Sunday, March 29, 2009

Black Forrest

Pertama kali bikin Black Forrest, ribut juga nyari2 resep mana yang mau dipakai. Akhirnya pilihan jatuh ke resepnya Bu Fatmah Bahalwan, my subo. Karena coklat bubuknya kurang 15 gram, akhirnya dimodif pake bubuk kopi instan (nggak ketahuan tuh ama yang makan, hehe).

Kata yang makan, cake dan krimnya enak. Krimnya nggak eneg karena pake whipcream. Kalo ada yang kurang itu karena nggak ada liquor-nya. Emang nggak nyetok sih, jadi kalo nggak ada special request ya nggak nyari.

Untuk yang pengen nyoba, ini resepnya. (st)

BLACK FORREST
:: By: Fatmah Bahalwan ::



Bahan:

8 btr Telur (uk. M)
60 gr Coklat bubuk (modified to: 45 gr bubuk coklat + 15 gr kopi instan)
40 gr Maizena + 1 sdt BP (optional)
125 gr Terigu Segitiga Biru
1 sdm Emulsifier
100 gr Mentega, lelehkan
200 gr Gula pasir
¼ sdt Vanili (aku pakai yang bubuk, masuknya waktu ngocok telur)
1 sdm Pasta Black Forrest (Toffieco)
1 sdm Rhum bakar (nggak pake)
500 gr Butter cream (note: aku pake whipcream bubuk Haan, kocok dulu dengan air es dengan perbandingan 1 Whc : 2 bagian air es)
100 gr Dark cooking chocolate
10 bh Cherry merah
1 klg Cherry hitam , saring pisahkan airnya.
Jika suka: tambahkan Jamaican rhum, campur ke air dark cherry dengan perbandingan 1:1


Cara membuat :

1) Campur terigu, coklat bubuk dan maizena, aduk rata.
2) Kocok telur, gula dan emulsifier hingga mengembang dan kental (jambul petruk)
3) Masukkan campuran tepung dengan cara diayak, aduk balik hingga tercampur rata
4) Masukkan mentega leleh + 1 sdm pasta BF, aduk rata.
5) Tuang dalam 3 buah loyang kotak, 22 x 22 cm, oven suhu 180°C, tes tusuk, jika sudah matang, matikan oven dan dinginkan.
6) Basahi tiap lapisnya dengan dengan air dark cherry
7) Letakkan satu lapis cake, oles dengan campuran cherry hitam, lalu oles dengan BC / WHC
8) Tumpuk di atasnya lapisan kedua oles dan beri campuran cherry hitam dank butter krim lagi
9) Lakukan sekali lagi untuk lapisan ketiga, rapikan.
10) Oles seluruh permukaan cake dengan butter krim, hias dengan dark cooking chocolate serut hingga tertutup semua.
11) Hias dengan BC dan cherry merah (aku ganti jadi papan coklat, potongan cherry hijau, jeruk, coklat serut dan bubuk kopi instan yang diayak).

Cara membuat campuran cherry hitam:
(di-copas dari thearisan.com)

1) Saring dan pisahkan dark cherry dari airnya
2) Belah dua buah dark cherry
3) Panaskan air dark cherry sampai mendidih, masukkan larutan maizena dan kayu manis, masak lagi sampai mendidih
5) Masukkan potongan cherry hitam, masak sampai mendidih lagi
6) Angkat dari api dan dinginkan

Paiton, 29 Maret 2009

Double Treat for Yulia: Cheese Cake & Black Forrest

Memang teman yang satu ini kalem tapi gaul dan banyak temannya. Dari jauh-jauh hari, Mrs. Melohn sudah memasukkan orderan cheese cake untuk dikirim ke ybs. OK, beres Bu. Kebetulan di Giant Probolinggo juga lagi ada stok strawberry-jeruk-anggur. Cetakan arabesque juga sudah bisa diberdayakan.

Rada-rada nggampangin karena sudah bikin cheese cake bolak balik dan selalu sukses. Namun teman-teman, takabur itu emang nggak boleh banget. Biasanya baking pake otang, kali ini aku nyoba au bain maria pake oven gas. Ternyata perilakunya beda. Yang biasanya 50 menit sudah mateng dan keras, lha kok ini lembek banget. Telanjur dikeluarkan dari loyang ternyata lembek dan bocel. Huhuhu, sampe berlinang air mata ngliatnya. Akhirnya minta hubby belanja keju lagi dan bikin sekali lagi. Huhu .....

Di tengah2 penderitaan mengasihani diri sendiri, datanglah order kedua. Dari Mrs. Chatt teman satu gank juga, untuk kado ke orang yang sama juga, tetapi mintanya black forrest. To be honest, seumur2 aku nggak pernah bikin black forrest. Pernahnya cuman makan dan ngliatin orang bikin. Udah berniat trial tapi belum kesampaian, makanya stock dark cherry masih belum sempat disentuh. Bukan NCCer namanya kalo nggak berani terima tantangan. Meski cuman punya waktu 3 jam untuk baking & dekor, plus masih harus mengulang cheese cake, aku hayuk aja. Bersyukur asisten yang masuk siang udah muncul, lumayan untuk bantu2 nyetak pagar coklat.

Setelah berjibaku selama tiga jam, akhirnya selesai. Kirim asisten untuk ngantar (untungnya selebrasinya di restoran dekat rumah) sementara aku mandi dan siap-siap menyusul ke lokasi.

Tanggapannya ternyata tidak mengecewakan. Yang pesan surprise dengan desain black forrestnya, yang nerima juga kaget berat karena nerima dua cake sekaligus. Rasa senang ngliat aksi teman-teman yang heboh masih ditambahi lagi dengan pujian: "Kamu ini talented ya masak-masak." Mamaaa, dengarin Ma ... anakmu sudah bisa bikin kue, ma!

Ini penampakan cheese cakenya. Sengaja yang ditampilkan yang tanpa papan coklat supaya keliatan variasi buahnya (aslinya sih karena tulisannya mencong2, hehehe).


Dan ini penampakan black forrest-nya. Bisa nebak nggak yang mana yang ultah?



Paiton, 29 Maret 2009

Pepes Tongkol

Hubby suka sekali dengan masakan ini. Jika sedang kurang berselera makan atau bosan dengan ikan goreng, dia sering meminta menu pepes tongkol ini. Sebetulnya membuatnya mudah sekali, hanya saja menentukan komposisi yang pas dengan selera ini yang sedikit "tricky". Resep di bawah ini hanya panduan, jika Anda lebih suka cabe atau tomatnya ditambah atau dikurangi silakan saja. Pilih tongkol yang segar dan besar untuk menghasilkan rasa yang prima. (st)


PEPES TONGKOL
:: Recipe by Dapur Solia ::




Bahan:

1/2 kg Tongkol, buang kepala & durinya, belah dua, kukus selama 15 menit
1 bongkah Bawang putih (kira2 isi 10 siung)
10 siung Bawang merah
6 buah Tomat
7 buah Kemiri
7 buah Cabe merah besar, dibuang bijinya
1 sdm Garam (atau sesuai selera)
1 sdm Penyedap (saya pakai Masako atau Royco)
2 sdm Gula merah

Untuk bungkus:

Daun pisang dari 2 cabang pisang, sebaiknya dibeli 1 hari sebelumnya atau diletakkan di atas kukusan supaya agak lemas dan mudah dibentuk
Lidi untuk menyematkan

Cara membuat:

1) Ulek semua bumbu, lakukan tes cicip untuk menentukan apakah rasanya sudah pas
2) Tata dalam daun pisang, semat kedua ujungnya dengan lidi
3) Kukus selama 30 menit
4) Siap disajikan.

