarang sih sudah bisa bikin sendiri. Makanya sengaja dilebihkan 2 toples dari orderan supaya bisa makan sepuasnya hehehe.

Ini tahun pertama aku bikin kaastengel. Melihat hasilnya, kayaknya tahun depan wajib dan kudu bikin lagi. Habis nagihin, hehehe. Aku pake resep dari milisnya NCC, konon sumber aslinya dari Sedap. Ada 2 versi: yang pake keju edam (yang dibungkus merah itu) dan yang pake keju parmesan. Untuk kali ini aku pake yang "tradisional" dulu, yaitu yang pake keju edam.


Bagi teman2 yang kesulitan mencari keju edam, untuk darurat bisa pake keju cheddar yang diparut (pake parutan pala) lalu diangin2kan supaya agak kering dan kriuk2. Masalah rasa emang nggak bisa mengalahkan yang pake edam. Jadi kalo ada kesempatan pake keju edam, pake saja, jangan disubstitusi.


Soal mentega, rasa2nya memang Wijsman masih nomor 1 untuk urusan kue kering. Ya aromanya, ya citarasanya. Beberapa teman mengganti dengan Corman. Aku belum pernah nyoba, katanya sih enak juga. Kalo kita mau menjual yang premium atau yang ekonomis, tinggal modifikasi di sini. Jangan heran jika ada kaastengel yang Rp 20rb-an tapi ada juga yang Rp 40rb, Rp 80rb atau bahkan di atas Rp 100rb. Penyebabnya kalo nggak di kejunya ya di lemaknya.

Untuk cara panggangnya, resep ini aku kombinasikan dengan tekniknya Pak Sahak yang dua kali panggang. Positifnya, kita terhindar dari hasil baking yang sudah matang di luar tapi mentah di dalam.


Yang butuh resepnya, lihat di bawah ya. (st)

KAASTENGEL
:: Recipe from: Milis NCC / Sedap :: 


Bahan2:
125 gram  Mentega
2 buah  Kuning telur
25 gram  Tepung maizena
150 gram  Tepung terigu
1/4 sdt  Baking powder 
100 gram  Keju edam, parut (atau keju parmesan, parut halus)
50 gram  Keju cheddar, parut atau potong memanjang (untuk hiasan)
1 buah  Kuning telur untuk polesan


Cara Membuat:
1) Kocok mentega dan kuning telur lalu masukkan keju edam yang sudah diparut
2) Ayak tepung maizena, terigu dan baking powder ke atas adonan, aduk rata
3) Bentuk memanjang (bisa pake cetakan kaastengel, atau bisa juga pake cetakan bunga). Tata di loyang, beri jarak.
4) Jika adonan menjadi lembek atau sedang antri masuk oven, bisa dimasukkan ke kulkas dulu
5) Panggang dengan panas 140-150 derajat C selama 15-20 menit. Keluarkan dari oven.
6) Kuaskan bahan polesan, hias dengan potongan keju cheddar.
7) Panggang kembali dengan api rendah hingga matang, kurang lebih 20 menit.
8) Biarkan hingga dingin, lalu tata di toples. 


Paiton, 16 September 2010



Wednesday, September 15, 2010

Yang Khas di Hari Raya: Nastar

Ah, kau memang menggoda!

NASTAR
 :: Recipe by: Fatmah Bahalwan ::

Bahan Kulit:
250 gr  Margarin
250 gr  Butter
100 gr  Gula halus (sebaiknya diblender untuk menghindari gula yang menggumpal)
4 btr     Kuning telur
700 gr  Tepung terigu (aku pake Kunci Biru dan Segitiga, 1:1)
4 sdm   Susu bubuk full cream

Bahan Selai:
Lihat bawah

Bahan Polesan:
3 btr     Kuning telur
1 sdt    Cookie glaze (catatan: aku ganti dengan 1 sdt madu)

Cara Membuat:
1. Aduk mentega, gula dan telur hingga rata (mixer speed 1 atau M, asal nyampur) -- catatan: aku pake cara campur semua dengan whisker, baru dimixer sebentar
2. Masukkan tepung terigu dan susu bubuk, aduk perlahan hingga tercampur rata
3. Ambil sedikit, bulat bulat, isi dengan selai nanas
4. Susun di loyang tipis, beri jarak satu dengan yang lain
5. Oven dengan suhu 14o deg C selama lk. 30 menit
6. Keluarkan dari oven, poles dengan bahan olesan, oven lagi hingga kuning mengkilap
7. Angkat, biarkan dingin, susun dalam toples, tutup rapat