Paiton, 29 Maret 2009

Otak Atik

Kelebihan putih telur? Coba deh nyoba resep yang ini. Selama Anda tidak anti deep-fried meal, hampir bisa dipastikan lidah Anda akan menikmati makanan ini. Dikunyah dengan lombok rawit untuk camilan atau dicolek ke sambal terasi & dimakan bersama nasi putih berkepul-kepul, sama enaknya. (st)

OTAK ATIK
:: Resep by Dapur Solia ::



Bahan:

350 gram Putih telur
8 buah Tahu, dihancurkan
6 buah Wortel, dipotong kotak kecil2 (½ cm)
5 lonjor Bawang prei, dirajang

Bumbu:

2 bonggol Bawang putih (kira2 isi 20 siung)
10 siung Bawang Merah
5 buah Cabe merah besar
1 sdm Ketumbar bubuk
2 cm Kunyit
1 sdm Garam (atau sesuai selera)
1 sdm Gula pasir
1 sdm Masako

Untuk kulit:

3 butir Telur ayam, dikocok lepas

Cara Membuat:

1) Ulek halus semua bumbu.
2) Masukkan bumbu ke adukan putih telur (tidak usah dikocok), tahu, irisan wortel dan rajangan bawang prei lalu "carub" hingga rata (Jw: carub = aduk rata dengan tangan)
3) Masukkan adonan ke loyang bulat 18cm (atau sesuai koleksi wadah yang ada)
4) Kukus dalam dandang selama 30 menit
5) Dinginkan lalu masukkan kulkas sampai agak mengeras
6) Potong2 sesuai selera, masukkan ke dalam kocokan telur, goreng hingga matang.

Paiton, 29 Maret 209

Keizya Loves SpongeBob SquarePants!

Gadis kecil yang satu ini sungguh lucu. Suka menonton berbagai macam film kartun dari saluran Nickelodeon maupun Disney. Untuk ultah ketiganya ini sang mama sempat bingung menentukan apa tema yang pas. Akhirnya pilihan jatuh ke kue dengan tema SpongeBob SquarePants.

Tidak mudah mendapatkan topper SpongeBob dengan kualitas yang baik. Sekalinya dapet kok nggak mirip, ya. Setelah diamati satu per satu ternyata bola matanya kurang juling, tidak ada hidung, giginya juga kurang renggang. OK deh, dikoreksi dengan buttercream berwarna. Ini jadinya. Ternyata matanya masih kurang "belok" / melotot.



Base cakenya adalah sponge cake-nya Yongki Gunawan. Namanya dibuat dari coklat warna-warni. Di bagian pinggirannya diberi fondant sedikit yang dipulung menyerupai kuncup bunga. Aksen birunya salah tempat ya, mestinya ditaruh di belakang supaya nggak menutupi namanya.



Selamat ultah ya Kei .....



Paiton, 26 Maret 2009

Thursday, March 26, 2009

Membuat Minyak Ayam

Jika memasak mie pangsit atau mie goreng, salah satu bahan yang biasanya digunakan untuk membuat rasa mie semakin enak adalah minyak ayam. Membuat minyak ayam ini relatif cepat dan mudah. Berikut resepnya. (st)


MINYAK AYAM
:: Sumber: Lolong Arifin - BBC Jember ::




Bahan:

1000 ml Minyak sayur bening
250 gram Minyak/ lemak ayam
10 siung Bawang putih, digeprak (bukan dirajang ya)
1 ruas jari Jahe
1 sdt Lada utuh, digeprak (jangan diulek)
1 sdt Ketumbar utuh, digeprak
Alternatif: lada dan ketumbar bisa diganti dengan kemiri. Gunakan biji yang masih segar, yang akan berbau harum saat dimasak. Tidak bisa diganti dengan lada/ ketumbar bubuk karena yang berbentuk bubuk sudah tidak mengeluarkan minyak.

Cara membuat:

1) Tumis bawang putih dengan sedikit minyak hingga harum, lalu masukkan lemak/ kulit ayam. Tumis terus dengan api kecil hingga keluar minyak agak banyak.
2) Masukkan sisa minyak dan semua bahan lain. Masak hingga 15 menit dengan api kecil.
3) Gunakan untuk menumis/ membuat mie pangsit. Sisa minyak didinginkan, disaring, lalu disimpan di wadah yang bersih, kering dan tertutup.
4) Jangan mengoplos minyak ayam yang sudah jadi dengan minyak sayur.

Paiton, 26 Maret 2009
*it's my love's birthday

Wednesday, March 25, 2009

Cheese Cake with Fruit Topping for Mr. M



Cheese cake yang dibuat dari krimcis gadungan, whipcream, aneka buah dan coklat yang dicetak dengan cetakan arabesque.

Menyenangkan sekali mengerjakan cheese cake ini. Mengapa? Karena diorder dengan cinta, hehehe. Surprise cake untuk sang ayah yang berulang tahun. Dengar2 si sulung bolak balik membuka kulkas, tidak sabar untuk memotong dan mencicipi, sementara ayah tak kunjung pulang.

Selamat ultah ya, semoga suka dengan kuenya.

Paiton, 25 Maret 2009

Tuesday, March 24, 2009

Sekali Lagi: Klappertaart

Kalau kemarin aku posting klappertaart menggunakan bahan seadanya, untuk pesanan teman yang satu ini aku menggunakan bahan lengkap. Benar saja, rasanya menjadi jauh lebih enak. Rasa klappertartnya makin kaya dengan penambahan kacang kenari panggang yang gurih dan kismis. Ini aku lampirkan fotonya.

Waktu posting foto klappertaart di Facebook, ada yang nanya resep klappertaart yang versi kering. Setelah tanya-tanya ke teman yang beristrikan wanita Kawanua, rupanya di tempat asalnya sana klappertaart ini memang kering, padat dan bisa dipotong2, dengan penampakan yang agak mirip dengan kue lumpur. Kok ya kebetulan banget di Indomaret lagi ada buku "Aneka Jajan Pasar Tempu Dulu" terbitan Demedia. Setelah dibaca-baca, kesimpulanku perbedaan antara kedua resep ini memang di jumlah cairannya. Resep tempo dulu tidak menggunakan susu dan cairan disumbang oleh air kelapa dan telor saja. (st)

Catatan:
Resep klappertaart kering aku uji coba 18 Desember 2010. Resep aku pindah ke sini.  

Paiton, 24 Maret 2009

Saturday, March 21, 2009

Klappertaart Wilton

Klappertaart adalah makanan khas Manado. Konon makanan ini merupakan warisan dari masa penjajahan Belanda. Masuk akal juga sih kalo ditilik dari namanya. Jika diterjemahkan mungkin menjadi "kue kelapa", ya.

Dibanding resep jadulnya, Klappertaart Wilton menggunakan tepung custard dan bukan roti tawar. Penasaran juga aku untuk membuat makanan yang satu ini karena sering banget dibahas di milis. Masak cuman lihat fotonya aja :))

Dalam percobaan kali ini, aku terpaksa mengganti kenari dengan mente dan menghilangkan kismis (udah nyari2 tapi nggak ada stok). Next time aku pastikan kedua bahan itu ada. Manisnya susu dan citarasa telur yang kuat harus di-counter dengan rasa yang segar dan gurih yang disumbangkan oleh daging kelapa muda, kenari, kismis dan kayu manis. Kalo liat foto Klappertaart yang dibuat oleh almh Ruri, bikinanku kelihatan pucat, rupanya taburan kayu manisnya harus banyak.

Catatan: per 18 Desember 2010, foto sudah aku koreksi. Foto klappertaart perdana tetap aku simpan di posting ini sebagai kenang2an.

Satu resep standar menghasilkan hampir 2000 gram adonan (lapisan bawahnya saja), atau setara dengan 25-26 cup kecil. Jika mau, bisa ditambahkan daging degan dari 2 butir kelapa muda dan 3 buah kuning telor. Hasilnya tentu akan lebih banyak lagi.

Untuk acara arisan atau rapat, mengapa tidak mencoba klappertaart ini. Just drop me an email at dapur.solia@gmail.com or call at 0335-7646252. (st)

==========================

KLAPPERTAART WILTON
:: Sumber: blognya Riana ::



Bahan:


1000 cc Fresh milk
250 gr Gula kastor
50 gr Tepung terigu
50 gr Tepung custard
50 gr Maizena
150 gr Mentega
6 btr Kuning telur; note by Riana: bisa ditambah max 3 btr
2 btr Kelapa muda; note by Shirley: tambah 1-2 butir lagi
100 gr Kenari panggang cincang
Kayu manis bubuk dengan takaran sesuai selera
Optional: rhum (aku ganti dengan vanila cair)

Topping:

6 btr Putih telur
4 sdm Gula kastor
2 sdm Tepung terigu
Kismis direndam air hangat, peras dan ciprati rhum (aku pake vanila cair)
Kayu manis bubuk

Cara membuat:
(A) Lapisan pertama

1) Panaskan 800 cc fresh milk dan gula pasir
2) Larutkan tepung terigu, custard dan maizena dengan 200 cc fresh milk (pastikan tidak ada yg bergerindil ya)
3) Masukkan campuran susu dan tepung ke dalam susu panas, aduk terus sampai mengental dan meletup-letup.
4) Angkat dari api, masukkan mentega, aduk rata.
5) Masukkan kenari dan kayu manis bubuk dan rhum essence/pasta (gak pake rhum)
6) Masukkan kuning telur satu persatu
7) Masukkan kerukan daging kelapa muda, aduk rata
8) Masukkan adonan ke dalam cup sampai ¾ tinggi. Bakar dengan cara ditim (au bain marie) selama 15 menit dengan suhu 160° sampai ½ matang.

(B) Topping

9) Kocok putih telur dengan mixer, gula dimasukkan sedikit sedikit sampai kaku
10) Masukkan tepung terigu, aduk rata dengan spatula
11) Semprotkan topping keatas adonan ½ matang sampai cukup tinggi, taburi dengan kismis dan kayu manis bubuk (kerjakan ini dengan cepat karena oven tetap menyala saat topping ditambahkan)
12) Bakar lagi sampai toping berwarna kekuningan.

Paiton, 21 Maret 2009

Daftar Harga Bahan - Maret 2009

Ini daftar harga barang dan alat per Maret 2009 yang dikumpulkan dari hasil shopping (baik yang shopping beneran maupun yang sekedar windows shopping hehe). Mungkin bisa jadi referensi untuk menentukan harga jual. Berhubung ini posting pertama, hasil tabelnya juga belum nyeni. Puyeng nih ngublek-ngublek html code-nya. So ... untuk sementara asal cemplang cemplung dulu ya. Next time mudah-mudahan lebih cantik ya. (st)

Friday, March 20, 2009

Bolu Durian

Di Bondowoso lagi musim durian. Raja buah ini banyak dijajakan di sepanjang perjalanan Jember-Bondowoso di gubuk-gubuk bambu semi permanen. Buahnya relatif kecil kalau dibandingkan dengan jenis monthong, daging buahnya juga tidak terlalu tebal, tetapi rasanya manis dengan sedikit rasa asem di belakang (mungkin yang aku beli ini sudah sedikit over ya matangnya).

Tadinya sih cuman mau beli 1 buah dan dimakan di tempat, berhubung kalo beli satu ikat ada diskon, akhirnya jadi beli 3. Sampai di rumah, bingung juga gimana cara menghabiskannya. Suami sekarang sudah pantang makan durian, asisten-asisten nggak ada yang suka, kalo manggil-manggil tetangga duriannya terlalu sedikit. Seperti biasa, kalo mentok mau bikin apa, andalannya ya situsnya NCC, hehe. Nemu resepnya bolu durian.

Dua buah durian menghasilkan daging buah sebanyak 250 gram, pas untuk 1 resep. Dari aslinya, aku modif hanya di bagian lemak (mentega 227 gr spy pas dengan timbangan satu kemasan, kekurangan 23 gram aku ambil dari margarin). Sisanya nurut dengan resep. Daging durian yang dihaluskan masuk ke adonan paling belakang, sebelum loyang tulban masuk ke oven.

Jadinya? Haruuuum ...... Disuguhkan pas ada acara kumpul-kumpul di rumah, kebetulan semua yang datang doyan makan durian. Satu loyang tulban cukup untuk menyuguhi 15 tamu, plus dua iris untuk guru sekolahnya Naomi, plus masih bisa bawa untuk rekan-rekan di kantor keesokan harinya (satu iris jadinya dibagi 2, atas-bawah biar cukup). Heboh pokoknya.

Acara kumpul-kumpul jadi seru karena hasil olahan dari dapur sendiri. Buat yang mau nyoba, aku salin resepnya di bawah ya. (st)


BOLU DURIAN
:: Recipe by Fatmah Bahalwan ::

Bahan:
250 gr Mentega (Orchid unsalted)
250 gr Gula pasir
6 btr Telur utuh
250 gr Tepung terigu
1 sdt Baking powder
1 sdt Soda kue
250 gr Daging durian (bisa diperoleh dari 2 buah durian ukuran M), haluskan.

Cara membuat:
1) Kocok mentega dan gula hingga mengembang pucat, masukkan telur satu persatu sambil tetap dikocok. Setelah rata, matikan mixer.
2) Ayak tepung terigu, baking powder dan soda kue, masukkan ke dalam adonan mentega, aduk balik hingga semua bahan menyatu (pastikan tidak ada mentega yang mengendap -> bikin bantat)
3) Masukkan daging durian halus, aduk rata.
4) Tuang adonan ke dalam loyang tulban yang telah disemir lemak dan ditaburi sedikit terigu.
5) Panggang dalam oven selama 45 menit suhu 180 °C hingga matang.

Thursday, March 19, 2009

Membuat Kaldu

Pernahkah kita menikmati sup atau mie pangsit enak lalu berpikiran, ah .. bikin begini mah gampang. Lalu ketika kita mencobanya di rumah ternyata rasanya tidak seenak yang kita bayangkan. Padahal kalau dilihat sekilas bahan-bahan yang dipakai sudah sama, bumbu juga sama. Lalu apa yang kurang? Bisa jadi karena kita tidak memasukkan kaldu ke dalamnya.

Kaldu bisa dibuat dari bermacam-macam bahan: ayam, sapi, udang, ikan, sayuran dan lain-lain. Membuat kaldu tidak sama dengan merebus sembarang tulang dan mengambil airnya. Dengan metode yang benar, kita akan bisa mengeluarkan sari dari bahan yang kita gunakan sehingga menghasilkan kaldu yang lezat. Cita rasa kaldu yang dibuat dari bahan-bahan segar tentu saja akan berbeda dengan air yang dibubuhi kaldu instan (meski menurut iklan rasanya sama).