Catatan: aku pake metode Pak Sahak Pribadi yang dua kali panggang. Tanpa dikuasi bahan polesan, panggang nastar sekitar 15-20 menit, keluarkan dan dinginkan. Kuasi nastar dengan bahan polesan (sebaiknya 2x kuasan supaya mengkilap rata dan polesan tidak lepas / terpisah dari nastarnya). Lanjutkan dengan panggangan tahap kedua sampai dengan nastar matang dan mengkilap.
      Selai Nanas

      Bahan:
      4 bh     Nanas palembang, haluskan
      200 gr  Gula pasir -- catatan: aku pake Gulaku yang diblender
      1 sdt     Garam
      1 potong   Kayu manis

      Cara Membuat: 
      Masak nanas halus bersama airnya, garam dan kayu manis hingga kering, tuang gula pasir, masak terus dengan api kecil hingga kering dan liat. Angkat.


      Catatan: untuk memastikan selai benar2 kering, selai yang sudah masak aku letakkan di atas selembar alumnium foil dan aku panggang dengan panas 100 deg C selama 10-15 menit. Tujuannya supaya selai lebih awet dan tidak cepat berjamur.

      Paiton, 15 September 2010 

      Tuesday, September 14, 2010

      Ultraman Theo

      Theo benar-benar suka dengan karakter Ultraman. Meskipun tahun lalu sudah mendapat kue ultah bergambar Ultraman Leo, tahun ini dia kembali memilih gambar Ultraman. 

      Ini dia fotonya. Base cake dibuat dari cotton cake, edible image oleh Fonny Surabaya.


      Happy Birthday, Theo!



      Paiton, 14 September 2010

      Tuesday, September 7, 2010

      Transformer Cake for Afzal's 5th Birthday

      Dulu Dapur Solia pernah membuat cake untuk sang kakak. Agustus lalu, Dapur Solia dipercaya untuk membuat cake ultah untuk si adek. Temanya spesifik: Transformer. Wah, tantangan. Secara akunya nggak begitu menguasai teknik menggambar robot dan sejenisnya.

      Ini hasilnya. Base cakenya pake 2 layer lapis solo yang sudah dimodifikasi ala Dapur Solia.


      Hiasan dari buttercream, fondant dan royal icing.



      Selamat ultah ya, Afzal.

      Paiton, 7 September 2010

      Monday, September 6, 2010

      Kukis Batik

      Kukis batik pertama kali diperkenalkan oleh mba Peni Respati, home baker sekaligus seniman yang kukagumi. Ide dasarnya sebetulnya sederhana, yaitu butter cookies dengan rasa coklat yang dihias menggunakan royal icing warna coklat / tanah yang ditorehkan sedemikian rupa sehingga menghasilkan nuansa batik.

      Kukis ini kubuat di injury time, yaitu kurang seminggu dari Hari Idul Fitri. Kastamernya teman2 kantor plus seorang nona yang direferensikan oleh Endang Paloepiningrum (trims yo Nyah).

      Tidak mudah menggambar di kue yang luasannya cuma 3 x 3 cm. Ketika aku berambisi membuat motif parang rusak misalnya, hampir mustahil untuk memindahkan motif yang panjang aslinya hampir 15 cm itu (konon motif parang rusak yang asli batik tulis dibuat hanya dengan satu tarikan nafas supaya hasilnya indah). Walhasil yang aku lakukan sebetulnya adalah membuat fragmen2  dari sebuah batik yang utuh.Setiap fragmen hanya kubuat sekitar 25 keping dan semuanya dilukis satu per satu di atas kukis.


      Terima kasih untuk Mbak Peni dan Citra Kusuma yang sudah menularkan  semangat membuat kukis batik ini.




      Untuk teman2 yang merayakan, selamat hari raya ya.

      Paiton, 6 September 2010

      Saturday, September 4, 2010

      Princess Dhanis 5th Birthday



      Dhanis adalah teman sekolah Naomi. Sejak kecil mereka sudah saling mengenal sejak sama-sama mengikuti Power Tot Pre-School dan Sunday School. Setiap pagi mereka naik bus sekolah yang sama dan setiap sore mereka bersepeda dan bermain di taman pasir bersama dengan teman-teman kecil mereka yang lain.


      Ultah kali ini adalah ultah Dhanis yang terakhir yang dirayakan di Paiton karena per September ini Dhanis dan keluarganya akan pindah ke Madiun / Cirebon untuk mengikuti sang papa yang bertugas di tempat yang baru.





      Base cake dibuat dari cotton cake, BC menggunakan resep istimewa dari Hollman, hiasan edible image dibikin oleh Ina La Rizz dan boneka / toppernya dibeli dari TBK Arvian. Cantik sekali ya.



      Happy Birthday, Dhanis.

      Paiton, 4 September 2010
      Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...