Berikut adalah ciri-ciri kaldu yang baik:
(1) Aromanya tidak amis
Untuk menghilangkan bau amis ini kita gunakan bahan-bahan seperti daun bawang, daun seledri atau kulit wortel (that's right, kulitnya saja sudah bisa, sekalian memanfaatkan produk samping)
(2) Air kaldu tidak berlemak
(3) Warna kaldu bening (tidak butek)

Tips:
(a) Waktu memasak kaldu antara 1-2 jam. Jangan nyolong waktu, karena kaldu yang dihasilkan tidak akan "pekat" dan gurih.

(b) Jika bahan yang Anda gunakan nampak kotor (banyak sisa darah, lemak dll), buang kotorannya dengan cara merebus bahan dengan air dingin. Setelah mendidih, segera matikan api lalu buang airnya. Siapkan air panas untuk kaldu, masukkan bahan dan masak dengan api kecil-sedang.

(c) Jangan sekali-sekali menggunakan api besar untuk membuat kaldu. Yang akan terjadi adalah sumsum dan sisa darah akan lepas dari tulang (jika kaldu dibuat dari tulang sapi/ayam), kuah menjadi keruh dan amis, bagian2 tulang akan menjadi matang sehingga sarinya terperangkap dan tidak bisa keluar. Gunakan teknik slow cooking dengan api kecil-sedang.

(d) Bila muncul busa, angkat dan buang.

(e) Jangan memasukkan tulang mentah ke dalam air kaldu yang sudah panas.

(f) Jangan mencampur kaldu yang sudah jadi dengan air. Resikonya kaldu akan mudah basi (karena tambahan air yang tidak mendidih) dan, tentu saja, rasa akan berubah.

Resep kaldu di bawah ini dirangkum dari berbagai sumber. (st)

================================

KALDU TULANG AYAM

Sumber: BBC

Bahan:
2 liter Air
3 lembar Daun bawang
2 lembar Daun seledri
(bisa diganti dengan kulit wortel)
Tulang ayam yang sudah dicuci bersih dan dikeprak

Cara membuat:
- Masukkan semua bahan ke dalam panci yang sudah diberi air
- Rebus dengan menggunakan api sedang selama 2 jam
- Saring, dinginkan dan gunakan atau simpan dalam kemasan @ 250 ml (gunakan kemasan yang kecil sehingga Anda bisa memanfaatkan sesuai keperluan tanpa melakukan defrost untuk semua simpanan kaldu).


KALDU AYAM
Sumber: situs Simply Recipe (modified by Shirley)

Bahan:
1 ekor Ayam utuh
1 buah Bawang bombay
2 sdm Minyak zaitun (olive oil)
2 liter Air mendidih
2 sdt Garam
2 lbr Daun bay

Cara membuat:
-- sama dengan atas

KALDU SAPI
Sumber: NCC

* Didihkan air, masukkan daging dan tulang sapi yg berlemak dan bersum-sum.
* Setelah mendidih lagi, kecilkan api, biarkan terus tulang dimasak selama lk. 1 s/d 2 jam dan air surut.
* Kaldu siap digunakan.

KALDU UDANG
Sumber: NCC

* Ambil kulit udang, ekor dan kepalanya
* Didihkan air, tuang kulit udang dan bagian udang lainnya
* Biarkan masak hingga lebih kurang 30 menit
* Matikan api, saring
* Kaldu siap digunakan

KALDU IKAN
Sumber: www.fishyforum.com

Semua jenis ikan yang bisa dikonsumsi bisa dibuat kaldu namun perlu diperhatikan ikan harus dibersihkan dengan seksama, biasanya buat kaldu yang perlu adalah bagian kepala dan tulang ikan tapi buang bagian ekor, masukan kepala ikan dan tulang ikan kedalam panci berisi air, masukan merica 1 sdt, bawang putih 2 siung digeprak, air jeruk nipis 1.5 sdt, kemudian masak dalam api kecil (ingat ya kecil), kira-kira 2 jam, setiap 15 menit bersihkan kotoran atau buih yang terbentuk dipermukaan, gampangkan

PS : Yang perlu diperhatikan adalah masaknya harus dengan api kecil, kalau kebesaran ikan keburu mateng sehingga sarinya nggak keluar dan nggak jadi kaldu


KALDU SAYUR ALA BARAT
Sumber: Yasa Boga, Menu Sehari-hari

Bahan:
1 buah Wortel besar, potong 4
2 batang Daun bawang, biarkan utuh
3 batang Seledri, biarkan utuh.
1 buah Bawang bombay, belah 4 atau,
3 buah Bawang merah, biarkan utuh
2 butir Cengkeh
1 sdt Merica bulat
2 buah Pala, memarkan
1½ liter Air


Cara membuat :
* Tuang 1½ liter air dingin kedalam panci bersama seluruh bahan. Rebus dengan api kecil selama kurang lebih 30 s/d 45 menit, dinginkan.
* Basahi kain saringan, lalu peras, kemudian bentangkan diatas panci/ wadah dan saring kaldu agar bening.


KALDU SAYUR ALA ORIENTAL
Sumber: Yasa Boga, Menu Sehari-hari

Bahan :
3 buah bawang bombay ukuran kecil, belah 4
1 siung bawang putih
1 batang sereh, memarkan
5 lembar daun jeruk purut
3 batang tangkai daun ketumbar, potong 10 cm
¼ cm jahe
1½ liter air

Cara membuat :
* Tuang 1½ liter air dingin kedalam panci, bersama semua bahan
* Rebus dengan api kecil selama kurang lebih 30 s/d 45 menit. Dinginkan
* Saring dengan kain bersih yang telah dibasahi dan diperas, agar kaldu bening.

Saturday, March 14, 2009

Puding Karamel Moka

Bikin puding tidak termasuk bidang keahlianku. Pertama karena aslinya aku kurang suka ama penganan yang manis-manis (I prefer cheese to chocolate, salty to sweet). Kedua karena bikin puding ini betul-betul membutuhkan ketelatenan supaya menghasilkan bentuk yang indah dan menarik. Tesis ini makin dikuatkan dalam 2 minggu even puding week yang diselenggarakan oleh milis NCC tercinta. Makin hari makin banyak puding cantik yang wira wiri dan bikin aku melongo saking kagum dan herannya.

Namun seperti yang dikatakan oleh Widya Hidayat: dengan banyak latihan pasti bisa, pantang menyerah. Riana Ambarsari juga pernah nulis: practice makes perfect. Aku pun memberanikan diri untuk melakukan sesuatu yang “beda” walapun itu di luar lingkar kenyamananku.

Hasilnya? Benar-benar “beda”, dalam arti nggak karuan hihi. Saking puyengnya puding karamel moka ini aku juluki “Puding STRS” alias puding stress!

Karena nggak punya cetakan puding, aku pake mangkok plastik bulat. Tadinya lapisan puding yang pertama (karamel) aku tumpangi wadah stainless steel dan gelas berisi air masak (maksudnya sih biar kayak pudingnya Peni Respati, hiks) supaya dalamnya bisa dimasuki puding dengan warna lain. Lha wong puding busa kok dibikin cara begitu, ya enggak keras-keras. Pas wadahnya aku angkat, lubang di tengah puding lapisan pertama langsung dibanjiri cairan puding yang belum beku. Waks!

Pantang menyerah, lanjut terus. Lapisan kedua (moka) dituang, kayaknya nggak ada yang salah. Cuman kok nggak keras-keras ya. Akhirnya setelah cukup dingin, puding aku tutupi dengan plastik cling wrap lalu dimasukkan kulkas.

Waktu hubby pulang, dengan gembira kutawarkan si puding. Pas dibalik, kok penampilannya kayak klappertaart ya? Susun di mangkok, tuangi vla … waaaa, vlanya kok encer dan nggak manis?

Bagaimana soal rasa? Unik, soalnya pake isian mente panggang dan kismis. Hubby suka lapisan pertama yang ada rasa karamel, aku suka lapisan kedua yang rasa moka (dari resep aslinya aku tambahi 1 sdm moka seruni yang dipopulerkan Luluk Gozali dulu). Naomi cuman makan sedikit dan komen kalo dia nggak suka, soalnya rasa kopinya kuat. Entah sugesti atau nggak, habis makan puding ini emang rasa ngantukku hilang blass hehe.

Ada sedikit rasa lega, sudah bisa bikin puding yang tidak berbentuk coklat standar kayak biasanya. Namun seandainya ada kesempatan untuk bikin lagi, mungkin aku akan bikin puding rasa coklat lagi saja, biar Naomi bisa ikut menikmati. (st)


PUDING KARAMEL MOKA
:: Resep Asli: Puding Agar-agar Favorit Keluarga Yasaboga ::





















Puding Karamel:


1 bks Agar-agar bubuk (7 gram)
125 gram Gula pasir untuk karamel
100 gram Enting-enting kacang (aku ganti: kacang mente, panggang selama 10 mnt, dicincang)
250 ml Air matang
350 ml Susu cair
2 butir Putih telur
25 gram Gula pasir

Puding Moka:

1 bks Agar-agar bubuk (7 gram)
1 sdt Pasta moka (aku ganti: 1 sdm moka cap seruni)
2 sdt Kopi instan
100 gram Kismis cincang
700 ml Susu cair
2 butir Kuning telur, kocok lembut dengan 2 sdm susu cair
150 gram Gula pasir

Cara Membuat:
(1) Puding Karamel:

- Panaskan 125 gram gula pasir dengan api kecil hingga kecoklatan, aduk-aduk supaya tidak menggumpal, tuangi dengan air dingin, aduk-aduk hingga larut, matikan api. Saring, sisihkan.
- Campur dan larutkan agar-agar, 25 gram gula dan susu, didihkan dengan api kecil sambil diaduk.
- Masukkan sirup karamel, didihkan kembali, angkat dari api, sisihkan.
- Kocok putih telur hingga naik dan kaku, masukkan adonan agar-agar karamel sedikit demi sedikit, terus kocok dengan kecepatan rendah.
- Masukkan mente cincang, aduk.
- Tuang dalam cetakan, sisihkan.

(2) Puding Moka:

- Larutkan agar-agar dengan susu, didihkan dengan api kecil sambil diaduk.
- Masukkan kismis, gula dan kopi instan, aduk hingga larut, matikan api.
- Masukkan segera campuran kuning telur, susu dan moka, aduk rata.
- Tuang adonan moka perlahan-lahan ke atas puding karamel yang sudah mulai mengeras.
- Biarkan mengeras seluruhnya.
- Masukkan dalam kulkas.

Sajikan dingin dengan saus vla vanili.

Paiton, 14 Maret 2009




Wednesday, March 11, 2009

Asem-asem Ati Rempela

Kalau sebelumnya aku selalu posting resep penganan yang manis, kali ini aku pengen berbagi resep lauk pauk keluargaku yang rasanya asin. Masakan ini berbahan dasar jerohan. Haha, yang kolesterol tinggi nggak boleh protes ya! Masakan ini termasuk salah satu masakan favoritku karena rasanya asin gurih-asem-pedas, enak sekali disantap baik di hawa panas maupun dingin. Bahan-bahannya murah dan mudah didapat. Aku dapatnya dari asisten yang asli Karanganyar - Ngawi. Kalau di meja terhidang masakan ini, wah bisa nambah-nambah tuh. (st)


ASEM-ASEM
:: Resep oleh Dapur Solia ::


Bahan-bahan:
6 pasang Ati & ampela ayam, direbus hingga lunak, diiris2 sesuai selera
1 papan Tempe (pilih yang enak dan tidak kecut), dipotong kotak2
200 gram Daging ayam, diiris kotak2

Bumbu:
8 siung Bawang putih, dirajang / iris tipis2
8 siung Bawang merah, dirajang / iris tipis2
5 cm Lengkuas, bersihkan lalu digeprek / dimemarkan
3 lembar Daun salam
1 sdt Asam Jawa (bijinya dibuang)
6 buah Belimbing wuluh (boleh lebih kalau suka kecut), potong2
5 buah Lombok besar hijau, diiris miring
100 ml Santan kental (bisa pakai Kara)
1500 ml Air matang (banyaknya kuah sesuai selera)
1 sdm Garam
1 sdm Gula (atau sesuai selera)
Jika suka, bisa ditambahkan Royco / Masako
3 sdm Minyak sayur (utk menumis)

Cara membuat:
1) Tumis bawang putih hingga harum, masukkan bawang merah, lengkuas, daun salam, lombok hijau.
2) Masukkan rempela, ati, ayam, tempe, aduk2 bersama tumisan bumbu hingga berubah warna.
3) Tuangkan air, biarkan hingga mendidih.
4) Tuangkan santan.
5) Masukkan asam jawa dan belimbing wuluh.
6) Beri garam dan gula, lalu cicipi. Jika kurang pas, silakan dikoreksi sesuai selera.
7) Biarkan sebentar hingga santan mendidih, lalu matikan api.
8) Hidangkan. Cocok dipadukan dengan lauk lain atau dimakan sendirian bersama nasi putih.

Selamat menikmati!

Paiton, 11 Maret 2009

Monday, March 9, 2009

Bolu Gulung

Terobsesi oleh kesuksesan Onny dengan bolu gulung pandan dengan olesan cheese creamnya, aku coba-coba praktek bikin bolu gulung juga. Resep dasar pake resep hasil kursus NCC, cuman aku tambahi 1 sdm pasta coklat (hubby dan Naomi selalu request kue yang ada coklatnya). Untuk olesannya aku pakai ganache coklat (dibuat dari campuran DCC : susu ultra cair : whipcream bubuk).

Timbang-timbang bahan, kocok dengan mixer, masukkan mentega, masukkan tepung, tuang ke loyang. Rada-rada lupa bagaimana cara menghias kulit bolu gulung ini, jadi aku bikin sebisaku saja menggunakan tusuk sate (harap dimaklumi, percobaan pertama hehe). Panggang selama 10 menit, buka oven, putar loyang, panggang lagi selama 3-4 menit. Pesannya subo-subo di milis, kalau mau dapat adonan yang lembut dan lentur, panggang dengan suhu tinggi tapi sebentar saja supaya bagian kulit atasnya tidak menjadi keras.

Dari skala 1 sampai 10, aku bilang bolgulku ini nilainya 6.5. Alasannya:

- Antara adonan dan besar loyang masih belum selaras (ketipisan sedikit, kurang gendut). Bisa jadi karena: a) mentega belum mencapai suhu ruangan waktu dipakai, b) mentega aku campur dengan margarin (50:50), c) adonan mentega tidak aku kocok tapi aku cairkan (nyoba-nyoba aja sih pake mentega cair, ternyata hasilnya beda). Catatan tambahan: setelah dianalisa di milis, ternyata penyebab boluku ketipisan karena loyangku yang kegedean. Aku pake loyang 30 x 35 x 3 cm, mestinya 25 x 35 x 3 cm.

- Tekstur cake sudah oke, cukup lentur sehingga mudah digulung

- Cara menggulung masih kaku nih, so harus diulangi karena gulungannya terlalu longgar

- Ganachenya masih belepotan, nempel di sana-sini. But ... enaknya ganache ini dia bagus banget sebagai perekat, jadi bolgul yang sudah digulung nggak kendor lagi

- Rasanya sudah enak meski coklatnya kurang 'nendang'. Mungkin harus pakai 3 sdm pasta untuk menguatkan aroma coklatnya, lalu modifikasi terigunya menjadi 45 gram terigu + 15 gram coklat bubuk + 15 gram maizena.

- Kulit bolgulnya masih ada yang nempel di kertas roti. Dugaanku, untuk menggulung bolgul ini harusnya pake parchment paper (yg ada lapisan lilinnya) atau kain serbet sehingga uap panas dari bolgul tidak menyebabkan kulitnya menempel & terkelupas. Lihat foto di bawah ini.



Untuk yang ingin mencoba, aku bagi resep bolu gulung yang dasar saja ya. Silakan dimodifikasi sendiri sesuai selera.

By the way, proses pemotretan bolgul ini seru lho! Alasnya pake kalendar putih besar, aksennya pake taplak mungil dari bahan akar wangi. Nyoba-nyoba pakai reflektor dari alas cake warna perak yang disangga gelas/ mug (cuman 1 lagi). Targetnya agar foto nggak keliatan remang-remang meskipun difoto di malam hari. Setelah jadi ternyata masih terlalu redup so harus diutak atik sedikit di Picture Manager. Yang bikin aku ngakak, hubby dan Naomi iseng bermain komposisi dengan bolgul, boneka pinguin, kursi mainan plastik dan pisau roti. Hasilnya aku cantumkan juga di bagian akhir posting ini buat kenang-kenangan. (st)


BOLU GULUNG
:: Sumber: Kursus Dasar NCC ::




Bahan:

15 butir Kuning telor uk. M
150 gram Gula pasir
75 gram Tepung terigu protein sedang/ rendah
175 gram Mentega, kocok

Cara membuat:

1) Kocok kuning telor dan gula hingga kental
2) Masukkan tepung sambil diayak (selalu masukkan tepung dengan cara diayak ya), aduk balik.
3) Tuang mentega kocok, aduk rata.
4) Tuang ke loyang kotak ukuran 25 x 35 x 3 cm.
5) Oven selama 15 menit dengan suhu 180 °C hingga matang.
6) Balik ke atas parchment paper.
7) Olesi dengan buttercream atau selai atau ganache. Khusus untuk olesan buttercream, gulung dulu, biarkan sampai agak dingin, buka lagi gulungan baru olesi lagi dengan BC. Ini karena BC cenderung menjadi "licin" dan mudah lepas jika digulung berbarengan dengan bolu yang masih dalam keadaan panas
8) Dinginkan dalam kulkas, lalu potong2 sesuai selera.

Ini foto-foto hasil "permainan" hubby dan Naomi.



Sunday, March 8, 2009

Ada NCC di Koran Kompas Minggu 8 Maret 2009

Kalau ada kuis tebak orang yang yang kenyang diliput media, aku akan menominasikan 3 orang: Pak SBY, Dewi Perssik dan guru bakingku Ibu Fatmah Bahalwan. Kok bisa Bu Fat? Bagaimana tidak, hari ini saja Bu Fat muncul dua kali. Pertama di koran Kompas. Kedua di salah satu televisi swasta (TransTV) dalam acara "Bosan Menjadi Pegawai". Yang membanggakan penduduk NCC, subo kami ini muncul karena karya-karyanya. So ... masih mungkin kok menjadi terkenal tanpa punya suara bagus, bertingkah sensasional atau dikejar-kejar infotainment.

Buat yang belum sempat baca Kompas, lihat cuplikan beritanya di bawah ini.

Berminat bergabung di milis kuliner yang fun dan super heboh? Kirim saja email kosong ke naturalcookingclub-subscribe@yahoogroups.com. See you there! (st)

=====================================
Sumber asli: http://epaper.kompas.com/
Edisi: Minggu, 8 Maret 2009













Saturday, March 7, 2009

Lapis Surabaya



Lapis Surabaya yang ini sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet, pewarna maupun additif lain, sehingga cocok untuk dasar kue ultah anak-anak. Rasanya manis gurih, warnanya kuning cerah, teksturnya lembut namun tidak terlalu mengembang seperti cake yang menggunakan tambahan emulsifier atau baking powder. Oleskan selai kesukaan Anda untuk memperkaya cita rasanya.

Untuk yang ingin mencoba, berikut resepnya. Jangan kaget ya, telurnya banyak banget! Untuk dijadikan cake potong, gunakan loyang yang lebih besar (25 x 30 cm x 3 lapis), takaran = 1½ resep, atau setara dengan 45 butir telor. (st)


LAPIS SURABAYA
:: Sumber: Kursus Dasar NCC ::



Bahan untuk satu lapis:

10 butir Kuning telor (dr telur uk. M)
100 gram Gula kastor
125 gram Mentega, kocok
50 gram Tepung terigu protein sedang/ rendah
Tambahan: 1 sdm Pasta coklat untuk lapis coklat (Toffieco)

Cara Membuat:

1) Kocok kuning telur & gula hingga mengental. Matikan mixer.
2) Masukkan mentega kocok, aduk rata.
3) Masukkan tepung terigu dengan cara diayak, aduk rata.
4) Tuang ke dalam loyang tipis 22 x 22 x 4 cm (jangan gunakan loyang tinggi).
5) Panggang dengan suhu 180 °C selama 15-20 menit hingga matang, kulit berwarna kuning keemasan dan jika dites tusuk sudah tidak ada adonan yang menempel.

Penyelesaian:

Olesi lapis warna kuning pertama dengan selai sesuai selera Anda, ratakan.
Tumpuk dengan lapisan coklat.
Olesi dengan lapisan warna kuning kedua (kulitnya berada di atas).
Tekan dengan loyang supaya permukaannya rata.
Rapikan sisi-sisi lapsur, gunakan penggaris jika perlu.
Potong2 atau hias sesuai selera.

Tips:

Pastikan semua alat bersih dan kering pada saat akan digunakan.
Kocok hingga benar2 kental. Karena tidak menggunakan emulsifier, tidak perlu takut overmix.
Selalu masukkan tepung dengan cara diayak untuk mempermudah adonan bercampur.
Pastikan tidak ada mentega yang mengendap karena akan menyebabkan bantat.


Paiton, 7 Februari 2009

Sponge Cake Coklat ala Yongki Gunawan (Versi 2)



Ini kreasinya Chef Yongki Gunawan untuk sponge cake versi coklat. Aku menyalinnya dari blog Rina Rinso. Jumlah telur yang digunakan lebih banyak sehingga bisa digunakan untuk cake 3 layer. Kalo nggak suka coklat, misalnya karena alergi, tinggal mengganti 25 gram maizena & 25 gram coklat bubuknya menjadi 50 gram terigu. Aku modif sedikit untuk lemaknya, aku campur antara butter & margarin supaya teksturnya lebih kokoh.

SPONGE CAKE COKLAT ALA YONGKI GUNAWAN (Versi 2)
:: Dikutip dari http://dapurnyarina.blog.com/1885998/ ::

Bahan A:
15 butir Kuning telor
7 butir Putih telor
200 gram Gula kastor
100 gram Terigu protein sedang atau rendah
25 gram Maizena (utk "meringankan" coklat bubuk)
25 gram Coklat bubuk
15 gram Susu bubuk
15 gram Emulsifier

Bahan B:
100 gram Mentega &
50 gram Margarin, lelehkan

Cara Membuat:
Sama dengan sponge cake versi 1.

1) Kocok telur & gula hingga agak kental, masukkan emulsifier. Kocok hingga kental & mengembang.
2) Masukkan tepung terigu, susu bubuk, maizena dengan cara diayak. Aduk balik dengan spatula.
3) Cairkan butter & margarin cair.
4) Tuang adonan B ke dalam adonan A, aduk balik.
5) Bagi menjadi 2 atau 3 adonan (sesuai jumlah layer / lapis cake yang diinginkan). Tambahkan pasta sesuai selera.
6) Tuang adonan ke dalam loyang pendek.
7) Panggang selama 18-20 menit di suhu 175 °C hingga bagian atasnya kuning matang dan adonan tidak basah lagi.

Loyang:
- 3 loyang bulat 25 x 4 cm, atau
- 2 loyang kotak 30 x 30 x 2 cm
- 3 loyang kotak 22 x 22 x 4 cm

Wednesday, March 4, 2009

Sponge Cake ala Yongki Gunawan (Versi 1)



Sudah beberapa kali aku mendengar bahwa sponge cake ala Chef Yongki Gunawan itu top markotob, fleksibel untuk diolah dengan berbagai variasi rasa. Penasaran, aku berselancar di dunia maya. Ketemulah akhirnya dengan resep ini di situsnya kreasimaya (thanks ya Mbak). Resep ini menggunakan 10 buah kuning telor. Di tempat lain aku menemukan resep dengan tengara sama, sponge cake by Yongki Gunawan, but .... kuning telurnya 15! Wa wa wa... nyoba yang 10 aja dulu. Kalo gagal / bantat nggak nangis bombay.

Menurut Rina Rinso, resep sponge Yongki dengan 10 kuning telor ini pertama kali diperkenalkan ke NCC-er saat Tour de Toko (TdT) ke TBK Rossy. Maklum, sang chef adalah instruktur tetap di sana. Sedangkan resep sponge cake dengan 15 kuning telor sudah diperkenalkan lebih awal melalui milis oleh Bu Fatmah. Untuk mudahnya, kita sebut saja sponge cake 10 kuning telor sebagai sponge cake Yongki versi satu, dan 15 telor sebagai versi dua.

Setelah kucoba (yang versi satu, dibuat untuk base cakenya pesanan kue ultah, tanpa tambahan pasta sehingga warnanya kuning saja), wah .... memang nggak salah yang merekomendasikan. Sponge cake ini lembut sekali, rasanya manis gurih, tapi anehnya sangat lentur tidak mudah patah. Untuk bolu gulung dan dasarnya kue tart bakal cocok banget.

Yang menarik dari proses pembuatan sponge cake Yongki ini adalah pada pengolahan lemak. Untuk lemak dipakai mentega Hollman, butter dan margarin (aku nggak punya Hollman jadi cuman pake butter dan margarin saja), dicairkan lalu dibubuhi susu kental manis baru diaduk. Baru sekali ini aku mengetahui cara ini.

Buat yang minat mencoba, ini resepnya.


SPONGE CAKE ALA YONGKI GUNAWAN (Versi 1)
:: Disalin oleh Shirley ::


Bahan A:

10 butir Kuning telor
5 butir Putih telor
10 gram Emulsifier
150 gram Gula kastor
100 gram Tepung terigu protein sedang (Kunci Biru)
1 sdm Susu bubuk
1 sdm Tepung maizena

Bahan B:

50 gram Hollman butter
50 gram Room butter
50 gram Margarin
1 sdm Susu kental manis
Pasta (mocca, pandan dll sesuai selera)

Cara Membuat:

1) Kocok telur & gula hingg agak kental, masukkan emulsifier. Kocok hingga kental & mengembang.
2) Masukkan tepung terigu, susu bubuk, maizena dengan cara diayak. Aduk balik dengan spatula.
3) Cairkan butter & margarin (jangan sampai mendidih supaya tidak daya ikatnya tidak rusak), angkat dari api, tambahkan susu kental manis, aduk.
4) Tuang adonan B ke dalam adonan A, aduk balik.
5) Bagi menjadi 2 atau 3 adonan (sesuai jumlah layer / lapis cake yang diinginkan). Tambahkan pasta sesuai selera.
6) Tuang ke dalam loyang ukuran 22 tinggi 3-4 cm (loyang pendek).
7) Panggang selama 18-20 menit di suhu 175 °C hingga bagian atasnya kuning matang dan adonan tidak basah lagi (gunakan tes tusuk gigi).

Paiton, 4 Maret 209

Tuesday, March 3, 2009

Butter Cake

Butter cake bertekstur padat dan mengenyangkan, sehingga cocok dijadikan "stand alone" cake seperti kue marmer ataupun cupcake. Sangat mudah menghapal bahan-bahan butter cake karena takaran ketiga bahan utamanya (mentega-gula-terigu) sama-sama 250 gram. Perhatikan bahwa karena butter cake tidak menggunakan emulsifier, maka kocokan adonannya tidak bisa kental sekali (jambul petruk) tetapi mengalir seperti pita.

Guruku selalu mengatakan bahwa butter cake adalah cake anti gagal. Beliau sudah mulai membuatnya sejak usia 12 tahun. Aku percaya karena memang sejak pertama mulai pegang mikser, aku belum pernah gagal membuat butter cake. So, kalau Anda pemula di bidang baking, mengapa tidak mencoba membuat cake pertama Anda berdasarkan resep ini? (st)


BUTTER CAKE
:: Sumber: Kursus Dasar NCC ::


Bahan:

8 butir Kuning telor (± 160 gram)
6 butir Putih telor (± 180 gram)
250 gram Mentega
250 gram Gula pasir
250 Tepung terigu protein sedang/ rendah

Cara Membuat:

1) Kocok mentega dan gula hingga pucat dan mengembang. Masukkan kuning telor satu per satu sambil terus dikocok hingga rata.

2) Masukkan terigu dengan cara diayak, aduk rata.

3) Di tempat lain yang kering dan bersih, kocok putih telor hingga hard peak, campurkan pada adonan mentega, aduk balik hingga menjadi adonan yang homogen.

3) Tuang ke dalam loyang tulban / cincin yang telah diolesi lemak & ditaburi sedikit terigu.

4) Panggang pada suhu 180 °C selama 45 menit atau hingga matang.


Catatan:

- Butter cake mudah sekali dimodifikasi menjadi berbagai varian seperti cake tape (tambahkan 400 gram tape yang sudah dihaluskan & 2 sdm SKM), fruit cake (tambahkan 100-200 gram buah-buahan kering), dll.
- Dalam melakukan modifikasi resep, penambahan bahan kering akan mengurangi bahan kering lain, penambahan bahan basah akan mengurangi bahan basah lain.
- Susu cair (jika digunakan) tidak dapat digantikan dengan susu kental manis atau susu bubuk yang diencerkan.

Sponge Cake

Mudah saja menandai apakah sebuah cake tergolong sponge cake ataukah butter cake. Jika yang dikocok pertama kali adalah mentega dan gula, inilah yang dinamai butter cake. Jika telur dan gula bertemu lebih dahulu, itu disebut sponge cake. Bisa saja dua resep memiliki bahan yang kurang lebih sama, tetapi dengan proses yang berbeda maka akan didapat hasil yang berbeda pula. Sponge cake cenderung lebih lembut dibandingkan dengan butter cake sehingga disukai untuk "base" kue ulang tahun dan berbagai-bagai kue lainnya. Dimakan langsung tentu saja tetap enakkk! (st)


SPONGE CAKE
:: Sumber: Kursus Cake Dasar NCC ::

Bahan:
8 butir Telur utuh (ukuran medium, satu butir telur = 20 gr yolk & 30gr white egg)
200 gram Gula pasir kastor (berbutir lembut, bukan gula halus)
225 gram Tepung terigu protein sedang (Segitiga atau Kunci Biru)
Catatan: pada resep sponge cake coklat, kurangi takaran terigu menjadi 175 gr, tambahkan 25 gr bubuk coklat dan 25 gr maizena)
1 sdm (± 15 gram) Emulsifier (TBM/ Ovalet/ Starkist/ dll maks 2% dari berat adonan)
100 gram Margarin dilelehkan (gunakan api kecil, jgn sampai mendidih krn akan merusak ikatan molekul bahan)

Cara Membuat:
1) Kocok telur & gula sampai naik, masukkan emulsifier, kocok lagi hingga kental (jika diangkat dari mixer adonan seperti jambul petruk)
2) Tuang terigu dengan cara diayak, aduk balik sampai rata.
3) Tuangkan mentega cair, aduk balik hingga rata. Pastikan tidak ada endapan mentega di bagian bawah baskom karena akan membuat cake menjadi bantat.
4) Tuang ke dalam loyang sesuai kebutuhan. Oven hingga matang pada suhu 180 °C, kurang lebih selama 45 menit.
5) Jika akan dipergunakan untuk cake ultah, bagi adonan menjadi 2 lalu panggang (spy tidak perlu mengiris). Jika tidak akan dipergunakan untuk layered cake, gunakan loyang chiffon. Satu resep ini cukup untuk 1 loyang chiffon ukuran 24 cm.


Paiton, 3 Maret 2009

Monday, March 2, 2009

Roti Manies

Senang sarapan roti manis? Ingin sesekali menghidangkan roti manis bikinan sendiri untuk keluarga tersayang? Resep di bawah ini boleh jadi pilihan. Rasa rotinya netral, nggak masalah dipadankan dengan isian yang manis seperti coklat dan selai ataupun yang asin seperti keju, sosis, keju dan daging asap. Bentuknya boleh dikreasi sesuai selera. (st)


ROTI MANIES
:: Sumber: Kursus Bogasari ::



Porsi: 45 gram per potong (atau sesuai selera)
Hasil: 18-20 buah
Pembakaran: 175 °C, 12-15 menit
Cetakan: Loyang persegi pendek sesuai ukuran oven

Bahan Roti:

425 gram Tepung terigu protein tinggi (Cakra)
75 gram Tepung terigu protein sedang (Segitiga Biru)
12.5 gram Ragi instan
205 ml Air
110 gram Gula putih
7.5 gram Garam
30 gram Susu skim
75 gram Margarin (suhu ruangan, bukan dingin)
2.5 gram Bread improver
40 gram Kuning telor (± 2 butir ukuran sedang)
25 gram Telor utuh (1 butir)

Bahan Isi:

100 gram Keju
100 gram Meses
dan lain-lain sesuai selera

Bahan Olesan:

Susu evaporasi / kuning telor dicampur sedikit air / Ovex

Cara Membuat:

1) Campur semua bahan kering (aduk2 menggunakan centong). Masukkan telor. Masukkan air tapi sisakan 50-75 ml (jangan langsung dituang semua). Uleni hingga menyatu. Setelah setengah kalis, masukkan margarin & garam. Aduk hingga kalis. Jika adonan terlalu kering, masukkan air sedikit2. Jika terlalu lembek dan lengket, taburi dengan sedikit tepung terigu.

2) Bulatkan adonan, tarik ke bawah seperti melakukan facelift. Tutupi dengan plastik. Biarkan selama 10 menit hingga adonan rileks. Inilah proofing pertama.

3) Bagi adonan dengan berat timbangan 45 gram. Bulatkan. Istirahatkan lagi selama 10 menit. Inilah proofing kedua.

4) Gilas untuk membuang gasnya, bentuk dan isi sesuai selera. Jangan terlalu penuh supaya adonan tidak "meledak" saat dipanggang.

5) Susun di loyang yang sudah disemir dengan shortening putih. Jangan taburi tepung. Olesi permukaan roti dengan susu evaporasi atau kuning telur atau Ovex. Biarkan selama 90 menit, tergantung pada suhu dan kelembaban. Inilah proofing ketiga dan terakhir.

6) Jika adonan sudah cukup mengembang dan ringan, masukkan oven yang sudah dipanaskan sebelumnya. Panggang di suhu 175 °C selama 12-15 menit. Karena rak atas oven cenderung lebih cepat panas, tukar posisi loyang setelah 3/4 matang.

Catatan:
Salah satu teman bertanya bagaimana caranya membentuk adonan menjadi bulat tanpa isinya pecah keluar. Ini tipsnya ya.

MEMBENTUK ROTI BENTUK BULAT
:: Ditulis oleh Shirley ::

1) Setelah proofing kedua (aku pake ukuran 40 gram), gilas adonan. Menggilasnya dari bagian tengah tarik ke bawah (ke dekat kita), angkat roller, letakkan di tengah, gilas lagi ke atas (menjauhi kita). Gilas lagi ke kiri & kanan. Mengapa kok gitu? Karena kalo digilas sekali jalan, adonan jadi molor dan bentuknya nggak bulat lagi, malah jadinya kayak penyet. Oya, alat menggilas yang menurutku sederhana tapi oke hasilnya adalah pake pipa PVC yang dipotong ± 20 cm, atau sekalian pake yg stainless. Kalo roller kayu, suka lengket.

2) Balik adonan. Bagian yang waktu proofing menyentuh meja sekarang berada di dalam (jgn terbalik, ntar kulit rotinya kasar & nggak rata).

3) Bentuk adonan menjadi bulat seperti serabi, bagian tengah lebih menggunung dibanding pinggir2nya. Tekan2 saja bagian pinggirnya dengan jempol untuk menipiskan. Mengapa dibeginikan? Pada waktu diisi adonan, bagian tengah paling rentan sobek. Dengan adanya adonan yang lebih tebal di bagian tengah, waktu samping2nya ditarik, bagian tengah akan "aman".

4) Isi sesuai selera.

5) Untuk mengatupkan, tarik bagian atas dan bawah, pencet dengan jempol & telunjuk. Tarik lagi kiri & kanan, pencet lagi dengan telunjuk. Terakhir, pertemukan semuanya dengan gerakan "menjumput", pencet hingga tidak lepas lagi.

6) Rapikan bentuk roti. Jika kurang bulat, tarik saja (seperti facelift) dan sembunyikan di bagian bawah. Nggak usah kuatir sobek (asal sudah mengikuti step 3). Kalo beli roti, perhatikan deh. Bawahnya pasti ada bekas2 facelift :)))


Paiton, 2 Maret 2009

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...